MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

TAUD Adukan Tiga Hakim Militer Kasus Andrie Yunus ke Mahkamah Agung

Publisher: Redaktur 20 Mei 2026 2 Min Read
Share
Tim Advokasi untuk Demokrasi melaporkan tiga hakim militer kasus Andrie Yunus ke Mahkamah Agung.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) melaporkan tiga hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta ke Mahkamah Agung terkait dugaan pelanggaran kode etik dalam sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus, Senin 18 Mei 2026.

Perwakilan TAUD, Daniel Winarta, mengatakan tiga hakim yang diadukan yakni Freddy Ferdian Isnartanto, Irwan Tasri, dan Zainal Abidin.

“Tim Advokasi untuk Demokrasi mengajukan pengaduan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim atas nama tiga orang hakim ya, Bapak Freddy Ferdian Isnartanto, Irwan Tasri, dan Zainal Abidin selaku hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta yang memeriksa perkara penyiraman air keras Saudara Andrie Yunus,” kata Daniel usai menyerahkan surat pengaduan di Mahkamah Agung.

Baca Juga:  KY Investigasi Penusukan Hakim PA Batam, Dorong Pengamanan Khusus

Menurut Daniel, pihaknya menemukan sejumlah dugaan pelanggaran etik selama persidangan berlangsung.

Di antaranya hakim disebut memegang barang bukti tanpa sarung tangan serta mengeluarkan ucapan yang dianggap tidak pantas di ruang sidang.

“Misalnya karena majelis hakim memegang barang bukti ataupun alat bukti tanpa sarung tangan, juga ada kata-kata tidak pantas dalam persidangan seperti kata ‘goblok’,” ujarnya.

Selain itu, TAUD juga menilai majelis hakim memberikan pernyataan yang dianggap menggambarkan cara penyiraman air keras.

Daniel menyebut pihaknya juga mempersoalkan dugaan ancaman terhadap Andrie Yunus agar hadir dalam persidangan.

“Yang mana hakim juga melakukan pengancaman melaporkan secara pidana apabila saudara Andrie tidak hadir,” ungkapnya.

Baca Juga:  MAKI Kritik Keras Promosi Hakim Pemvonis Ringan Harvey Moeis Jadi Hakim Tinggi

TAUD menilai tindakan tersebut melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim karena dianggap tidak imparsial.

Selain melapor ke Mahkamah Agung, TAUD juga berencana mengadukan ketiga hakim tersebut ke Komisi Yudisial.

Mereka meminta Badan Pengawasan Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial memeriksa para hakim serta melakukan pemantauan langsung terhadap jalannya persidangan.

Sementara itu, perwakilan TAUD lainnya, Wildanu Syahril Guntur, mengatakan kondisi Andrie Yunus masih dalam perawatan dan mengalami trauma.

“Dan tentunya ini menimbulkan salah satu trauma ketika klien kami Andrie Yunus dipaksa untuk hadir memberikan kesaksian,” katanya.

Selain itu, TAUD juga mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait penanganan laporan dugaan penganiayaan terhadap Andrie Yunus.

Baca Juga:  Harapan Siskaeee Bebas dari Tahanan Kandas di Praperadilan

Dalam perkara tersebut, Kapolda Metro Jaya dan Dirreskrimum Polda Metro Jaya menjadi pihak termohon. HUM/GIT

TAGGED: air keras, aktivis kontras, andrie yunus, berita hukum, hakim militer, Komisi Yudisial, Mahkamah Agung, Pelanggaran Etik, Pengadilan Militer, praperadilan, Sidang Militer, taud
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Kakanwil BPN Jatim, Muhammad Naim bersama jajaran hadir dalam rapat koordinasi dengan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
BPN Jawa Timur Perkuat Pengamanan Aset Pemkot Surabaya, Tanah Pagesangan Jadi Sorotan
9 Oktober 2026
Kemendikdasmen Buka Dasar Penyetaraan Pendidikan Gibran Setara SMK
9 Oktober 2026
Aqib Tewas Usai Diduga Dirundung, Mendikdasmen: Santunan Tak Cukup!
9 Oktober 2026
Menhan Sjafrie Dorong Karyawan BUMN dan Swasta Gabung Komcad
9 Oktober 2026
Markas Judol di KPAD Cijantung, TNI Buka Peluang Periksa Perwira AD
9 Oktober 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Kemendikdasmen Buka Dasar Penyetaraan Pendidikan Gibran Setara SMK
9 Oktober 2026
Aqib Tewas Usai Diduga Dirundung, Mendikdasmen: Santunan Tak Cukup!
9 Oktober 2026
Menhan Sjafrie Dorong Karyawan BUMN dan Swasta Gabung Komcad
9 Oktober 2026
Markas Judol di KPAD Cijantung, TNI Buka Peluang Periksa Perwira AD
9 Oktober 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Kemendikdasmen Buka Dasar Penyetaraan Pendidikan Gibran Setara SMK

Hukum

Aqib Tewas Usai Diduga Dirundung, Mendikdasmen: Santunan Tak Cukup!

Nasional

Menhan Sjafrie Dorong Karyawan BUMN dan Swasta Gabung Komcad

Hukum

Markas Judol di KPAD Cijantung, TNI Buka Peluang Periksa Perwira AD

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?