JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Mantan Menteri Pendidikan, Riset, Kebudayaan dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menjalani sidang tuntutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Sidang tuntutan tersebut digelar setelah Nadiem diperiksa sebagai terdakwa pada Senin, 11 Mei 2026. Majelis hakim kemudian menjadwalkan agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum.
“Jadi berarti tetap tanggal 13 Mei dulu untuk tuntutan,” ujar Ketua Majelis Hakim Purwanto S Abdullah.
Dalam perkara tersebut, Nadiem didakwa melakukan tindak pidana korupsi terkait pengadaan laptop Chromebook saat menjabat Mendikbudristek. Proyek tersebut disebut menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 2,1 triliun.
Menurut jaksa, nilai kerugian negara berasal dari dugaan kemahalan harga Chromebook sebesar Rp 1.567.888.662.716,74.
Selain itu, terdapat pengadaan Chrome Device Management (CDM) yang dinilai tidak diperlukan dan tidak bermanfaat senilai USD 44.054.426 atau setara Rp 621.387.678.730.
Selain Nadiem, terdapat tiga terdakwa lain dalam perkara tersebut. Mereka ialah Sri Wahyuningsih selaku mantan Direktur Sekolah Dasar Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah tahun 2020-2021, Mulyatsyah selaku mantan Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020, serta Ibrahim Arief atau Ibam selaku tenaga konsultan Kemendikbudristek era Nadiem.
Sementara itu, Sri Wahyuningsih dan Mulyatsyah telah lebih dahulu divonis bersalah oleh majelis hakim. Sri dijatuhi hukuman empat tahun penjara, sedangkan Mulyatsyah divonis empat tahun enam bulan penjara.
Selain itu, mantan staf khusus Nadiem bernama Jurist Tan hingga kini masih berstatus buron.
Kemudian, Ibrahim Arief atau Ibam juga telah menjalani sidang putusan. Ia divonis empat tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 120 hari kurungan. HUM/GIT

