MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Hasto di Ruang Sidang: Tuding Tuntutan ‘Orderan’ dan Singgung Kasus Anas-Antasari

Publisher: Redaktur 19 Juli 2025 2 Min Read
Share
Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Suasana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memanas pada Jumat, 18 Juli 2025, saat Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto membacakan duplik dalam kasus dugaan suap penggantian antarwaktu (PAW) anggota DPR untuk Harun Masiku dan perintangan penyidikan.

Hasto, yang dituntut 7 tahun penjara dan denda Rp 600 juta oleh jaksa KPK, menyatakan keterkejutannya dan mempertanyakan keadilan tuntutan tersebut.

Hasto secara terang-terangan menyebut tuntutan yang diterimanya sebagai “aneh,” terutama denda Rp 600 juta mengingat tidak adanya kerugian negara dalam kasus yang menjeratnya.

“Pertanyaan ini penting, sebab penuntut umum juga punya tanggung jawab profesi dan etis. Nama-nama para penuntut umum tersebut akan menjadi catatan sejarah di dalam penegakan hukum yang seharusnya berkeadilan. Apalagi dengan denda Rp 600 juta, sungguh sangat aneh. Kasus ini tidak ada kerugian negara,” ujarnya dalam persidangan.

Baca Juga:  Eks Ajudan Ungkap Detik-Detik OTT KPK Terhadap Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Dalam Pesawat

Lebih jauh, Hasto menuding bahwa tuntutan 7 tahun penjara tersebut bukan murni dari hati nurani jaksa, melainkan ada “order kekuatan” dari luar. Ia mengklaim bahwa pengaruh eksternal terhadap KPK bukanlah hal baru, melainkan sudah terjadi sejak lama.

Untuk mendukung argumennya, Hasto lantas menyinggung dua kasus besar yang pernah mengguncang publik: kasus korupsi proyek Hambalang yang menjerat Anas Urbaningrum dan kasus yang menimpa mantan Ketua KPK Antasari Azhar terkait kematian Nasrudin Zulkarnaen.

“Kasus bocornya sprindik Anas Urbaningrum misalnya. Juga persoalan yang menimpa mantan Ketua KPK Antasari Azhar, sangat kental sekali bagaimana kekuatan atau kekuasaan politik di luar telah memengaruhi KPK,” tegas Hasto.

Baca Juga:  Hasto Kristiyanto Minta Pegawai Rendam HP sebelum Dirinya Diperiksa KPK

Dalam kasus ini, jaksa meyakini Hasto bersalah melanggar Pasal 21 UU Tipikor juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP dan Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. HUM/GIT

TAGGED: Anas Urbaningrum, Antasari Azhar, Harun Masiku, Hasto Kristiyanto, PAW, Pengadilan Tipikor Jakarta, Sekjen PDI-P
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Bupati Boltara Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, PDI-P Tunggu Laporan Resmi
22 September 2026
Update KM Virgo: 3 Korban Kembali Ditemukan, 117 Orang Masih Dicari
22 September 2026
Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Diduga Terkait Proyek Jalan
22 September 2026
Banjir Bandang Solok-Padang Lumpuh, Jalan Arosuka Ditutup dan Pengendara Dialihkan
22 September 2026
Jaksa Cecar Eks Stafsus Yaqut soal Kedekatan: Diakui Jadi Faktor Penunjukan
22 September 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Bupati Boltara Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, PDI-P Tunggu Laporan Resmi
22 September 2026
Update KM Virgo: 3 Korban Kembali Ditemukan, 117 Orang Masih Dicari
22 September 2026
Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Diduga Terkait Proyek Jalan
22 September 2026
Banjir Bandang Solok-Padang Lumpuh, Jalan Arosuka Ditutup dan Pengendara Dialihkan
22 September 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

Bupati Boltara Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, PDI-P Tunggu Laporan Resmi

Peristiwa

Update KM Virgo: 3 Korban Kembali Ditemukan, 117 Orang Masih Dicari

Korupsi

Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Diduga Terkait Proyek Jalan

Peristiwa

Banjir Bandang Solok-Padang Lumpuh, Jalan Arosuka Ditutup dan Pengendara Dialihkan

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?