MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Kepala BKN Respons Isu ASN Terancam Digantikan AI: Hanya Alat Bantu Kerja

Publisher: Redaktur 26 Agustus 2026 3 Min Read
Share
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id  – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh menanggapi isu potensi efisiensi aparatur sipil negara (ASN) seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Selasa 25 Agustus 2026.

Zudan menegaskan AI pada dasarnya merupakan teknologi yang dapat membantu ASN mempercepat sejumlah pekerjaan.

“AI itu alat bantu kerja yang bisa mempercepat proses pekerjaan tertentu,” kata Zudan saat dihubungi, Selasa 25 Agustus 2026.

Menurut Zudan, hingga saat ini seluruh kebijakan terkait ASN masih berjalan secara normal dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Ia juga menyebut belum ada pembahasan lebih lanjut di internal BKN mengenai kemungkinan efisiensi ASN akibat penggunaan AI.

Baca Juga:  ASN Kejagung Dibacok di Depok, Kejagung Tegaskan Tak Terkait Penanganan Perkara

“Semua berjalan natural, biasa dan sesuai kebutuhan. Wajar-wajar saja, belum ada yang mendesak,” tuturnya.

DPR Soroti Potensi Efisiensi ASN

Sebelumnya, isu penggunaan AI dalam pekerjaan ASN disoroti Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf.

Dede menilai perkembangan teknologi, termasuk AI, berpotensi membuat sejumlah pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan beberapa pegawai dapat dilakukan lebih efisien.

Hal itu disampaikan Dede dalam rapat kerja bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 24 Agustus 2026.

Dede mencontohkan pekerjaan pembuatan presentasi yang sebelumnya membutuhkan beberapa orang kini dapat dikerjakan dengan bantuan teknologi.

Baca Juga:  Apa Itu Rehabilitasi yang Diberikan Presiden Prabowo kepada Eks Dirut ASDP?

“Kalau dulu kita memerlukan ada dua tiga orang untuk membuat sebuah presentasi, sekarang tidak perlu, ya,” kata Dede.

Menurut Dede, perkembangan digitalisasi juga perlu diikuti dengan evaluasi terhadap kebutuhan jumlah ASN, terutama di daerah.

Ia mencontohkan kantor kecamatan yang saat ini masih dapat memiliki puluhan pegawai.

“Padahal sebagaimana kita ketahui dengan adanya digitalisasi dan lain-lain, mungkin itu mestinya tidak perlu sampai puluhan orang. Mungkin cukup 15 sampai 20 orang,” ujarnya.

Dede kemudian mempertanyakan kesiapan pemerintah menghadapi perubahan pola kerja akibat perkembangan teknologi.

Ia menyinggung kemungkinan kebutuhan terhadap jumlah ASN pada masa mendatang dapat berubah seiring semakin luasnya pemanfaatan AI.

Baca Juga:  Serahkan Sertifikat Tanah Elektronik, Kakantah Blitar Budi: Digitalisasi dan Inovasi Baru Kunci Transformasi Digital Pertanahan

“Nah ini konteksnya kalau kita perhatikan juga, bahwa apakah ASN-ASN kita ke depan akan menjadi mass product atau akan terjadi pengurangan?” kata Dede.

Isu tersebut kemudian memunculkan perbincangan mengenai masa depan pekerjaan ASN di tengah perkembangan teknologi AI.

Namun, BKN menegaskan hingga kini belum ada pembahasan mendesak mengenai pengurangan ASN akibat penerapan teknologi tersebut. HUM/GIT

TAGGED: AI, Aparatur Sipil, ASN, bkn, Dede Yusuf, Digitalisasi, DPR, Efisiensi ASN, pemerintah, PNS, Teknologi, Zudan
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Menteri PANRB Tegaskan AI Tak Bisa Gantikan ASN: Teknologi Hanya Alat Bantu
26 Agustus 2026
Revaldo Ditangkap Lagi Kasus Narkoba, Polisi Sita 3 Plastik Bekas Sabu
26 Agustus 2026
Polisi Periksa 27 Saksi, Hasil Forensik Kematian Misterius Sutrimo Segera Terungkap
26 Agustus 2026
Abdi Dalem Laporkan GKR Rumbay dan BRM Yudhistira ke Polisi, Diduga Dikeroyok saat Sekaten
26 Agustus 2026
Digerebek Selingkuh di Kamar Kos, 2 Pegawai BPN Tuban Jadi Tersangka
26 Agustus 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Menteri PANRB Tegaskan AI Tak Bisa Gantikan ASN: Teknologi Hanya Alat Bantu
26 Agustus 2026
Revaldo Ditangkap Lagi Kasus Narkoba, Polisi Sita 3 Plastik Bekas Sabu
26 Agustus 2026
Polisi Periksa 27 Saksi, Hasil Forensik Kematian Misterius Sutrimo Segera Terungkap
26 Agustus 2026
Abdi Dalem Laporkan GKR Rumbay dan BRM Yudhistira ke Polisi, Diduga Dikeroyok saat Sekaten
26 Agustus 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Pemerintahan

Menteri PANRB Tegaskan AI Tak Bisa Gantikan ASN: Teknologi Hanya Alat Bantu

Hukum

Revaldo Ditangkap Lagi Kasus Narkoba, Polisi Sita 3 Plastik Bekas Sabu

Hukum

Polisi Periksa 27 Saksi, Hasil Forensik Kematian Misterius Sutrimo Segera Terungkap

Hukum

Abdi Dalem Laporkan GKR Rumbay dan BRM Yudhistira ke Polisi, Diduga Dikeroyok saat Sekaten

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?