MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Hasnaeni Ajukan PK Kedua Kasus Korupsi Dana Waskita Beton Precast

Publisher: Redaktur 8 Januari 2026 2 Min Read
Share
Hasnaeni Moein saat menghadiri sidang peninjauan kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Hasnaeni Moein atau Wanita Emas mengajukan peninjauan kembali kedua atas perkara korupsi dana PT Waskita Beton Precast Tbk periode 2016–2020 dengan harapan terbebas dari vonis penjara, Jumat 2 Januari 2026.

Hasnaeni sebelumnya divonis lima tahun penjara, denda Rp500 juta subsider dua bulan kurungan, serta uang pengganti Rp17.583.389.175 subsider dua tahun kurungan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat pada Rabu 3 September 2023.

Direktur Utama PT Misi Mulia Metrical tersebut dinyatakan bersalah melakukan korupsi penyelewengan dana pada PT Waskita Beton Precast Tbk selama periode 2016 hingga 2020.

Hasnaeni sempat mengajukan peninjauan kembali pada Agustus 2024, namun permohonan tersebut ditolak oleh Mahkamah Agung.

Baca Juga:  Nasib Ratusan Buruh Garmen Surabaya Terancam, Sengketa Keluarga Meletup Jadi Konflik Panas

Ia kembali mengajukan PK kedua yang didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Desember 2025.

“Benar bahwa kepaniteraan Pengadilan Tipikor Jakarta telah menerima permohonan PK kedua atas nama Hasnaeni terkait putusan Nomor 31/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Jkt.Pst dan didaftarkan pada 4 Desember 2025,” kata juru bicara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Andi Saputra.

Hasnaeni menghadiri sidang PK kedua di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu 7 Januari 2026 dan tampak menunggu di kursi pengunjung dengan pengawalan ketat.

“Semua sidang terbuka untuk umum, kecuali perkara asusila dan anak,” ujar Andi Saputra.

Dalam sidang tersebut, Hasnaeni membawa novum berupa percakapan atau chat WhatsApp yang diklaim sebagai bukti baru.

Baca Juga:  Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Intervensi OTT KPK Pejabat Pajak Jakarta Utara

“Bentuk chat ini adalah novum baru, saya bisa tunjukkan ke teman-teman media,” kata Hasnaeni Moein.

Ia menyebut novum tersebut baru ditemukan sekitar dua bulan lalu dan diklaim membuktikan dirinya tidak melakukan tindak pidana korupsi.

“Novum yang kami ajukan menunjukkan bahwa bukan saya yang tidak memberikan proyek kepada anak perusahaan Waskita Karya, tetapi mereka sendiri selaku BOD baru yang membatalkan,” jelasnya.

Hasnaeni berharap upaya hukum luar biasa tersebut dapat memberikan keadilan atas perkara yang menjeratnya.

“Sedikit pun tidak pernah terbesit di hati saya untuk mencuri atau mengambil uang negara,” ujarnya. HUM/GIT

Baca Juga:  Putusan PN dan PTUN Jakarta Kuatkan SK Menkum Pengesahan Mardiono Pimpin PPP
TAGGED: Hasnaeni Moein, hukum pidana, Jakarta, kasus korupsi, novum chat, Pengadilan Negeri, pk kedua, Tipikor Jakarta, Wanita Emas, waskita beton
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Profil 3 Jenderal Tersangka Penyadapan Prabowo, Listyo Sigit hingga Eko Hadi
4 November 2026
Pakar Hukum Sebut Putusan MA Jadi Dasar DPR Makzulkan Gibran, Sarankan Mundur
4 November 2026
Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Ini 10 Fakta Kasusnya
4 November 2026
Putusan MA soal Suket SMA Gibran, Pakar Hukum Dorong DPR Proses Pemakzulan
4 November 2026
Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal, Jejak Log Diduga Dihapus Oktober 2026
4 November 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Profil 3 Jenderal Tersangka Penyadapan Prabowo, Listyo Sigit hingga Eko Hadi
4 November 2026
Pakar Hukum Sebut Putusan MA Jadi Dasar DPR Makzulkan Gibran, Sarankan Mundur
4 November 2026
Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Ini 10 Fakta Kasusnya
4 November 2026
Putusan MA soal Suket SMA Gibran, Pakar Hukum Dorong DPR Proses Pemakzulan
4 November 2026

Baca Berita Lainnya:

Bareskrim

Profil 3 Jenderal Tersangka Penyadapan Prabowo, Listyo Sigit hingga Eko Hadi

Pemerintahan

Pakar Hukum Sebut Putusan MA Jadi Dasar DPR Makzulkan Gibran, Sarankan Mundur

Bareskrim

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Ini 10 Fakta Kasusnya

Hukum

Putusan MA soal Suket SMA Gibran, Pakar Hukum Dorong DPR Proses Pemakzulan

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?