MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

‘Perintah Ibu’ Terdengar dalam Sadapan Telepon di Sidang Hasto Kristiyanto, Pengacara Sebut Hanya Catut Nama

Publisher: Redaktur 25 April 2025 2 Min Read
Share
Agustiani Tio Fridelina.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Sidang kasus dugaan suap PAW Harun Masiku dan perintangan penyidikan dengan terdakwa Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto kembali memunculkan fakta baru.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis 24 April 2025, jaksa memutar rekaman sadapan telepon antara mantan anggota Bawaslu, Agustiani Tio Fridelina, dan mantan kader PDI-P, Saeful Bahri.

Dalam rekaman tersebut, Saeful terdengar menyampaikan pesan dari Hasto kepada eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

“Tadi Mas Hasto telepon lagi bilang ke Wahyu, ini garansi saya, ini perintah dari ibu dan garansi saya. Jadi bagaimana caranya supaya ini terjadi,” ujar Saeful dalam sadapan yang diperdengarkan di sidang.

Baca Juga:  Eks Penyidik Sebut TWK Era Firli Gagalkan Tangkap Harun Masiku, Ini Kata KPK

Saeful juga menyebut bahwa Hasto meminta Wahyu Setiawan bertemu lebih dulu dengan pengacara PDI-P, Donny Tri Istiqomah, sebelum rapat pleno KPU.

“Sebelum pleno itu ketemu Donny dulu biar dipaparin hukumnya. Kemudian, Mbak Tio sudah ketemu belum dengan tim hukumnya?,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Hasto Kristiyanto, Ronny Talappessy, membantah makna ‘perintah ibu’ sebagai instruksi dari pimpinan partai. Ia menyebut Saeful kerap mencatut nama pihak lain untuk meyakinkan lawan bicaranya.

“Saeful itu sering mencatut nama. Itu sudah diakui sendiri oleh saksi Agustiani Tio. Jadi jangan digiring opini seolah-olah ini perintah pimpinan partai. Ini murni perintah partai secara organisasi, bukan personal,” tegas Ronny.

Baca Juga:  Ini Isi Surat Keputusan Pemecatan PDI-P terhadap Effendi Simbolon

Saat ditanya langsung oleh wartawan mengenai arti sebenarnya dari ‘perintah ibu’, Hasto memilih irit bicara. “Nanti, kita lihat,” ujarnya singkat.

Sebagai informasi, Hasto didakwa menyuap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebesar Rp 600 juta untuk memuluskan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024 atas nama Harun Masiku. Hasto juga dituduh turut merintangi penyidikan KPK dengan membantu pelarian Harun Masiku yang hingga kini masih buron. HUM/GIT

TAGGED: Agustiani Tio Fridelina, eks Komisioner KPU, Harun Masiku, Hasto Kristiyanto, mantan anggota bawaslu, mantan kader PDI-P, PAW, Saeful Bahri, Sekjen PDI-P, Wahyu Setiawan
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq kembali mengungkap cerita pelik di balik kondisi keuangannya.
Fadia di Kursi Terdakwa: Klaim Bukan Terima Uang, Melainkan Punya Utang Miliaran
13 September 2026
Kakanwil Ditjen Imigrasi, Barron Ichsan memberikan keterangan kepada wartawan saat rilis penangkapan WNA.
Tiket Pulang Palsu Bongkar Markas Judol Internasional, 5 WNA Dicokok Imigrasi Tangerang
12 September 2026
4 Senior Serda Ahmad Diperiksa, Diduga Aniaya hingga Tewas Gegara Salah Beli Mi
12 September 2026
Dendam 11 Tahun, Pria Surabaya Diduga Bunuh Nelayan Sampang dengan Celurit
12 September 2026
Minibus Travel Daytrans rusak parah setelah menabrak truk di Tol Jombang-Mojokerto.
Daytrans Tabrak Truk di Tol Jombang, Polisi Ungkap Pengemudi Diduga Mengantuk
12 September 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq kembali mengungkap cerita pelik di balik kondisi keuangannya.
Fadia di Kursi Terdakwa: Klaim Bukan Terima Uang, Melainkan Punya Utang Miliaran
13 September 2026
Kakanwil Ditjen Imigrasi, Barron Ichsan memberikan keterangan kepada wartawan saat rilis penangkapan WNA.
Tiket Pulang Palsu Bongkar Markas Judol Internasional, 5 WNA Dicokok Imigrasi Tangerang
12 September 2026
4 Senior Serda Ahmad Diperiksa, Diduga Aniaya hingga Tewas Gegara Salah Beli Mi
12 September 2026
Dendam 11 Tahun, Pria Surabaya Diduga Bunuh Nelayan Sampang dengan Celurit
12 September 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq kembali mengungkap cerita pelik di balik kondisi keuangannya.
Hukum

Fadia di Kursi Terdakwa: Klaim Bukan Terima Uang, Melainkan Punya Utang Miliaran

Kakanwil Ditjen Imigrasi, Barron Ichsan memberikan keterangan kepada wartawan saat rilis penangkapan WNA.
Imigrasi

Tiket Pulang Palsu Bongkar Markas Judol Internasional, 5 WNA Dicokok Imigrasi Tangerang

Peristiwa

4 Senior Serda Ahmad Diperiksa, Diduga Aniaya hingga Tewas Gegara Salah Beli Mi

Hukum

Dendam 11 Tahun, Pria Surabaya Diduga Bunuh Nelayan Sampang dengan Celurit

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?