MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Eks Pejabat Pajak Jadi Calon Hakim Agung, DPR Pertanyakan Motivasinya

Publisher: Redaktur 13 Agustus 2026 3 Min Read
Share
Calon Hakim Agung Kamar TUN (pajak) Hari Sih Advianto menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi III DPR, Kamis 13 Agustus 2026.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Komisi III DPR mempertanyakan motivasi Hari Sih Advianto menjadi calon Hakim Agung Kamar TUN (pajak) setelah sebelumnya berkarier sebagai pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kamis 13 Agustus 2026.

Hari Sih Advianto menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon hakim agung dan calon hakim ad hoc di ruang Komisi III DPR, Senayan, Jakarta.

Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengulik alasan Hari Sih Advianto memilih jalur hakim setelah memiliki rekam jejak panjang di bidang perpajakan.

“Sejak kapan Saudara bercita-cita menjadi hakim? Dan kenapa mesti menjadi hakim? Padahal pejabat pajak itu bukan jabatan yang sembarangan. Kok ingin menjadi hakim?” tanya I Wayan Sudirta dalam rapat.

Baca Juga:  KY Investigasi Penusukan Hakim PA Batam, Dorong Pengamanan Khusus

Wayan menilai jabatan hakim merupakan pekerjaan yang berat sekaligus penuh tantangan.

Karena itu, dia meminta Hari menjelaskan alasan dan motivasi yang membuatnya yakin untuk menjadi calon Hakim Agung Kamar TUN.

“Kan tantangan menjadi hakim itu kan berat. Bisakah Saudara ceritakan agar kami bisa meyakinkan? Walaupun dari gestur Saudara, Saudara agak yakin,” kata Wayan.

“Saudara punya keyakinan yang tinggi untuk jadi hakim. Tapi kami perlu tahu, perlu cerita yang lebih menyentuh, kenapa Saudara layak diloloskan sebagai hakim agung?” tambahnya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Hari menjelaskan perjalanan kariernya yang dimulai di Direktorat Jenderal Pajak.

Hari mengungkapkan dirinya bekerja di DJP sejak 1991 hingga 2009 sebelum melanjutkan karier sebagai widyaiswara perpajakan.

Baca Juga:  PDI-P Dorong Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Disidangkan di Peradilan Umum

“Saya dulu kerja di Direktorat Jenderal Pajak, itu dari tahun ’91 sampai tahun 2009. Kemudian saya pindah menjadi widyaiswara perpajakan, saya tenaga pengajar dan trainer untuk para pegawai di pengadilan pajak, di pusdiklat perpajakan,” ujar Hari.

Hari mengatakan keputusannya menjadi hakim pada awalnya bukan bagian dari rencana karier.

Namun, setelah mendapatkan kesempatan mengikuti rekrutmen hakim, dia memilih memanfaatkannya dengan memperdalam pengetahuan di bidang hukum.

“Kemudian setelah itu ada rekrutmen hakim, saya mendaftar hakim. Memang betul tidak ada rencana sebenarnya, karena basic saya memang akuntansi Bapak,” katanya.

Hari mengakui latar belakang pendidikannya bukan bidang hukum.

Setelah mengikuti rekrutmen hakim, dia kemudian mempelajari hukum hingga menempuh pendidikan doktoral di bidang hukum.

Baca Juga:  Fantastis, Perputaran Dana Dugaan Judi Online di DPR Capai Rp 1,9 Miliar

“Jadi memang tidak di bidang hukum. Kemudian setelah ada kesempatan itu, baru kami belajar hukum sampai akhirnya ambil S3 Hukum,” sambungnya.

Terkait motivasinya menjadi calon Hakim Agung, Hari mengatakan setiap orang memiliki kewajiban untuk mengembangkan kemampuan dan talenta yang dimiliki.

Dia juga meyakini seseorang seharusnya dapat memberikan manfaat bagi orang lain melalui kemampuan yang dimilikinya.

“Dan mengenai motivasi menjadi hakim agung, kita semua punya kewajiban mengembangkan talenta diri Bapak. Dan manusia yang paling baik adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain,” imbuhnya.

Hari menegaskan dirinya ingin mengembangkan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki agar dapat memberikan manfaat lebih luas melalui tugas sebagai hakim. HUM/GIT

TAGGED: DJP, DPR, fit and proper test, hakim, Hakim Agung, Hari Sih Advianto, Komisi III DPR, Pajak, pejabat pajak, Pengadilan Pajak, TUN, Wayan Sudirta
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Agung Winarno Diadili Kasus TPPU Zarof Ricar, Sorotan Aset Rp 915 Miliar dan 51 Kg Emas
14 September 2026
Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, 6 Tewas dan 129 Masih Dicari
14 September 2026
Suasana pelayanan pembuatan paspor bagi jemaah calon haji melalui layanan Eazy Paspor di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Salatiga.
Eazy Paspor Jemput Bola, Imigrasi Semarang Layani 214 Calon Jemaah Haji Salatiga Urus Paspor
14 September 2026
Kakanwil Ditjen Imigrasi Riau, Agung Prianto saat menerima kunjungan Kakanwil Ditjen Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan.
Perkuat Pengawasan Lintas Wilayah, Imigrasi Kepri Sambangi Riau-Pekanbaru
14 September 2026
Serda Ahmad Tewas Diduga Dianiaya Senior di Magetan, 4 Orang Ditahan Puspom AU
14 September 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Agung Winarno Diadili Kasus TPPU Zarof Ricar, Sorotan Aset Rp 915 Miliar dan 51 Kg Emas
14 September 2026
Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, 6 Tewas dan 129 Masih Dicari
14 September 2026
Kakak Beradik Tewas Terjebak Kebakaran Rumah di Surabaya, Pintu Kamar Terkunci dari Luar
14 September 2026
Betrand Peto Dilaporkan Dugaan Kekerasan Seksual, Korban ANW Ungkap Kronologi
14 September 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Agung Winarno Diadili Kasus TPPU Zarof Ricar, Sorotan Aset Rp 915 Miliar dan 51 Kg Emas

Peristiwa

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, 6 Tewas dan 129 Masih Dicari

Suasana pelayanan pembuatan paspor bagi jemaah calon haji melalui layanan Eazy Paspor di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Salatiga.
Imigrasi

Eazy Paspor Jemput Bola, Imigrasi Semarang Layani 214 Calon Jemaah Haji Salatiga Urus Paspor

Kakanwil Ditjen Imigrasi Riau, Agung Prianto saat menerima kunjungan Kakanwil Ditjen Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan.
Headlines

Perkuat Pengawasan Lintas Wilayah, Imigrasi Kepri Sambangi Riau-Pekanbaru

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?