MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Novel Baswedan Kritik Febri Diansyah Jadi Pengacara Hasto: Kebangetan

Publisher: Redaktur 15 Maret 2025 2 Min Read
Share
Novel Baswedan.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, mengkritik langkah Febri Diansyah yang kini menjadi pengacara Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto, tersangka kasus korupsi suap dan perintangan penyidikan.

Novel menilai Febri, yang pernah menjadi Juru Bicara KPK, bukan hanya membela Hasto di pengadilan, tetapi juga berupaya membentuk persepsi publik terkait kasus yang menjerat politisi PDI-P tersebut.

Novel mengingatkan rekam jejak Febri setelah mundur dari jabatannya sebagai Juru Bicara KPK pada Desember 2019. Sejak menjadi pengacara, Febri justru membela sejumlah tersangka kasus besar, termasuk Ferdy Sambo dan mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Baca Juga:  Trik Jahat Kuota Haji: Pelunasan Dibuat Mepet Agar Gagal, Kursi Jemaah Dijual ke 'Sultan'

“Kita semua sudah melihat yang bersangkutan pernah mendampingi kasus Sambo. Selain itu, dia juga mendampingi kasus SYL, yang merupakan tersangka korupsi. Padahal, dia dulu bertugas di KPK dan mengklaim sebagai aktivis antikorupsi,” ujar Novel pada Jumat 14 Maret 2025.

Menurut Novel, langkah Febri bertentangan dengan prinsip yang pernah dipegangnya saat masih aktif di KPK. Kini, Febri menjadi bagian dari tim hukum Hasto, yang sebelumnya juga dikaitkan dengan kasus Harun Masiku—buronan dalam skandal suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR.

Novel menegaskan bahwa peran Febri dalam kasus Hasto tidak sebatas pembelaan di persidangan, tetapi juga membentuk opini publik untuk mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap proses hukum yang berjalan di KPK.

Baca Juga:  KPK Periksa Sekretaris dan Bendahara Saat Geledah Kantor KONI Jatim Terkait Korupsi Dana Hibah Pokmas

“Sekarang yang bersangkutan juga membela Hasto, bahkan pembelaannya cukup progresif. Maksudnya, bukan hanya di pengadilan, tapi juga berupaya membentuk persepsi di publik,” tegas Novel.

Ia juga menyayangkan bahwa Febri seolah mengabaikan peran Hasto dan PDI-P dalam melemahkan KPK pada 2019, termasuk terkait revisi UU KPK yang kontroversial.

“Saat kasus Harun Masiku dan Hasto mencuat, Febri masih menjadi Juru Bicara KPK. Belum lagi peran Hasto dan kawan-kawan dalam melemahkan pemberantasan korupsi. Namun sekarang, Febri justru memilih membelanya,” kritik Novel.

Di akhir pernyataannya, Novel hanya menyampaikan satu kata untuk menggambarkan sikap Febri.

Baca Juga:  KPK Buka Peluang Panggil Atalia Praratya Usai Periksa Ridwan Kamil

“Dari semua hal tersebut, saya hanya bisa menanggapi dengan satu kata: kebangetan. Itu saja,” tutupnya. HUM/GIT

TAGGED: aktivis antikorupsi, Febri Diansyah, Harun Masiku, Kasus suap, Korupsi, KPK, Novel Baswedan, pengacara Hasto, perintangan penyidikan, revisi UU KPK
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Dalih Pedangdut Fadia Arafiq Tak Paham Aturan Usai Jadi Tersangka Korupsi Proyek Pemkab Pekalongan
6 Maret 2026
OTT KPK: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Jadi Tersangka, Diduga Nikmati Rp 5,5 Miliar dari Proyek Outsourcing
6 Maret 2026
MAKI Desak KPK Terapkan TPPU dalam Kasus Korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
6 Maret 2026
Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang Km 93, Sopir dan Kernet Pikap Tewas
6 Maret 2026
Tabrakan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang Km 93 Tewaskan Dua Orang
6 Maret 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Dalih Pedangdut Fadia Arafiq Tak Paham Aturan Usai Jadi Tersangka Korupsi Proyek Pemkab Pekalongan
6 Maret 2026
OTT KPK: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Jadi Tersangka, Diduga Nikmati Rp 5,5 Miliar dari Proyek Outsourcing
6 Maret 2026
MAKI Desak KPK Terapkan TPPU dalam Kasus Korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
6 Maret 2026
Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang Km 93, Sopir dan Kernet Pikap Tewas
6 Maret 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

Dalih Pedangdut Fadia Arafiq Tak Paham Aturan Usai Jadi Tersangka Korupsi Proyek Pemkab Pekalongan

Korupsi

OTT KPK: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Jadi Tersangka, Diduga Nikmati Rp 5,5 Miliar dari Proyek Outsourcing

Korupsi

MAKI Desak KPK Terapkan TPPU dalam Kasus Korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Peristiwa

Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang Km 93, Sopir dan Kernet Pikap Tewas

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?