PANDEGLANG, Memoindonesia.co.id – Empat jurnalis yang kemudian dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) sempat menginap di sebuah hotel kawasan Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin 7 September 2026.
Keempat jurnalis tersebut datang pada Minggu 6 September 2026 malam dan berencana menginap selama dua malam. Namun, pada Senin siang, mereka meninggalkan hotel untuk menuju Dermaga Pagedongan.
Penjaga hotel, Maman, mengatakan keempat jurnalis dijemput oleh jurnalis lainnya menggunakan mobil untuk menuju dermaga sebelum melanjutkan perjalanan ke Gunung Anak Krakatau.
“Minggu (6/9) malam datang, Senin siangnya berangkat meninggalkan hotel. Rencana menginap selama dua malam,” kata Maman saat ditemui di lokasi, Kamis 10 September 2026.
“Yang menginap di sini empat orang, pas siang ada yang jemput bawa mobil juga,” lanjutnya.
Mobil dengan nomor polisi B-1772-WMF yang digunakan para jurnalis tersebut hingga kini masih terparkir di halaman hotel. Sejumlah barang bawaan mereka juga masih tertinggal.
“Ini mobil milik mereka, tas di kamar hanya tinggal satu,” ujar Maman.
Diketahui, lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Kelima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Mereka bersama Warta selaku kapten speedboat, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu berangkat dari kawasan Carita, Pandeglang, menuju perairan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan.
Presiden Instruksikan Pencarian
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau.
Instruksi tersebut diberikan kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali pada Senin malam.
“Sejak rombongan 5 jurnalis bersama 3 kru kapal dilaporkan hilang kontak, sejak Senin malam Presiden Prabowo memang sudah langsung menginstruksikan KSAL untuk segera melakukan pencarian, di hari itu juga TNI-AL langsung mengirim kapal-kapalnya,” kata Teddy melalui unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet, Kamis 10 September 2026.
Teddy berharap seluruh rombongan segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Doa kita untuk keselamatan seluruh rombongan. Semoga segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Menurut Teddy, KSAL melaporkan sebanyak 11 kapal gabungan telah dikerahkan dalam operasi pencarian.
Sebelas kapal tersebut yakni:
- KRI Leuser-924.
- KRI Kerambit-627.
- KRI Lepu-861.
- KAL Anyer 1-3-64.
- KAL Pohawang 1-3-30.
- RBB Peucang Lanal Banten.
- RHIB SAR 02 Banten.
- RHIB SAR 02 Lampung.
- KN SAR Tetuka-247.
- KN SAR Basudewa-224.
- KP Sanjaya-7017. HUM/GIT


