MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

KNKT Targetkan Investigasi Kecelakaan Kereta di Bekasi Rampung 3 Bulan

Publisher: Redaktur 22 Mei 2026 2 Min Read
Share
Petugas SAR gabungan mengevakuasi gerbong KRL yang rusak akibat tabrakan di Bekasi Timur.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Komite Nasional Keselamatan Transportasi menargetkan investigasi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur rampung dalam waktu dua hingga tiga bulan, Kamis 21 Mei 2026.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan proses investigasi masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.

“Kita berharap kalau semuanya lancar antara dua sampai tiga bulan lah,” ujar Soerjanto di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

“Ya, mudah-mudahan bisa kita ambil kesimpulan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Soerjanto juga mengungkap detik-detik sebelum KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Baca Juga:  Basarnas Fokus Evakuasi Komponen Penting Pesawat ATR 42-500 di Pangkep

Menurutnya, Pusat Pengendali perjalanan kereta api di Manggarai sempat meminta masinis KA Argo Bromo melakukan pengereman sedikit demi sedikit setelah mendapat informasi adanya insiden di jalur depan.

“Dari jarak 1.300 meter setelah menerima berita bahwa di depan ada temperan, masinis sudah melakukan pengereman,” jelasnya.

Namun, Soerjanto menyebut pusat pengendali saat itu belum mengetahui kondisi lapangan secara pasti karena komunikasi hanya dilakukan melalui suara.

“Cuma karena situasinya di Pusdal itu tidak tahu yang sebenarnya karena komunikasinya lewat suara saja,” katanya.

Selain meminta pengereman perlahan, Pusdal juga menginstruksikan masinis membunyikan semboyan 35 atau klakson sebagai bentuk peringatan.

Baca Juga:  Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, KAI Siap Dukung Proses Hukum

“Rem-rem dikit terus kemudian banyak-banyak melakukan semboyan 35,” ungkap Soerjanto.

Ia menjelaskan instruksi tersebut diberikan karena pusat pengendali berasumsi kondisi di lapangan masih dapat dikendalikan sehingga meminta masinis mengurangi kecepatan sambil tetap berhati-hati.

“Ya karena memang di Pusdal kan temperan seperti apa mereka belum tahu kondisi lapangan seperti apa,” tuturnya.

KNKT hingga kini masih mendalami seluruh faktor penyebab kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi di Bekasi Timur tersebut. HUM/GIT

TAGGED: bekasi timur, investigasi knkt, ka argo bromo, kecelakaan kereta, kecelakaan krl, KNKT, krl bekasi, pengereman masinis, pusdal manggarai, semboyan 35, Soerjanto Tjahjono, tabrakan kereta
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi, Kholilur Rohman.
Modus Haji Ilegal Makin Licin: Naik Business Class, Tembus Autogate, Imigrasi Surabaya Bongkar Polanya
22 Mei 2026
KNKT Ungkap KA Argo Bromo Tetap Dapat Sinyal Hijau sebelum Tabrak KRL
22 Mei 2026
Kejagung Geledah Sejumlah Lokasi di Jakarta dan Kalbar Terkait Kasus IUP Bauksit
22 Mei 2026
Bareskrim Musnahkan 20,9 Ton Bawang Impor Ilegal Senilai Rp 676 Juta
22 Mei 2026
Pengusaha Tambang Bauksit di Kalbar Jadi Tersangka Kasus IUP PT QSS
22 Mei 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

KNKT Ungkap KA Argo Bromo Tetap Dapat Sinyal Hijau sebelum Tabrak KRL
22 Mei 2026
Kejagung Geledah Sejumlah Lokasi di Jakarta dan Kalbar Terkait Kasus IUP Bauksit
22 Mei 2026
Bareskrim Musnahkan 20,9 Ton Bawang Impor Ilegal Senilai Rp 676 Juta
22 Mei 2026
Pengusaha Tambang Bauksit di Kalbar Jadi Tersangka Kasus IUP PT QSS
22 Mei 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi, Kholilur Rohman.
Imigrasi

Modus Haji Ilegal Makin Licin: Naik Business Class, Tembus Autogate, Imigrasi Surabaya Bongkar Polanya

Peristiwa

KNKT Ungkap KA Argo Bromo Tetap Dapat Sinyal Hijau sebelum Tabrak KRL

Kejaksaan

Kejagung Geledah Sejumlah Lokasi di Jakarta dan Kalbar Terkait Kasus IUP Bauksit

Bareskrim

Bareskrim Musnahkan 20,9 Ton Bawang Impor Ilegal Senilai Rp 676 Juta

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?