MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Menteri PANRB Tegaskan AI Tak Bisa Gantikan ASN: Teknologi Hanya Alat Bantu

Publisher: Redaktur 26 Agustus 2026 4 Min Read
Share
Menteri PANRB Rini Widyantini. (Foto: KemenPAN-RB)
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id  – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan artificial intelligence (AI) bukan untuk menggantikan aparatur sipil negara (ASN), melainkan menjadi alat bantu untuk meningkatkan kualitas kerja dan pelayanan publik, Rabu 26 Agustus 2026.

Contents
ASN Diminta Tingkatkan Kemampuan Manfaatkan AIDPR Soroti Potensi Efisiensi ASN

Rini mengatakan AI dapat memperkuat kualitas analisis, mempercepat pekerjaan, mengolah data, hingga menyajikan informasi secara lebih utuh sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Kami memposisikan artificial intelligence sebagai alat bantu untuk memperkuat kualitas analisis dan pelayanan publik, bukan sebagai pengganti seluruh peran ASN,” kata Rini saat dihubungi, Rabu 26 Agustus 2026.

Menurut Rini, terdapat sejumlah peran ASN yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.

Peran tersebut meliputi pertimbangan kebijakan, penilaian terhadap konteks sosial di lapangan, tanggung jawab administratif, serta empati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Hal-hal tersebut tidak dapat didelegasikan kepada mesin. Karena itu, efisiensi yang kami maksud adalah efisiensi proses kerja. Pekerjaan konvensional dan rutin dapat dipercepat, sehingga ASN memiliki ruang lebih besar untuk pekerjaan yang bernilai tambah bagi masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga:  Bupati Sidoarjo Diduga Terima Potongan Insentif ASN Rp 2,7 Miliar

ASN Diminta Tingkatkan Kemampuan Manfaatkan AI

Rini mengatakan peningkatan kapabilitas ASN dalam memanfaatkan AI telah masuk dalam target rencana pembangunan nasional.

ASN didorong mampu menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

“Pemanfaatan AI harus disertai transformasi digital pemerintah. Dengan tata kelola data lintas sektor yang berbagi pakai, kualitas pemanfaatan AI akan meningkat. Dampaknya, ASN dapat bekerja lebih efisien, lebih optimal, dan lebih tepat karena berbasis data,” jelasnya.

Menurut Rini, pemanfaatan AI juga dapat membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih berkualitas.

Teknologi tersebut dapat mengolah data dalam jumlah besar dari berbagai sumber dengan lebih cepat dan akurat.

“Dengan begitu, perumusan kebijakan benar-benar berbasis data yang aktual dan komprehensif, bukan sekadar berbasis asumsi. Keputusan akhirnya tetap berada di tangan pengambil kebijakan, tetapi dasar pertimbangannya menjadi jauh lebih kuat,” katanya.

Baca Juga:  KPK Respons Surat MAKI Ke DPR Soal Usulan Panja Kasus Tahanan Rumah Yaqut

Rini menekankan kompetensi ASN tetap menjadi faktor penting di tengah perkembangan AI.

ASN yang memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi dinilai dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Pemanfaatan AI harus didahului peningkatan kompetensi ASN dan berjalan bersama transformasi digital pemerintah, agar penerapannya tepat dalam penyelenggaraan pemerintahan, dengan tetap memperhatikan aspek etika dan kedaulatan data,” ujarnya.

Ia menegaskan teknologi dan sumber daya manusia harus berjalan beriringan dalam memberikan pelayanan publik.

“Pada akhirnya, kualitas pelayanan publik ditentukan oleh kombinasi antara teknologi yang andal dan ASN yang kompeten. AI memperkuat, ASN yang memutuskan dan melayani,” jelas Rini.

DPR Soroti Potensi Efisiensi ASN

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf menyoroti pemanfaatan teknologi, termasuk AI, dalam pekerjaan ASN.

Dede menilai perkembangan AI berpotensi membuat sejumlah pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan beberapa pegawai dapat dilakukan dengan lebih efisien.

Baca Juga:  Kepala BPPD Sidoarjo Hadiri Panggilan KPK terkait Kasus Pemotongan Insentif ASN

Pernyataan itu disampaikan Dede dalam rapat kerja bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 24 Agustus 2026.

“Kalau dulu kita memerlukan ada dua tiga orang untuk membuat sebuah presentasi, sekarang tidak perlu, ya,” kata Dede.

Menurut Dede, perkembangan digitalisasi juga perlu diikuti evaluasi terhadap kebutuhan jumlah ASN di daerah.

Ia mencontohkan kantor kecamatan yang saat ini dapat memiliki puluhan pegawai.

“Padahal sebagaimana kita ketahui dengan adanya digitalisasi dan lain-lain, mungkin itu mestinya tidak perlu sampai puluhan orang. Mungkin cukup 15 sampai 20 orang,” ujarnya.

Dede kemudian mempertanyakan kesiapan pemerintah menghadapi perubahan tersebut, termasuk kemungkinan berkurangnya kebutuhan ASN akibat semakin luasnya penggunaan teknologi.

“Nah ini konteksnya kalau kita perhatikan juga, bahwa apakah ASN-ASN kita ke depan akan menjadi mass product atau akan terjadi pengurangan?” kata Dede. HUM/GIT

TAGGED: AI, ASN, Birokrasi, bkn, Dede Yusuf, Digitalisasi, DPR, PANRB, Pelayanan Publik, pemerintah, Rini Widyantini, Teknologi
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

OTT KPK di BNPB, Korupsi Dana Bencana Tuai Kecaman DPR
15 Oktober 2026
OTT KPK di BNPB, Barang Bukti Rp 3,3 Miliar, Kripto dan Ratusan Gram Emas
15 Oktober 2026
OTT KPK di BNPB, Sestama Rustian Tinggalkan Gedung KPK Usai Diperiksa
15 Oktober 2026
OTT KPK BNPB, 5 Tersangka Ditahan, Uang Rp 1,4 Miliar dan Emas Disita
15 Oktober 2026
Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka OTT KPK terkait Dana Kebencanaan
15 Oktober 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

OTT KPK BNPB, 5 Tersangka Ditahan, Uang Rp 1,4 Miliar dan Emas Disita
15 Oktober 2026
Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka OTT KPK terkait Dana Kebencanaan
15 Oktober 2026
Belum Sehari Menjabat, Kapolresta Sleman Diganti Lagi
15 Oktober 2026
Sestama BNPB Rustian Diamankan KPK, OTT Dugaan Korupsi Pengadaan Jadi Sorotan
14 Oktober 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

OTT KPK di BNPB, Korupsi Dana Bencana Tuai Kecaman DPR

Korupsi

OTT KPK di BNPB, Barang Bukti Rp 3,3 Miliar, Kripto dan Ratusan Gram Emas

Korupsi

OTT KPK di BNPB, Sestama Rustian Tinggalkan Gedung KPK Usai Diperiksa

Korupsi

OTT KPK BNPB, 5 Tersangka Ditahan, Uang Rp 1,4 Miliar dan Emas Disita

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?