MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Pihak Reza Gladys Sebut Tudingan Nikita Mirzani ‘Akal-akalan’ Soal Rekaman Pengaturan Hakim

Publisher: Redaktur 1 Agustus 2025 3 Min Read
Share
Reza Gladys didampingi Fitri Salhuteru datangi persidangan Nikita Mirzani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Tuduhan Nikita Mirzani tentang adanya rekaman yang membuktikan Reza Gladys mengatur jaksa dan hakim dibantah keras oleh pihak pelapor.

Melalui tim kuasa hukumnya, Reza Gladys menilai pernyataan tersebut hanya akal-akalan Nikita untuk menggiring opini publik.

Dalam sidang kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 31 Juli 2025, Nikita Mirzani membuat klaim mengejutkan.

Ia mengaku memiliki rekaman suara dan tangkapan layar percakapan yang diduga kuat menunjukkan Reza Gladys dan keluarganya telah mengondisikan jalannya proses hukum.

“Saya sangat terkejut setelah mendengar rekaman suara percakapan… yang patut diduga dari keluarga Reza Gladys, yang mana Reza Gladys atau keluarganya sangat patut diduga telah mengatur Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim,” kata Nikita di ruang sidang.

Baca Juga:  KPK Panggil Mafia Perkara Zarof Ricar, Didalami Kasus TPPU Hasbi Hasan

Sebagai bukti, Nikita bahkan menyerahkan sebuah flashdisk kepada majelis hakim, seraya memohon agar ia dibebaskan dari tahanan setelah hakim mendengarkan isinya.

Menanggapi tudingan tersebut, tim kuasa hukum Reza Gladys, yang terdiri dari Surya Batubara, Zulkifli, dan Robert Par Uhum, angkat bicara. Surya Batubara dengan tegas membantah semua tuduhan.

“Dapat kami pastikan bahwa apa yang disampaikan Nikita tidak ada pada dokter Reza. Kami pastikan itu,” tegas Surya Batubara.

Zulkifli menambahkan, jika memang ada bukti rekaman, sebaiknya hal itu dibuktikan melalui jalur hukum. Ia juga menyindir pernyataan Nikita yang dinilai berusaha menggiring opini.

Baca Juga:  Ini Jawaban Kejagung Kala Sandra Dewi Tolak Cincin Kawin Disita

Surya Batubara bahkan menyebut klaim Nikita hanyalah “akal-akalan”. Ia menyinggung arogansi dan perilaku Nikita di persidangan.

“Akal-akalan, bisa saja karena tipikal dia kita lihat bagaimana arogansi, sombong, angkuh, bahkan hakim dibentak-bentak, di mana di persidangan hakim dibentak-bentak,” bebernya.

Pihak Reza Gladys juga menyayangkan sikap Nikita sebagai seorang ibu yang memiliki tiga anak.

“Dia punya anak 3 yang butuh bimbingan anaknya… tapi dengan keangkuhannya ya… Bagaimana putusan hakim yang akan kami dengarkan nanti selanjutnya,” tambahnya.

Reza Gladys sendiri, saat dimintai konfirmasi, mengaku tidak mengetahui sama sekali perihal rekaman yang dimaksud Nikita. “Gak tahu malah baru ini, maksudnya gimana?” respons Reza.

Baca Juga:  SYL Minta Kasus TPPU Segera Disidang, KPK Janji Tuntaskan Penyidikan

Setelah sidang usai, Nikita sempat menolak untuk kembali ke Rutan Pondok Bambu. Ia bertahan di ruang sidang selama 30 menit, menuntut agar rekaman tersebut segera diputar.

Namun, setelah permintaannya tidak dipenuhi, ia akhirnya digiring oleh belasan petugas kembali ke rutan. HUM/GIT

TAGGED: Nikita Mirzani, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, reza gladys, TPPU
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Eks Kajari Enrekang Ditahan Kejagung, Diduga Terima Suap Rp 840 Juta
18 April 2026
Eks Kajari Enrekang Didakwa Peras Rp 930 Juta di Makassar, Sempat Bersandiwara
18 April 2026
Kasus Ijazah Jokowi, Status Tiga Tersangka Dicabut Penyidikan Lima Orang Berlanjut
18 April 2026
KNKT Targetkan Laporan Awal Kecelakaan Helikopter PK-CFX di Kalbar Rampung 30 Hari
18 April 2026
Delapan Korban Helikopter PK-CFX di Sekadau Kalbar Teridentifikasi, Tunggu Rekonsiliasi
18 April 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Eks Kajari Enrekang Ditahan Kejagung, Diduga Terima Suap Rp 840 Juta
18 April 2026
Eks Kajari Enrekang Didakwa Peras Rp 930 Juta di Makassar, Sempat Bersandiwara
18 April 2026
Kasus Ijazah Jokowi, Status Tiga Tersangka Dicabut Penyidikan Lima Orang Berlanjut
18 April 2026
KNKT Targetkan Laporan Awal Kecelakaan Helikopter PK-CFX di Kalbar Rampung 30 Hari
18 April 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Kejaksaan

Eks Kajari Enrekang Ditahan Kejagung, Diduga Terima Suap Rp 840 Juta

Kejaksaan

Eks Kajari Enrekang Didakwa Peras Rp 930 Juta di Makassar, Sempat Bersandiwara

Hukum

Kasus Ijazah Jokowi, Status Tiga Tersangka Dicabut Penyidikan Lima Orang Berlanjut

Peristiwa

KNKT Targetkan Laporan Awal Kecelakaan Helikopter PK-CFX di Kalbar Rampung 30 Hari

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?