MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

KNKT Ungkap KA Argo Bromo Tetap Dapat Sinyal Hijau sebelum Tabrak KRL

Publisher: Redaktur 22 Mei 2026 2 Min Read
Share
Petugas SAR mengevakuasi gerbong KRL rusak akibat tabrakan dengan KA Argo Bromo di Bekasi Timur.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengungkap KA Argo Bromo Anggrek tetap mendapat sinyal hijau sebelum menabrak KRL 5568A di Stasiun Bekasi Timur, Kamis 21 Mei 2026.

Fakta tersebut disampaikan Soerjanto dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Menurutnya, KA Argo Bromo Anggrek mulai bergerak dari jalur 3 Stasiun Bekasi pada pukul 20.50 WIB.

“Pukul 20:50:43 KA Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi,” ujar Soerjanto.

Ia menjelaskan, saat melintas di titik J12, KA Argo Bromo Anggrek menerima sinyal keluar berwarna hijau.

“Dengan sinyal keluar J12 beraspek hijau atau berwarna hijau,” imbuhnya.

Baca Juga:  Polisi Selidiki Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Dugaan Human Error Mengemuka

Selanjutnya, pada pukul 20.52 WIB, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL 5568A yang tengah berhenti di sekitar Stasiun Bekasi Timur.

“Pukul 20:52:12 terjadi tabrakan antara KA 4B Argo Bromo Anggrek dengan KA 5568A,” katanya.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus kemudian mempertanyakan kondisi sinyal yang tetap hijau meskipun terdapat KRL berhenti di jalur depan.

“Berarti kesimpulan yang didapat oleh KNKT waktu terjadi tabrakan antara kereta dengan mobil, terus bergeraklah kereta Argo Bromo Anggrek dan terjadilah menabrak kereta Commuter Line itu sinyalnya sudah hijau Pak ya?” tanya Lasarus.

“Sinyalnya hijau Pak,” jawab Soerjanto.

Baca Juga:  Tabrakan KA Turangga vs KA Lokal Bandung: 478 Penumpang Selamat, Evakuasi dan Investigasi Dilakukan

Lasarus menilai seharusnya sinyal berubah merah karena terdapat hambatan berupa KRL yang berhenti di jalur sekitar Bekasi Timur.

“Harusnya merah kan Pak ya? Karena di depan ada obstacle,” ujar Lasarus.

Namun, Soerjanto kembali menegaskan sinyal yang diterima KA Argo Bromo Anggrek dari Stasiun Bekasi memang berwarna hijau.

“Hijau di Stasiun Bekasinya Pak. Hijau,” tegasnya.

Dalam rapat itu, Lasarus juga menanyakan apakah insiden tabrakan taksi dengan KRL di jalur berlawanan sudah terjadi sebelum KA Argo Bromo Anggrek bergerak.

“Di saat 20:50:43 sudah terjadi Pak,” jawab Soerjanto.

KNKT hingga kini masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur tersebut. HUM/GIT

Baca Juga:  Fakta Tragedi Kereta di Bekasi Terungkap, DPR Soroti Sinyal Hijau dan SOP Rem
TAGGED: investigasi knkt, ka argo bromo, kecelakaan kereta, KNKT, Komisi V DPR, krl bekasi, lasarus, sinyal hijau, Soerjanto Tjahjono, stasiun bekasi timur, tabrakan kereta, tragedi bekasi
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi, Kholilur Rohman.
Modus Haji Ilegal Makin Licin: Naik Business Class, Tembus Autogate, Imigrasi Surabaya Bongkar Polanya
22 Mei 2026
KNKT Targetkan Investigasi Kecelakaan Kereta di Bekasi Rampung 3 Bulan
22 Mei 2026
Kejagung Geledah Sejumlah Lokasi di Jakarta dan Kalbar Terkait Kasus IUP Bauksit
22 Mei 2026
Bareskrim Musnahkan 20,9 Ton Bawang Impor Ilegal Senilai Rp 676 Juta
22 Mei 2026
Pengusaha Tambang Bauksit di Kalbar Jadi Tersangka Kasus IUP PT QSS
22 Mei 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

KNKT Targetkan Investigasi Kecelakaan Kereta di Bekasi Rampung 3 Bulan
22 Mei 2026
Kejagung Geledah Sejumlah Lokasi di Jakarta dan Kalbar Terkait Kasus IUP Bauksit
22 Mei 2026
Bareskrim Musnahkan 20,9 Ton Bawang Impor Ilegal Senilai Rp 676 Juta
22 Mei 2026
Pengusaha Tambang Bauksit di Kalbar Jadi Tersangka Kasus IUP PT QSS
22 Mei 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi, Kholilur Rohman.
Imigrasi

Modus Haji Ilegal Makin Licin: Naik Business Class, Tembus Autogate, Imigrasi Surabaya Bongkar Polanya

Peristiwa

KNKT Targetkan Investigasi Kecelakaan Kereta di Bekasi Rampung 3 Bulan

Kejaksaan

Kejagung Geledah Sejumlah Lokasi di Jakarta dan Kalbar Terkait Kasus IUP Bauksit

Bareskrim

Bareskrim Musnahkan 20,9 Ton Bawang Impor Ilegal Senilai Rp 676 Juta

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?