MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

BPK Ungkap Bea Cukai Belum Tagih Piutang Rp 33,16 Triliun, Sembilan Importir Malah Terima Pengembalian Dana Negara

Publisher: Redaktur 18 Juli 2026 4 Min Read
Share
Ilustrasi aktivitas kepabeanan. BPK mengungkap piutang Bea Cukai Rp 33,16 triliun belum tertagih optimal.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id  – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan belum optimal menagihkan piutang senilai Rp33,16 triliun.

Bahkan, sembilan importir tercatat menerima pengembalian penerimaan negara meski masih memiliki utang yang belum ditagih, Jumat, 17 Juli 2026.

Temuan tersebut tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2025.

Dari total piutang tersebut, terdapat piutang macet sebanyak 3.147 dokumen senilai Rp 7.173.913.104 yang telah jatuh tempo, tetapi belum dilakukan penagihan aktif oleh satuan kerja (satker).

BPK menjelaskan, piutang tersebut berasal dari dokumen penundaan pembayaran yang menyebabkan satker tidak melakukan penagihan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan atas kertas kerja piutang outstanding per 31 Desember 2025, diketahui terdapat piutang macet sebanyak 3.147 dokumen piutang sebesar Rp 7.173.913.104 dengan status telah jatuh tempo, namun tidak dilakukan penagihan aktif oleh satker. Piutang tersebut merupakan piutang yang telah jatuh tempo tahun 2016-2021 dan belum dilunasi,” tulis LHP BPK.

Baca Juga:  BNN: Pria yang Bersama Dewi Astutik Saat Ditangkap Diduga Pacar WN Pakistan

Rincian piutang macet tersebut terdiri atas dokumen surat permohonan rush handling senilai Rp 3,34 miliar, Surat Penetapan Pembayaran Bea Masuk, Cukai dan/atau Pajak (SPPBMCP) barang kiriman sebesar Rp 1,10 miliar, serta Pemberitahuan Impor Barang Khusus (PIBK) Perusahaan Jasa Titipan senilai Rp 2,72 miliar.

BPK juga mencatat hingga akhir pemeriksaan belum terdapat dokumen penagihan terhadap piutang yang timbul akibat penundaan pembayaran yang telah jatuh tempo sejak 2016 hingga 2021.

Selain itu, BPK menemukan adanya pengembalian penerimaan negara kepada pemilik utang tanpa diikuti pengurangan atas utang yang masih tercatat.

Sebanyak sembilan debitur menerima pengembalian penerimaan negara dengan total Rp1,31 miliar, padahal mereka masih memiliki piutang yang belum ditagih sebesar Rp 327,2 juta.

Baca Juga:  Raih Penghargaan Pelaksana Operasi Pemberantasan BKC Ilegal Terbaik 2023, Ini Kata Gus Muhdlor Ali

“Wajib pajak yang memperoleh pengembalian penerimaan tersebut memiliki utang sejak tahun 2016-2020 yang belum dilunasi, namun satker tidak melakukan penagihan aktif kepada wajib pajak yang bersangkutan. Sedangkan di 2025 wajib pajak yang sama mengajukan pengembalian penerimaan negara dan telah diterbitkan Keputusan Pengembalian dan pembayarannya,” tulis BPK.

Berikut daftar importir yang menerima pengembalian penerimaan negara pada 2025 meski masih memiliki piutang:

  1. CV CKI menerima pengembalian Rp 8,75 juta dan Rp 11,85 juta, sementara piutang yang belum ditagih mencapai Rp 36,22 juta.
  2. CV Ci menerima pengembalian Rp 151,1 juta dengan piutang Rp 3,12 juta.
  3. PT Ag menerima pengembalian Rp 52,83 juta dengan piutang Rp 282 ribu.
  4. PT BBS menerima pengembalian Rp 505,38 juta dengan piutang Rp 239 ribu.
  5. PT CH menerima pengembalian Rp 90,46 juta dengan piutang Rp 322 ribu.
  6. PT GBU menerima pengembalian Rp 12,53 juta dengan piutang Rp 127,48 juta.
  7. PT IBI menerima pengembalian Rp 235,11 juta dengan piutang Rp 55,42 juta.
  8. PT MRA menerima pengembalian Rp 76,11 juta dengan piutang Rp 6,08 juta.
  9. PT OMU menerima pengembalian Rp 162,92 juta dengan piutang Rp 98,02 juta.
Baca Juga:  Sidang Perdana Tiga Pejabat Bea Cukai Terdakwa Suap Rp 71 Miliar Digelar 3 Juli

Temuan tersebut menjadi catatan BPK terhadap pengelolaan piutang negara di lingkungan DJBC agar penagihan dilakukan secara optimal dan tidak menimbulkan potensi kerugian bagi negara. HUM/GIT

TAGGED: Bea Cukai, BPK, djbc, importir, Kementerian Keuangan, LKPP 2025, pemeriksaan BPK, penerimaan negara, pengembalian negara, piutang macet, piutang negara, utang importir
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Eks Penyidik KPK Desak Kejagung Usut Fasilitas Konferensi Pers Hotman Paris soal Febrie Adriansyah
21 Juli 2026
Usai Nobar Final Piala Dunia 2026, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
21 Juli 2026
PDI-P Surati BGN Minta Data Kader Diduga Terlibat Proyek MBG, Hasto: Belum Ada Balasan
20 Juli 2026
Air Mata Lionel Messi Warnai Final Piala Dunia 2026, Argentina Gagal Pertahankan Gelar
20 Juli 2026
Sidang Putusan Praperadilan Roy Suryo soal Status Tersangka Digelar Hari Ini di PN Jaksel
20 Juli 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Eks Penyidik KPK Desak Kejagung Usut Fasilitas Konferensi Pers Hotman Paris soal Febrie Adriansyah
21 Juli 2026
Usai Nobar Final Piala Dunia 2026, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
21 Juli 2026
PDI-P Surati BGN Minta Data Kader Diduga Terlibat Proyek MBG, Hasto: Belum Ada Balasan
20 Juli 2026
Sidang Putusan Praperadilan Roy Suryo soal Status Tersangka Digelar Hari Ini di PN Jaksel
20 Juli 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

Eks Penyidik KPK Desak Kejagung Usut Fasilitas Konferensi Pers Hotman Paris soal Febrie Adriansyah

Korupsi

Usai Nobar Final Piala Dunia 2026, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita

Politik

PDI-P Surati BGN Minta Data Kader Diduga Terlibat Proyek MBG, Hasto: Belum Ada Balasan

Piala Dunia 2026

Air Mata Lionel Messi Warnai Final Piala Dunia 2026, Argentina Gagal Pertahankan Gelar

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?