MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Sosok Semasa Hidup Jenderal Hoegeng di Mata Keluarga: Sang Ayah Jaksa Karesidenan di Kota Pekalongan

Publisher: Redaktur 15 Juli 2024 3 Min Read
Share
Cucu Jenderal Hoegeng, Krisnadi Ramajaya Hoegeng, menceritakan kisah menyentuh hati tentang kakeknya yang selalu disampaikan ke anak-cucunya.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Cucu mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso, Krisnadi Ramajaya Hoegeng, berbagi kisah menyentuh hati tentang kakeknya yang selalu disampaikan kepada anak-cucunya. Jenderal Hoegeng dikenal sebagai sosok yang berintegritas dan bersahaja sepanjang hidupnya.

Rama menceritakan bahwa Hoegeng muda memiliki ayah seorang Jaksa Karesidenan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Rumah mereka berada tak jauh dari Stasiun Pekalongan.

“Waktu itu ada ceritanya, jadi waktu penjajah masuk ke Kota Pekalongan, almarhum ayah Pak Hoegeng adalah Kepala Jaksa Karesidenan Kota Pekalongan. Rumahnya persis ada di depan Stasiun Pekalongan dan strategis digunakan penjajah. Jadi almarhum ayah Pak Hoegeng memanggil Hoegeng untuk menghancurkan rumah tersebut dan membakarnya,” kata Rama dalam bedah buku ‘Hoegeng: Moral, Etika, dan Jalan Hidup’ yang digelar di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 14 Juli 2024, seperti dilansir detikcom.

Hoegeng muda yang melihat keputusan ayahnya itu mendengar penjelasan mengapa rumahnya dihancurkan. Dia pun diberi pesan menyentuh hati supaya menjadi pribadi yang tangguh menjaga nama baik keluarga.

Baca Juga:  Bandara Ahmad Yani Bangkit Menjadi Bandara Internasional: Imigrasi dan Stakeholder Siap 100%

“Nah, saat selesai, uyut saya itu bicara ke Hoegeng, ‘Geng, mulai sekarang kita sudah tidak punya apa-apa. Yang kita punya hanya nama baik, tolong jaga sampai anak-cucu keturunan’,” ucapnya.

Kisah berikutnya adalah saat Hoegeng menyelesaikan masa tugasnya di kepolisian. Hoegeng, kata Rama, datang kepada ibundanya untuk sungkem sekaligus memberi kabar tersebut.

“Saat Hoegeng selesai masa tugas, dia kembali ke rumah dan sungkem dengan ibunya. Beliau mengatakan, ‘Ibu, saya sudah tidak punya pekerjaan lagi.’ Lalu ibunya mengatakan, ‘Geng, tidak apa, selama kamu melangkah dan menyelesaikan tugas dengan kejujuran, kami masih bisa makan nasi dengan garam’,” ujarnya.

Baca Juga:  Kasus Korupsi Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Lanjutkan Tradisi Setoran Era Suami

Jenderal Hoegeng dikenal keluarganya sebagai sosok ayah sekaligus kakek yang sangat bersahaja. Menurut Rama, Hoegeng tidak pernah mencampurkan urusan pekerjaan dan keluarga.

“Kalau di keluarga, almarhum ya seperti pada umumnya seorang ayah dan seorang kakek yang sangat humble, normal saja. Kami keluarga tidak pernah sedikitpun tahu apa yang sedang beliau kerjakan, tugas apapun yang dia kerjakan di dalam Polri tidak pernah tahu,” kata Rama.

“Almarhum membedakan antara tugas dan keluarga. Jadi, pada saat beliau sudah mengenakan baju seragamnya itu kami keluarga tidak bisa mendekat. Maksudnya tuh nggak boleh, bajunya itu sangat dihormati dan dijaga sekali. Apalagi pada saat menggunakan topi yang ada lambang Tribrata yang beliau sempurnakan,” imbuhnya. HUM/GIT

Baca Juga:  Polri Tak Pandang Bulu Tindak Pelaku Perdagangan Orang
TAGGED: cucu, Jaksa Karesidenan, Jawa Tengah, Jenderal Hoegeng, Jenderal Hoegeng Iman Santoso, Kota Pekalongan, Krisnadi Ramajaya Hoegeng, mantan Kapolri
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Ketua DPD Golkar Jatim Ali Mufthi berfoto bersama Ketum AMPG Pusat Said Aldi Al Idrus, Ketua AMPG Jatim Adiel Muhammad Kanantha dan jajaran pengurus usai membuka Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) Tingkat I AMPG Jawa Timur di Gedung DPD Partai Golkar Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Sabtu (5/9/2026).
Ali Mufthi: AMPG Harus Cetak Calon Bupati hingga Anggota DPR
6 September 2026
Warga Dukung Sisa Kuota Internet Tak Hangus, Pemerintah Diminta Tegas ke Operator
6 September 2026
Bandara Soetta Ditutup Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 209 Penerbangan Terdampak
6 September 2026
DPR Desak Investigasi Kasus Keracunan MBG, SPPG Terbukti Lalai Diminta Dihukum
6 September 2026
Ketua MPR Soroti 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia: Tak Dibenarkan Bela Negara Lain
5 September 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Warga Dukung Sisa Kuota Internet Tak Hangus, Pemerintah Diminta Tegas ke Operator
6 September 2026
Bandara Soetta Ditutup Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 209 Penerbangan Terdampak
6 September 2026
DPR Desak Investigasi Kasus Keracunan MBG, SPPG Terbukti Lalai Diminta Dihukum
6 September 2026
Ketua MPR Soroti 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia: Tak Dibenarkan Bela Negara Lain
5 September 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Ketua DPD Golkar Jatim Ali Mufthi berfoto bersama Ketum AMPG Pusat Said Aldi Al Idrus, Ketua AMPG Jatim Adiel Muhammad Kanantha dan jajaran pengurus usai membuka Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) Tingkat I AMPG Jawa Timur di Gedung DPD Partai Golkar Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Sabtu (5/9/2026).
Politik

Ali Mufthi: AMPG Harus Cetak Calon Bupati hingga Anggota DPR

Nasional

Warga Dukung Sisa Kuota Internet Tak Hangus, Pemerintah Diminta Tegas ke Operator

Nasional

Bandara Soetta Ditutup Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 209 Penerbangan Terdampak

Nasional

DPR Desak Investigasi Kasus Keracunan MBG, SPPG Terbukti Lalai Diminta Dihukum

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?