SIDOARJO, Memoindonesia.co.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam membangun kualitas sumber daya manusia kembali ditegaskan di tahun 2026.
Sebanyak 4.000 beasiswa digelontorkan untuk pelajar dan mahasiswa, sebagai tameng agar tak ada lagi anak Sidoarjo yang gagal sekolah hanya karena alasan ekonomi.
Penyerahan simbolis dilakukan langsung oleh Bupati Sidoarjo, Subandi, kepada 1.000 penerima di Mal Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo, Kamis (10/7). Sementara 3.000 penerima lainnya diproses melalui masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Subandi menegaskan, beasiswa bukan sekadar bantuan, melainkan investasi besar untuk masa depan daerah.
“Ini bukan uang bantuan biasa, ini investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul yang siap bersaing di dunia kerja,” tegasnya.
Rinciannya, beasiswa diberikan kepada sekitar 2.000 mahasiswa, 1.500 siswa SD dan SMP, serta 500 siswa SMA. Program ini menyasar berbagai kelompok, mulai dari pelajar yatim, keluarga kurang mampu, hingga mahasiswa berprestasi akademik dan nonakademik.
Ia menekankan, negara wajib hadir memastikan pendidikan tetap bisa diakses semua anak.
“Jangan sampai anak-anak yatim putus sekolah karena biaya. Mereka harus tetap sekolah, minimal sampai SMA. Bahkan yang kuliah harus terus didorong agar sukses dan bisa mengangkat derajat keluarganya,” ujarnya.
Namun, Subandi juga memberi peringatan keras kepada penerima. Beasiswa dari APBD adalah amanah rakyat yang wajib dipertanggungjawabkan dengan prestasi.
“Jangan sampai sudah dibiayai, tapi setelah lulus malah menganggur, nongkrong, atau hanya sibuk dengan HP. Harus kerja keras, tingkatkan kompetensi,” tandasnya.
Program ini menjadi bagian dari langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045. Pemkab Sidoarjo menargetkan tidak ada satu pun anak yang kehilangan hak pendidikan.
Kepala Disporapar Sidoarjo, Yudhi Irianto, merinci total 4.000 penerima dibagi melalui sejumlah OPD. Sebanyak 1.000 mahasiswa berprestasi ditangani Disporapar, 1.000 penerima dari Dinas Sosial (500 mahasiswa dan 500 siswa SMA kategori yatim/kurang mampu), 500 mahasiswa keagamaan melalui Bagian Kesra, serta 1.500 siswa SD dan SMP melalui Dinas Pendidikan.
“Yang hadir hari ini 1.000 penerima, sisanya 3.000 masih berproses di OPD masing-masing,” jelasnya.
Besaran bantuan mencapai Rp 1,5 juta untuk siswa SMA sederajat dan Rp 5 juta bagi mahasiswa. Pemkab berharap program ini tak hanya meringankan beban biaya pendidikan, tetapi juga melahirkan generasi muda Sidoarjo yang tangguh, berprestasi, dan siap membangun daerah. HUM/BAD

