JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Momen keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang berjalan sambil bergandengan tangan usai upacara Hari Lahir Pancasila mendapat perhatian publik dan dinilai mencerminkan semangat persatuan nasional, Selasa, 2 Juni 2026.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengatakan, Prabowo selama ini dikenal memiliki hubungan baik dengan seluruh tokoh politik nasional, termasuk para presiden dan wakil presiden terdahulu.
“Presiden Prabowo dekat dengan semua tokoh politik. Beliau nggak punya jarak emosional dengan presiden maupun wakil presiden pendahulunya,” kata Hasan Nasbi kepada wartawan.
Menurutnya, perbedaan pandangan dalam politik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, hal tersebut tidak menghalangi terjalinnya komunikasi dan hubungan baik antartokoh bangsa.
“Ada perbedaan-perbedaan, tapi hubungan tetap baik,” ujarnya.
Hasan menegaskan bahwa Presiden Prabowo selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan persatuan nasional di atas berbagai perbedaan yang ada.
“Presiden pasti mengutamakan agenda persatuan nasional,” ucapnya.
Sebelumnya, Prabowo dan Megawati menghadiri Upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, pada Senin, 1 Juni 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin.
Usai upacara, suasana hangat terlihat ketika Prabowo berbincang dengan Jusuf Kalla dan Ma’ruf Amin. Di belakang keduanya tampak Megawati yang kemudian diajak berjalan bersama.
Prabowo sempat mempersilakan Megawati, Jusuf Kalla, dan Ma’ruf Amin untuk berjalan lebih dahulu. Namun, Megawati justru mengajak Prabowo berjalan berdampingan.
Momen tersebut menjadi perhatian karena Megawati terlihat menggandeng tangan Prabowo sambil berjalan bersama. Keduanya tampak berbincang akrab dan sesekali tertawa di hadapan para tamu undangan yang hadir. HUM/GIT

