BIMA, Memoindonesia.co.id – Belasan relawan atau pekerja operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bolo dan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga terpapar hepatitis berdasarkan hasil skrining kesehatan yang dilakukan puskesmas setempat, Rabu, 5 Agustus 2026.
Kepala Puskesmas Bolo, Nurjanah, membenarkan adanya sejumlah relawan dapur MBG yang dinyatakan reaktif hepatitis setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Iya betul. Berdasarkan laporan yang diberikan oleh tenaga kesehatan (nakes) lapangan ada sejumlah yang reaktif memang,” kata Nurjanah.
Ia menjelaskan, hasil skrining kesehatan menemukan beberapa relawan di dapur MBG Kecamatan Bolo yang menunjukkan hasil reaktif hepatitis.
Namun, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan jumlah relawan yang dinyatakan reaktif di wilayah tersebut.
Nurjanah menyebut proses pendataan dan tindak lanjut masih terus dilakukan oleh petugas kesehatan.
Sementara itu, temuan serupa juga terjadi di Kecamatan Soromandi.
Kepala Puskesmas Soromandi, Nasaruddin, mengatakan sekitar 15 relawan dari dua dapur MBG dinyatakan positif hepatitis.
Menurutnya, sebanyak 10 orang berasal dari satu dapur MBG, sedangkan lima orang lainnya berasal dari dapur MBG berbeda.
“Di Kecamatan Soromandi, satu dapur ada 10 orang yang positif dan satu dapur lainnya ada 5 orang,” ujar Nasaruddin.
Menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut, Puskesmas Soromandi telah merekomendasikan kepada mitra atau pengelola dapur MBG agar segera mengganti relawan yang dinyatakan terpapar atau positif hepatitis.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan kesehatan dalam operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis. HUM/GIT


