MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Motif Pramugari Gadungan di Jakarta Demi Menyenangkan Hati Orang Tua

Publisher: Redaktur 9 Januari 2026 2 Min Read
Share
Polisi mengungkap motif pramugari gadungan yang ingin menyenangkan orang tua.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id  – Penyamaran Khairun Nisa sebagai pramugari Batik Air terbongkar setelah diketahui hanya bertujuan menyenangkan orang tuanya meski sebelumnya gagal lulus seleksi pramugari, Kamis 8 Januari 2026.

Kasi Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta Ipda Septian mengatakan motif utama penyamaran tersebut semata-mata karena dorongan ingin membahagiakan orang tua.

“Rencananya hanya untuk menyenangkan orang tuanya saja,” kata Septian saat dihubungi.

Selain itu, Septian menjelaskan wanita asal Palembang, Sumatera Selatan tersebut pernah melamar menjadi pramugari pada Maret 2025.

Orang tua Khairun Nisa diketahui telah mengeluarkan uang puluhan juta demi mendukung anaknya menjadi pramugari, namun upaya tersebut berujung kegagalan.

Baca Juga:  Modus Suap All In OTT Pejabat Pajak KPP Madya Jakarta Utara Terungkap

“Jadi dia dulu pernah daftar pramugari dan ortunya sudah mengeluarkan uang, cuma dia nggak lulus. Jadi dia mau nunjukin ke keluarganya makanya dia pakai baju itu,” jelasnya.

Pada Selasa 6 Januari 2026, Khairun Nisa berangkat dari Palembang menuju Jakarta dengan mengenakan pakaian mirip pramugari dan diantar langsung oleh orang tuanya ke bandara.

“Pas berangkat diantar sama orang tuanya. Karena waktunya mepet dia nggak sempat ganti baju,” ujarnya.

Namun, saat berada di dalam pesawat, kru Batik Air mulai mencurigai Khairun Nisa setelah ia tidak dapat menjawab pertanyaan terkait pendidikan dan pelatihan pramugari.

Baca Juga:  Jaksa Agung ST Burhanuddin Mutasi 31 Kajari Termasuk Sampang, Magetan, dan Padang Lawas

“Pada saat di pesawat salah satu crew tanya ke dia ‘Mbak diklat tahun berapa?’ bingung dia, akhirnya gelagapan. Di situ ketahuannya,” katanya.

Sementara itu, kru pesawat kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Aviation Security Bandara Soekarno-Hatta.

“Setelah proses turun penumpang, Saudari Khairun Nisa dibawa ke kantor Polresta Bandara Soetta guna penyelidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Septian menegaskan Khairun Nisa tidak ditahan karena perbuatannya tidak mengandung unsur pidana dan pihak maskapai tidak mempermasalahkan kejadian tersebut.

“Intinya yang bersangkutan tidak ditahan karena tidak ada unsur, hanya pakaian dan barang-barangnya diamankan. Pihak Batik Air juga sudah tidak mempermasalahkan hal tersebut,” pungkasnya. HUM/GIT

Baca Juga:  Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Salurkan Mesin Giling Daging
TAGGED: Bandara Soetta, batik air, Jakarta, kasus bandara, khairun nisa, motif pramugari, penyamaran pramugari, polres soetta, pramugari gadungan, pramugari palsu
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

AKBP Arbaridi Jumhur, Kasubdit Jatanras, Ditreskrimum Jatim meraih penghargaan pada acara PWI Jatim Award 2026.
HPN 2026 PWI Jatim Memuncak: 24 Tokoh Diguyur Penghargaan Bergengsi
17 April 2026
Kakanwil BPN Jawa Timur, Asep Heri menerima penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim.
Dari “Panglima Wakaf” hingga PWI Award 2026: Asep Heri Kian Kokohkan Peran BPN Jatim
17 April 2026
MK Tolak Gugatan Larangan Keluarga Presiden Nyapres karena Tidak Jelas
17 April 2026
Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditahan Kejagung Kasus Suap Nikel
17 April 2026
Tiga Eks Anak Buah Nadiem Dituntut 6-15 Tahun Penjara Kasus Chromebook
17 April 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

MK Tolak Gugatan Larangan Keluarga Presiden Nyapres karena Tidak Jelas
17 April 2026
Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditahan Kejagung Kasus Suap Nikel
17 April 2026
Tiga Eks Anak Buah Nadiem Dituntut 6-15 Tahun Penjara Kasus Chromebook
17 April 2026
Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau Kalimantan Barat, Delapan Korban Ditemukan Tewas
17 April 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

AKBP Arbaridi Jumhur, Kasubdit Jatanras, Ditreskrimum Jatim meraih penghargaan pada acara PWI Jatim Award 2026.
Pilihan Editor

HPN 2026 PWI Jatim Memuncak: 24 Tokoh Diguyur Penghargaan Bergengsi

Kakanwil BPN Jawa Timur, Asep Heri menerima penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim.
Pertanahan

Dari “Panglima Wakaf” hingga PWI Award 2026: Asep Heri Kian Kokohkan Peran BPN Jatim

Hukum

MK Tolak Gugatan Larangan Keluarga Presiden Nyapres karena Tidak Jelas

Kejaksaan

Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditahan Kejagung Kasus Suap Nikel

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?