MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Kiai Ponpes di Ponorogo Ditahan Usai Jadi Tersangka Pencabulan 11 Santri

Publisher: Redaktur 20 Mei 2026 2 Min Read
Share
Tersangka kasus pencabulan santri di Ponorogo saat dibawa dan ditahan di Mapolres Ponorogo.
Ad imageAd image

PONOROGO,  Memoindonesia.co.id – Pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, ditahan Polres Ponorogo setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap 11 santri laki-laki, Rabu 20 Mei 2026.

Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menggelar perkara bersama.

“Hasil gelar perkara kita bersama, terduga oknum sudah kita tetapkan menjadi tersangka dan saat ini kita lakukan penahanan di rutan Polres Ponorogo,” kata Imam Mujali.

Menurutnya, jumlah korban masih berpotensi bertambah karena dugaan pencabulan disebut berlangsung sejak 2017 hingga 2026.

“Mungkin kami masih mendalami apabila nanti ada mantan santriawan yang mungkin dulu telah dilakukan pencabulan oleh oknum pimpinan pondok pesantren tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:  Skandal Kekerasan Seksual di UGM: Status Guru Besar Edy Meiyanto Masih Menunggu Keputusan Kementerian

Polisi juga meminta masyarakat melapor apabila mengetahui adanya korban lain yang belum teridentifikasi.

Kasus tersebut terungkap setelah salah satu korban melapor kepada polisi dan diperkuat informasi dari masyarakat.

Dari hasil penyelidikan, tersangka diduga menggunakan modus memanggil santri satu per satu ke dalam kamar dengan alasan pijat.

“Modusnya pijat, jadi santri dipanggil satu per satu masuk kamar, kemudian setelah dilakukan pencabulan, korban diberi uang jajan Rp 100 ribu,” papar Imam.

Selain itu, polisi menyebut kondisi para korban membutuhkan pendampingan psikologis karena mengalami depresi akibat kejadian tersebut.

Pendampingan dilakukan bersama psikolog dan pengacara, sementara asesmen korban dilakukan Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo.

Baca Juga:  Ayah dan Paman Pemerkosa Anak di Situbondo Divonis 20 Tahun Penjara

“Karena korban mengalami depresi, kita lakukan pendampingan dari psikolog Dinas Sosial sama pengacara juga,” pungkasnya. HUM/GIT

TAGGED: akp imam mujali, berita kriminal, jambon ponorogo, kasus ponpes, kasus santri, Kekerasan Seksual, kiai ponpes, pencabulan santri, Polres Ponorogo, Pondok Pesantren, santri laki-laki, tersangka pencabulan
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Revaldo Positif Narkoba dan Psikotropika, Polisi Temukan Barang Bukti di Apartemen
25 Agustus 2026
Dua PSK Asal Bekasi Jadi Terdakwa Usai Tawarkan Prostitusi Threesome di Surabaya
25 Agustus 2026
Prof Ali Rokhman Jadi Plt Rektor Unsoed, Gantikan Akhmad Sodiq yang Jadi Tersangka KPK
24 Agustus 2026
Komisi III DPR Dorong Polri Kejar Dalang dan Pemodal Karhutla di Kalimantan-Sumatra
24 Agustus 2026
Seribu Polisi Hutan Dikerahkan Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan
24 Agustus 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Revaldo Positif Narkoba dan Psikotropika, Polisi Temukan Barang Bukti di Apartemen
25 Agustus 2026
Prof Ali Rokhman Jadi Plt Rektor Unsoed, Gantikan Akhmad Sodiq yang Jadi Tersangka KPK
24 Agustus 2026
Seribu Polisi Hutan Dikerahkan Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan
24 Agustus 2026
Kasus Suap Rektor Unsoed, Satu Calon Mahasiswa Batal Masuk Fakultas Kedokteran
23 Agustus 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Revaldo Positif Narkoba dan Psikotropika, Polisi Temukan Barang Bukti di Apartemen

Hukum

Dua PSK Asal Bekasi Jadi Terdakwa Usai Tawarkan Prostitusi Threesome di Surabaya

Korupsi

Prof Ali Rokhman Jadi Plt Rektor Unsoed, Gantikan Akhmad Sodiq yang Jadi Tersangka KPK

Hukum

Komisi III DPR Dorong Polri Kejar Dalang dan Pemodal Karhutla di Kalimantan-Sumatra

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?