MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

5 Jurnalis Hilang saat Liput Erupsi Anak Krakatau, Jasad ABK Ditemukan 345 Km dari Titik Terakhir Kapal

Publisher: Redaktur 24 September 2026 4 Min Read
Share
Konferensi pers identifikasi jenazah Surakman, ABK Arupadhatu I yang hilang bersama lima jurnalis.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id  – Jasad pria yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, dipastikan merupakan Surakman, anak buah kapal (ABK) Arupadhatu I yang hilang bersama lima jurnalis saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, Rabu 23 September 2026.

Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan, proses identifikasi jenazah membutuhkan waktu sekitar 10 hari sejak ditemukan pada 12 September 2026.

“Dihasilkan pemeriksaan DNA kurang lebih selama 10 hari. Jadi bukan lama, bukan terlambat, tetapi memastikan tes DNA berjalan dengan baik menghasilkan kejelasan identifikasi sehingga hari ini kita sampaikan kepada rekan-rekan media,” ujar Hengki dalam konferensi pers di Polda Banten, Rabu 23 September 2026.

Jenazah Surakman ditemukan pada hari kelima operasi pencarian rombongan jurnalis yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga:  5 Jurnalis Hilang saat Liputan Anak Krakatau, SAR Telusuri Pulau Sebesi

Setelah menerima informasi tersebut, Polda Bengkulu berkoordinasi dengan Polda Banten untuk mencocokkan data antemortem dan postmortem para korban.

Hengki menjelaskan, pemeriksaan DNA tidak dapat dilakukan secara instan karena membutuhkan proses untuk memastikan identitas jenazah.

“Dua hari, tiga hari tidak bisa keluar hasil (tes DNA). Secepat-cepatnya satu minggu, paling lambat dua minggu,” ucapnya.

Kronologi Hilangnya Kapal Arupadhatu I

Kapal Arupadhatu I mengangkut lima jurnalis dan tiga kru ketika bertolak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Mereka kemudian dilaporkan hilang kontak.

Delapan orang yang berada di dalam kapal tersebut terdiri atas:

  1. M Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara.
  2. Arie Basuki, jurnalis Merdeka.com.
  3. Yudistiro Pranoto, jurnalis iNews.
  4. Firman Daus, jurnalis Anadolu Agency.
  5. Donal Husni, jurnalis lepas.
  6. Warta, kapten kapal.
  7. Surakman, ABK.
  8. Heriyanto, pemandu.

7 September 2026

Baca Juga:  Geledah Rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu, KPK Sita Uang Rp 4 Miliar dan Telusuri Dugaan Suap

Hengki mengatakan Arupadhatu I bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

Sehari kemudian, Selasa 8 September 2026, polisi menerima laporan mengenai hilangnya kontak dengan rombongan tersebut.

“Keluarga melaporkan kehilangan keluarganya yang belum kembali setelah tanggal 7 (September) berangkat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau,” ujar Hengki.

12 September 2026

Operasi pencarian dilakukan di wilayah Selat Sunda dan kemudian diperluas. Pada hari kelima pencarian, polisi menerima informasi mengenai penemuan jenazah tanpa identitas di Pulau Enggano, Bengkulu Utara.

“Di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, ditemukan jenazah Mr X,” kata Hengki.

Polda Banten kemudian berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk proses evakuasi jenazah. Tim selanjutnya mengumpulkan sampel DNA dari keluarga delapan orang yang berada dalam kapal tersebut sebagai pembanding.

Baca Juga:  KPK Dalami Pemberian Dua Mobil untuk Anggota DPRD Kota Bengkulu

23 September 2026

Hasil pemeriksaan DNA akhirnya memastikan jenazah tersebut merupakan Surakman, ABK Arupadhatu I.

“Teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayat. Tuan Yayat ini adalah putra kandung dari Bapak Surakman,” ujar Hengki.

Berdasarkan pengukuran menggunakan Google Earth sebagaimana dilaporkan dalam sumber, lokasi penemuan jenazah di Pulau Enggano berjarak sekitar 345,05 kilometer dari Pulau Sebesi, lokasi terakhir kapal rombongan tersebut terdeteksi.

Pulau Enggano berada di wilayah Bengkulu Utara dan terletak di Samudra Hindia, sebelah barat daya Pulau Sumatera.

Sementara Pulau Sebesi berada di Selat Sunda, wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.

Hingga identifikasi Surakman diumumkan, pencarian terhadap lima jurnalis dan dua kru kapal lainnya masih menjadi bagian dari operasi pencarian dan pertolongan. HUM/GIT

TAGGED: ABK Kapal, Arupadhatu I, Bengkulu, Gunung Anak Krakatau, Jasad Surakman, Jurnalis Hilang, Kapal Hilang, Pencarian Jurnalis, Polda Banten, Pulau Enggano, Selat Sunda, Surakman, Tes DNA
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

11 Kasus Super Flu di Jakarta, Pemprov DKI Ungkap Fakta Sebenarnya dan Minta Warga Tak Panik
24 September 2026
KM Virgo Tenggelam: Korban Kembali Ditemukan Nelayan, 19 Meninggal dan 116 Masih Dicari
24 September 2026
Satgas Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB Terduga Penembak ASN di Yahukimo
24 September 2026
Agus Sulaiman Divonis Mati Pembunuh Mahasiswi UMM, Mengamuk di PN Malang
24 September 2026
Kantah Kota Mojokerto yang saat ini dipimpin oleh Yetty Nurbuati Krystianti, yang merupakan istri dari Lampri, Dirjen PTPR yang ditetapkan sebagai tersangka kasus suap HBG PT Summarecon Agung Tbk.
KPK Geledah Kantah Kota Mojokerto, Jejak Tersangka Lampri Merembet ke Istrinya yang Menjabat Kepala Kantor
23 September 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

11 Kasus Super Flu di Jakarta, Pemprov DKI Ungkap Fakta Sebenarnya dan Minta Warga Tak Panik
24 September 2026
KM Virgo Tenggelam: Korban Kembali Ditemukan Nelayan, 19 Meninggal dan 116 Masih Dicari
24 September 2026
Satgas Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB Terduga Penembak ASN di Yahukimo
24 September 2026
Agus Sulaiman Divonis Mati Pembunuh Mahasiswi UMM, Mengamuk di PN Malang
24 September 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Nasional

11 Kasus Super Flu di Jakarta, Pemprov DKI Ungkap Fakta Sebenarnya dan Minta Warga Tak Panik

Peristiwa

KM Virgo Tenggelam: Korban Kembali Ditemukan Nelayan, 19 Meninggal dan 116 Masih Dicari

Peristiwa

Satgas Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB Terduga Penembak ASN di Yahukimo

Hukum

Agus Sulaiman Divonis Mati Pembunuh Mahasiswi UMM, Mengamuk di PN Malang

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?