MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Kepala BNN Soroti Lonjakan Narkotika Sintetis di Sidang CND Ke-68 Wina

Publisher: Redaktur 8 Desember 2025 3 Min Read
Share
Kepala BNN RI Komjenpol Suyudi Ario Seto menghadiri sidang ke-68 CND di United Nations Headquarters, Wina. (Dok. BNN RI)
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN RI) Komjenpol Suyudi Ario Seto menghadiri sidang ke-68 The Commission on Narcotic Drugs (CND) yang diselenggarakan pada 4–5 Desember 2025 di United Nations Headquarters, Wina.

Dalam forum internasional tersebut, Komjenpol Suyudi menyoroti meningkatnya ancaman narkotika sintetis yang kini menjadi perhatian global.

Sidang CND ke-68 membahas perkembangan implementasi tiga Konvensi Internasional Pengendalian Narkotika, tren global narkotika sintetis, rekomendasi teknis WHO, serta dinamika geopolitik yang memengaruhi kebijakan narkotika internasional.

United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) memaparkan lonjakan signifikan jumlah New Psychoactive Substances (NPS) atau zat psikoaktif baru secara global.

Dalam satu dekade terakhir, jumlahnya meningkat dari 254 menjadi lebih dari 1.400 jenis, termasuk 168 opioid sintetis yang telah terdeteksi. Peningkatan ini sejalan dengan maraknya peredaran designer precursors dan kelompok zat sintetis baru seperti nitazenes.

Baca Juga:  BNN Ungkap Licinnya Pergerakan Dewi Astutik, Buron Sabu Rp 5 Triliun

WHO melalui Expert Committee on Drug Dependence (ECDD) merekomendasikan dua jenis nitazenes untuk dimasukkan ke Schedule I Konvensi 1961, serta MDMB-Fubinaca ke Schedule II Konvensi 1971. WHO juga merekomendasikan daun koka tetap berada pada Schedule I, posisi yang turut didukung Indonesia.

Dalam pernyataannya, Komjenpol Suyudi menegaskan pentingnya kesiapan nasional menghadapi arus masuk narkotika sintetis. Ia menekankan perlunya penguatan laboratorium, sistem deteksi dini, dan standar toksikologi.

“Indonesia memerlukan penguatan kapasitas laboratorium, sistem deteksi dini, dan standar toksikologi yang memadai guna mengantisipasi masuknya narkotika jenis baru, serta mendukung model class-based scheduling bagi zat sintetis berisiko tinggi,” ujarnya.

Baca Juga:  Buron Bandar Sabu Rp 5 Triliun Dewi Astutik Ditangkap di Kamboja, Sempat Ngajar Bahasa Inggris dan Mandarin

Sidang juga membahas perkembangan implementasi Resolusi 68/6 mengenai pembentukan Panel Ahli Independen yang beranggotakan 19 pakar internasional. Hingga sesi ini, 15 kandidat ahli telah mendapatkan persetujuan, sementara beberapa kelompok regional masih berproses untuk mencapai konsensus.

Panel ini akan berperan penting dalam menyusun analisis ilmiah yang menjadi dasar kebijakan global terkait narkotika dan prekursor.

Dinamika geopolitik turut memengaruhi pembahasan, mulai dari perdebatan tentang operasi anti-narkotika, keberatan negara atas kandidat panel dari kawasan tertentu, hingga sorotan negara-negara Asia dan Afrika mengenai penanganan opioid sintetis.

BNN RI mendapat apresiasi karena komitmen yang tegas dan konstruktif dalam mendukung rekomendasi WHO serta penguatan kapasitas laboratorium nasional.

Baca Juga:  500 Kg Narkoba Dimusnahkan: Silmy Karim & Komjen Suyudi Pukul Balik Peredaran Narkoba di Usia Produktif

Komjenpol Suyudi menegaskan Indonesia akan terus berperan aktif dalam forum internasional untuk memastikan kebijakan global berbasis ilmiah dan memperhatikan keamanan kesehatan publik.

“Indonesia juga menegaskan perlunya respons nasional yang lebih adaptif terhadap ancaman sintetis, khususnya nitazenes dan prekursor desainer yang berkembang sangat cepat di berbagai kawasan dunia,” ujarnya.

Dalam sidang tersebut, Komjenpol Suyudi hadir bersama Direktur Kerja Sama R.M. Aria Teguh Mahendra Wibisono, Direktur Narkotika Ruddi Setiawan, serta Plt. Direktur Intelijen Adri Irniadi. HUM/GIT

TAGGED: BNN RI, CND ke-68 Wina, Komjenpol Suyudi Ario Seto, narkotika sintetis, UNODC NPS
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Jokowi Hadir Rakernas PSI 2026 di Makassar, Isyarat Ketua Dewan Pembina PSI
30 Januari 2026
Mabes Polri Nonaktifkan Kapolresta Sleman Kombespol Edy Setyanto Terkait Kasus Hogi
30 Januari 2026
PPATK Temukan Dugaan Penyembunyian Omzet Rp 12,49 Triliun di Sektor Tekstil
30 Januari 2026
KPK Periksa Asisten Pribadi Ridwan Kamil Terkait Dugaan Korupsi Iklan BJB
30 Januari 2026
KPK Jadwalkan Pemeriksaan Eks Menag Yaqut Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji
30 Januari 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Jokowi Hadir Rakernas PSI 2026 di Makassar, Isyarat Ketua Dewan Pembina PSI
30 Januari 2026
Mabes Polri Nonaktifkan Kapolresta Sleman Kombespol Edy Setyanto Terkait Kasus Hogi
30 Januari 2026
PPATK Temukan Dugaan Penyembunyian Omzet Rp 12,49 Triliun di Sektor Tekstil
30 Januari 2026
KPK Periksa Asisten Pribadi Ridwan Kamil Terkait Dugaan Korupsi Iklan BJB
30 Januari 2026
Ad imageAd image

TERPOPULER

Debat Sengit Pasha dan Wamen PPPA Veronica Tan Soal Program Pemberdayaan Perempuan
30 Januari 2026
Purbaya Yudhi Sadewa Rombak 36 Pejabat Kemenkeu
29 Januari 2026
Yusril Tegaskan Penetapan Adies Kadir sebagai Calon Hakim MK Kewenangan DPR
28 Januari 2026
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya Agus Winarto bersama para kepala bidang dan jajaran mengikuti rangkaian bakti sosial Hari Bakti Imigrasi ke-76.
Puncak HBI ke-76, Imigrasi Surabaya Teguhkan Pengabdian Lewat Syukuran Nasional
28 Januari 2026

Baca Berita Lainnya:

Politik

Jokowi Hadir Rakernas PSI 2026 di Makassar, Isyarat Ketua Dewan Pembina PSI

Hukum

Mabes Polri Nonaktifkan Kapolresta Sleman Kombespol Edy Setyanto Terkait Kasus Hogi

Hukum

PPATK Temukan Dugaan Penyembunyian Omzet Rp 12,49 Triliun di Sektor Tekstil

Korupsi

KPK Periksa Asisten Pribadi Ridwan Kamil Terkait Dugaan Korupsi Iklan BJB

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?