MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Penahanan Gus Alex, KPK Dalami Kasus Kuota Haji Eks Stafsus Menag

Publisher: Redaktur 18 Maret 2026 3 Min Read
Share
Gus Alex mengenakan rompi tahanan KPK usai diperiksa terkait kasus kuota haji.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – KPK resmi menahan mantan staf khusus eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, usai pemeriksaan di Gedung KPK, Selasa, 17 Maret 2026.

Gus Alex terlihat keluar dari ruang pemeriksaan dengan mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dan tangan diborgol sebelum dibawa ke mobil tahanan.

Ia membantah adanya perintah dari Yaqut terkait pembagian kuota haji tambahan antara haji reguler dan haji khusus.

“Tidak ada. Tidak ada perintah apa pun dari Gus Yaqut,” kata Alex.

Gus Alex juga membantah adanya aliran uang kepada Yaqut dari distribusi kuota haji khusus dan menyebut seluruh keterangan telah disampaikan kepada penyidik.

“Tidak ada, tidak ada, tidak ada. Semua sudah saya sampaikan ke penyidik. Langsung saja ke penyidik dan tim hukum saya,” ujarnya.

Baca Juga:  Pasca Penyitaan HP Sekjen PDI-P, Penyidik Diminta Temui Megawati, Ini Respons Ketua KPK

Selain itu, ia mengaku menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan berharap keadilan dapat terungkap.

“Saya menghargai proses hukum yang sedang berjalan. Mudah-mudahan kita bisa menemukan keadilan dan kebenaran yang sebenar-benarnya,” sambungnya.

Sementara itu, KPK sebelumnya telah lebih dulu menahan Yaqut pada Kamis, 12 Maret 2026 terkait dugaan penerimaan fee dalam pembagian kuota haji tambahan.

Deputi Penindakan KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan, kuota tambahan haji tahun 2023 seharusnya diberikan sepenuhnya untuk haji reguler, namun diduga terjadi perubahan komposisi setelah adanya usulan dari pihak travel.

“YCQ kemudian menyetujui usulan tersebut dengan menerbitkan Keputusan Menteri Agama nomor 467 tahun 2023 dengan komposisi 7.360 kuota reguler dan 640 kuota haji khusus,” kata Asep.

Baca Juga:  'Sultan' Kemnaker dengan Harta Rp 3,9 Miliar, Tapi Kantongi Rp 69 Miliar dari Korupsi

Menurut KPK, keputusan tersebut disusun oleh pejabat terkait di Kementerian Agama atas arahan dari Gus Alex.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim KPK, bahwa RFA juga memberikan fee kepada YCQ, IAA, serta sejumlah pejabat di Kementerian Agama,” ujarnya.

Pada 2024, Yaqut juga diduga kembali menerima fee dari percepatan pemberangkatan haji khusus, dengan nilai sekitar USD 2.000 atau Rp 33,8 juta per jemaah.

Selain itu, Gus Alex diduga memerintahkan pejabat terkait untuk meminta tambahan biaya kepada penyelenggara ibadah haji khusus yang kemudian dibebankan kepada calon jemaah.

“Pemberian dan pengumpulan uang tersebut dilakukan dalam kurun waktu Februari hingga Juni 2024,” imbuh Asep.

Baca Juga:  Mardani Ali Sera Soroti Temuan KPK Soal Suap Pemilu dan Desak Efek Jera

KPK juga menduga adanya upaya pengembalian dana saat DPR membentuk Panitia Khusus Haji 2024, meski sebagian uang disebut telah digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Namun, sebagian uang fee masih ada yang disimpan dan digunakan untuk kepentingan pribadi YCQ,” jelasnya.

KPK turut mengungkap adanya dugaan upaya memengaruhi pansus DPR dengan pemberian uang, namun upaya tersebut ditolak.

“Jumlahnya sekitar USD 1 juta, tapi ditolak,” terang Asep.

Dalam kasus ini, KPK telah menyita aset senilai lebih dari Rp 100 miliar berupa uang dan barang seperti kendaraan serta tanah.

Kini, kedua tersangka akan menjalani proses hukum dan menjalani masa penahanan di rutan KPK, termasuk saat Lebaran mendatang. HUM/GIT

TAGGED: fee haji, gus alex, haji khusus, haji reguler, kasus haji, Kemenag, korupsi haji, KPK, Kuota Haji, penahanan kpk, stafsus menag, Yaqut Cholil Qoumas
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jombang, Wawas Setiwan menerima kunjungan anggota DPRD Jatim.
Kunjungan DPRD Jatim, BPN Jombang Perkuat Sinergi Percepatan Sertifikasi dan Penataan Ruang
4 Agustus 2026
Kopilot Malaysia Airlines Dibayar Rp 219 Juta Selundupkan Ekstasi, Bareskrim Ungkap Sudah 3 Kali Beraksi
4 Agustus 2026
KPK Terbitkan 6 SP3, Tersangka Meninggal hingga Menang Praperadilan Jadi Alasan Penyidikan Dihentikan
4 Agustus 2026
Kejagung Sisir Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin, Jejak Aset Kasus Febrie Dibongkar
4 Agustus 2026
Kejagung Masih Kunci Misteri Emas 74 Kg Kasus Febrie Adriansyah, Janji Dibuka di Persidangan
4 Agustus 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Kopilot Malaysia Airlines Dibayar Rp 219 Juta Selundupkan Ekstasi, Bareskrim Ungkap Sudah 3 Kali Beraksi
4 Agustus 2026
Kejagung Sisir Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin, Jejak Aset Kasus Febrie Dibongkar
4 Agustus 2026
Kejagung Masih Kunci Misteri Emas 74 Kg Kasus Febrie Adriansyah, Janji Dibuka di Persidangan
4 Agustus 2026
Kurir Pasrah Minta Ditangkap, Bareskrim Gagalkan Penyelundupan 20 Kg Ganja Tujuan Kampung Bahari Jakarta
4 Agustus 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jombang, Wawas Setiwan menerima kunjungan anggota DPRD Jatim.
Pertanahan

Kunjungan DPRD Jatim, BPN Jombang Perkuat Sinergi Percepatan Sertifikasi dan Penataan Ruang

Bareskrim

Kopilot Malaysia Airlines Dibayar Rp 219 Juta Selundupkan Ekstasi, Bareskrim Ungkap Sudah 3 Kali Beraksi

Korupsi

KPK Terbitkan 6 SP3, Tersangka Meninggal hingga Menang Praperadilan Jadi Alasan Penyidikan Dihentikan

Kejaksaan

Kejagung Sisir Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin, Jejak Aset Kasus Febrie Dibongkar

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?