MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Motif Pembacokan Remaja Saat Konvoi HUT Persebaya Terungkap, Dipicu Cekcok Antarkelompok

Publisher: Redaktur 22 Juni 2026 2 Min Read
Share
Ilustrasi
Ad imageAd image

SURABAYA,  Memoindonesia.co.id – Polisi mengungkap motif pembacokan terhadap remaja berinisial GAD (16) alias Ado hingga tewas saat konvoi Anniversary Persebaya ke-99 diduga dipicu perselisihan antara dua kelompok, Minggu 21 Juni 2026.

Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya Iptu Evan Caesar Ibrahim mengatakan berdasarkan pemeriksaan sementara, peristiwa berdarah tersebut berawal dari cekcok yang terjadi antarkelompok.

“Motif awal karena cekcok terjadi perselisihan antar 2 kelompok, Mas,” kata Evan Caesar Ibrahim.

Meski demikian, polisi masih mendalami keterangan tersangka MN yang telah ditangkap di Sampang, Madura. Sebab, celurit yang digunakan dalam aksi pembacokan diketahui telah dipersiapkan sebelum kejadian.

Baca Juga:  Kanimsus Surabaya Merilis Inovasi 'Lentera Keimigrasian' untuk Meningkatkan Layanan Konsultasi Hukum Keimigrasian

Menurutnya, penyidik masih mengembangkan penyelidikan terkait alasan tersangka mengeluarkan senjata tajam dan menyerang korban.

“Jadi, pelaku karena terdesak oleh beberapa orang dari kelompok lain mengeluarkan celurit dan dengan asal melawan yang maju dari kelompok lain tersebut,” ujarnya.

Selain itu, hasil autopsi mengungkap korban meninggal dunia akibat kehilangan banyak darah setelah mengalami luka sabetan di bagian vital tubuh.

“Makannya dari korban juga kalau hasil otopsi lukanya acak, karena kena di bagian nadi besar sehingga kehabisan darah dan menyebabkan meninggal dunia,” tutupnya.

Sebelumnya, perayaan Anniversary ke-99 Persebaya menyisakan duka setelah seorang remaja dilaporkan meninggal dunia akibat diduga menjadi korban pembacokan oleh orang tidak dikenal.

Baca Juga:  Tawuran di Sidoarjo Menelan Dua Korban, Satu Tewas dan Satu Luka Berat

Korban diketahui berinisial GA (16) alias Ado, warga Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

Kakak korban, Ellen, mengatakan adiknya sempat mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara setelah kejadian. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

“Jam 03.00 WIB dikabari keluarga kalau adik saya sudah di rumah sakit. Setelah itu setengah jam penanganan gitu ternyata sudah meninggal dunia,” kata Ellen, Kamis 18 Juni 2026. HUM/GIT

TAGGED: ado, celurit, gad, hut persebaya, Jatanras, Kriminal, motif pembacokan, pembacokan remaja, Persebaya, Polrestabes Surabaya, Sidoarjo, suporter bola
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Perkuat sinergi lintas instansi, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari resmi menjalin kerja sama dengan DPMPTSP dan Mal Pelayanan Publik Kabupaten Konawe, Kolaka Utara, serta Bombana dalam penandatanganan Nota Kesepakatan di Claro Hotel Kendari, Rabu (5/8/2026).
Imigrasi Kendari Perkuat Integrasi Layanan, Gandeng Tiga Daerah Optimalkan Data Keimigrasian
7 Agustus 2026
25 Siswa dan Guru di Bogor Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG
7 Agustus 2026
Roy Suryo Kembali Gagal di Praperadilan, Gugatan Ganti Rugi Tak Diterima PN Jakarta Selatan
7 Agustus 2026
MAKI Dukung MUI: Koruptor Layak Dihukum Mati dan Seluruh Asetnya Dirampas
6 Agustus 2026
Sahroni Dorong RUU Perampasan Aset Ketimbang Hukuman Mati Koruptor, Fokus Pulihkan Uang Negara
6 Agustus 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Roy Suryo Kembali Gagal di Praperadilan, Gugatan Ganti Rugi Tak Diterima PN Jakarta Selatan
7 Agustus 2026
Sahroni Dorong RUU Perampasan Aset Ketimbang Hukuman Mati Koruptor, Fokus Pulihkan Uang Negara
6 Agustus 2026
Yusril: Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Diatur UU, Hakim Tetap Pertimbangkan Keadilan
6 Agustus 2026
Belasan Relawan Dapur MBG di Bima Diduga Terpapar Hepatitis, Puskesmas Rekomendasikan Penggantian
6 Agustus 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Perkuat sinergi lintas instansi, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari resmi menjalin kerja sama dengan DPMPTSP dan Mal Pelayanan Publik Kabupaten Konawe, Kolaka Utara, serta Bombana dalam penandatanganan Nota Kesepakatan di Claro Hotel Kendari, Rabu (5/8/2026).
Imigrasi

Imigrasi Kendari Perkuat Integrasi Layanan, Gandeng Tiga Daerah Optimalkan Data Keimigrasian

Nasional

25 Siswa dan Guru di Bogor Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG

Hukum

Roy Suryo Kembali Gagal di Praperadilan, Gugatan Ganti Rugi Tak Diterima PN Jakarta Selatan

Korupsi

MAKI Dukung MUI: Koruptor Layak Dihukum Mati dan Seluruh Asetnya Dirampas

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?