JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Empat prajurit TNI terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.
Empat terdakwa dalam perkara tersebut yakni Sersan Dua Edi Sudarko, Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi, Kapten Nandala Dwi Prasetyo, dan Letnan Satu Sami Lakka.
Berdasarkan laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Militer II-08 Jakarta, agenda persidangan hari ini adalah pembacaan tuntutan oleh oditur militer.
Sidang dijadwalkan berlangsung di ruang sidang Garuda pada pukul 09.00 WIB.
Sebelumnya, oditur militer mendakwa keempat terdakwa melakukan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus karena kesal terhadap aktivitas korban.
Menurut oditur, para terdakwa mengetahui Andrie Yunus saat aktivis KontraS tersebut melakukan interupsi dalam rapat pembahasan revisi UU TNI di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, pada 16 Maret 2025.
“Dengan kejadian tersebut, para terdakwa menilai saudara Andrie Yunus telah melecehkan institusi TNI, bahkan menginjak-injak institusi TNI,” ujar oditur saat membacakan surat dakwaan.
Selain itu, para terdakwa disebut mencari informasi mengenai aktivitas Andrie Yunus dan membagi peran sebelum melakukan aksi penyiraman air keras.
Dalam perkara ini, keempat terdakwa didakwa melanggar Pasal 469 ayat 1 subsider Pasal 468 ayat 1 lebih subsider Pasal 467 ayat 1 juncto ayat 2 juncto Pasal 20 huruf C Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. HUM/GIT

