MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Terdakwa Migor M Syafei Curhat Ribut dengan Istri Akibat Pertanyaan Penyidik

Publisher: Redaktur 22 Januari 2026 2 Min Read
Share
M Syafei saat ditahan Kejaksaan Agung terkait kasus minyak goreng.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Terdakwa kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dan suap vonis lepas minyak goreng, M Syafei, mengaku sempat bertengkar dengan istrinya akibat pertanyaan penyidik soal keberadaan anak perempuan, Rabu 21 Januari 2026.

Pengakuan tersebut disampaikan M Syafei saat istrinya, Sovista Maya Khrisna, dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Syafei mengatakan dirinya dan Sovista hanya memiliki dua anak laki-laki, namun penyidik justru menanyakan keberadaan anak perempuan.

“Mungkin istri saya nggak jelaskan, sampai kita pertama kali ketemu berantem, Pak, dikira saya punya istri lain, karena ada salah satu jaksa menanyakan sama istri saya, ‘anak Ibu berapa?’, ‘dua, dua-dua laki-laki’. Ditanya, ‘anak perempuan Pak Syafei di mana?’,” kata Syafei di persidangan.

Baca Juga:  KPK Panggil Sekretaris Camat Kedungwaringin Terkait Kasus Suap Bupati Bekasi

Sementara itu, ketua majelis hakim sempat menanyakan maksud pertanyaan yang ingin disampaikan Syafei kepada istrinya di ruang sidang.

“Pertanyaannya itu ada dibegitukan?” ujar Syafei menjawab pertanyaan hakim.

Sovista kemudian membenarkan bahwa pertanyaan tersebut memang disampaikan penyidik saat pemeriksaan, baik di rumah maupun di Kejaksaan Agung.

“Iya betul, di rumah dan di Kejagung saya diperiksa, itu pun ditanya lagi,” ujar Sovista.

Hakim kembali menegaskan pertanyaan tersebut kepada saksi, yang dinilai tidak lazim.

“Ada ditanya gitu ya? Apakah ‘mana anak perempuan Pak Syafei?’,” tanya hakim.

“Iya, aneh ya, Pak,” timpal Sovista.

Mendengar keterangan itu, hakim menilai wajar jika Syafei merasa tersinggung dengan pertanyaan tersebut.

Baca Juga:  Eks Konsultan Nadiem Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Chromebook Meski Tak Terima Uang

“Iyalah meradang juga awak dengarnya,” ujar hakim.

Menanggapi hal itu, Syafei mengaku kondisi tersebut berdampak pada keharmonisan keluarganya.

“Iya, Pak, artinya kan ini saya sudah hancur, keluarga saya,” kata Syafei.

Sebagai informasi, Marcella Santoso didakwa memberikan suap sebesar Rp 40 miliar untuk vonis lepas perkara korupsi pengurusan izin ekspor crude palm oil atau bahan minyak goreng.

Jaksa menyebut suap tersebut diberikan Marcella bersama tiga terdakwa lain, yakni Ariyanto, Juanedi Saibih, serta M Syafei selaku perwakilan pihak korporasi Wilmar Group, Permata Hijau Group, dan Musim Mas Group.

Selain itu, Marcella Santoso, Ariyanto, dan M Syafei juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang. HUM/GIT

Baca Juga:  Pengacara Protes Nadiem Langsung Dibawa Keluar Usai Sidang Diskors
TAGGED: Jakarta, kasus migor, m syafei, Pencucian Uang, Pengadilan Tipikor, penyidik kejagung, sidang tipikor, sovista maya, suap vonis, Wilmar Group
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Dwi Bagus Bersimpuh di Hadapan Istri Sah Usai Rekonstruksi Pembunuhan Dini di Madiun
29 Oktober 2026
Dwi Bagus Terinspirasi Film, Bakar dan Giling Jasad Dini serta Anak di Madiun
29 Oktober 2026
Istri Sah Dwi Bagus Tak Tahu Pembunuhan Dini dan Anaknya di Madiun
29 Oktober 2026
Kepala Kantor Imigrasi Semarang, Ari Widodo, bersama jajaran Forkopimda menyaksikan launching Beranda Imigrasi.
Beranda Imigrasi di Muladi Dome Undip Resmi Dibuka: Layani Paspor Umum hingga 280 Kuota per Hari
29 Oktober 2026
Jajaran petugas Imigrasi Juanda bersama jajaran perwakilan Forkopimda Surabaya me-launching Beranda Imigrasi BG Junction.
Identitas Diseragamkan, Imigrasi Juanda Perkuat Akses Layanan Keimigrasian Lewat Beranda Imigrasi
28 Oktober 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Dwi Bagus Bersimpuh di Hadapan Istri Sah Usai Rekonstruksi Pembunuhan Dini di Madiun
29 Oktober 2026
Dwi Bagus Terinspirasi Film, Bakar dan Giling Jasad Dini serta Anak di Madiun
29 Oktober 2026
Istri Sah Dwi Bagus Tak Tahu Pembunuhan Dini dan Anaknya di Madiun
29 Oktober 2026
Polisi Angkut Karimun AE 1198 RR dari Rumah Orang Tua Dwi Bagus, Terkait Kasus Pembunuhan Ibu-Anak?
28 Oktober 2026

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Dwi Bagus Bersimpuh di Hadapan Istri Sah Usai Rekonstruksi Pembunuhan Dini di Madiun

Hukum

Dwi Bagus Terinspirasi Film, Bakar dan Giling Jasad Dini serta Anak di Madiun

Hukum

Istri Sah Dwi Bagus Tak Tahu Pembunuhan Dini dan Anaknya di Madiun

Kepala Kantor Imigrasi Semarang, Ari Widodo, bersama jajaran Forkopimda menyaksikan launching Beranda Imigrasi.
Headlines

Beranda Imigrasi di Muladi Dome Undip Resmi Dibuka: Layani Paspor Umum hingga 280 Kuota per Hari

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?