SEMARANG, Memoindonesia.co.id — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang resmi meluncurkan inovasi pelayanan publik Si Semar Larasati pada pekan terakhir November 2025, Jumat, 28 November 2025.
Program ini, yang merupakan hasil Proyek Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), digagas oleh Prabandono Hadiwidjojo, Kepala Bidang Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal Keimigrasian.
Mengusung akronim “Imigrasi Semarang Melayani dengan Perasaan dan Sepenuh Hati”, Si Semar Larasati hadir untuk menghadirkan pengalaman baru dalam pelayanan paspor, pelayanan yang lebih personal, humanis, dan berorientasi pada pendampingan penuh bagi setiap pemohon.
Si Semar Larasati dirancang untuk menghapus berbagai hambatan yang kerap dialami pemohon paspor. Melalui pendekatan pelayanan yang berfokus pada sentuhan manusiawi.
Petugas akan mendampingi pemohon di setiap tahapan, mulai dari pemeriksaan berkas, proses biometrik, hingga penyelesaian pembayaran.
Selain pendampingan, program ini juga menyediakan fasilitas penunjang kenyamanan, seperti ruang tunggu yang lebih ramah pengguna dan layanan hospitality berupa sajian ringan gratis.
Seluruh aspek ini merupakan wujud nyata komitmen Imigrasi Semarang dalam menghadirkan suasana pelayanan yang inklusif dan mengedepankan kenyamanan masyarakat.
Dukungan Pimpinan dan Semangat Transformasi Pelayanan
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, Ari Widodo, menyampaikan apresiasinya terhadap hadirnya program tersebut.
Ia menyebut Si Semar Larasati sebagai salah satu pilar penting dalam membangun pelayanan publik yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Inovasi ini menjadi bukti bahwa kami tidak hanya bertugas melayani, tetapi melayani dengan hati,” ujar Ari Widodo.
“Kami ingin setiap pemohon pulang bukan hanya membawa paspor, tetapi juga pengalaman positif yang berkesan. Imigrasi Semarang adalah rumah yang ramah bagi masyarakat,” sambung alumni Akademi Imigrasi (AIM) ke-4 ini.
Diharapkan Menjadi Model Nasional
Sebagai bagian dari implementasi hasil Pelatihan Kepemimpinan Administrator, Si Semar Larasati diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan memperkuat Indeks Persepsi Korupsi (IPK) melalui proses yang transparan dan minim intervensi.
Keberhasilan program ini juga diharapkan dapat menjadi role model bagi unit kerja imigrasi lainnya, menunjukkan bagaimana inovasi berbasis kepemimpinan dapat menghasilkan transformasi pelayanan yang konkret.
Babak Baru Pelayanan Imigrasi Semarang
Dengan resmi diterapkan pada minggu terakhir November 2025, masyarakat kini dapat langsung merasakan perubahan pelayanan yang lebih hangat, profesional, dan empatik.
Si Semar Larasati menandai langkah maju Imigrasi Semarang dalam meninggalkan kesan birokrasi yang kaku dan beralih pada pelayanan yang menyentuh perasaan dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara sepenuh hati.
Program ini, yang merupakan hasil Proyek Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), digagas oleh Prabandono Hadiwidjojo, Kepala Bidang Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal Keimigrasian.
Mengusung akronim “Imigrasi Semarang Melayani dengan Perasaan dan Sepenuh Hati”, Si Semar Larasati hadir untuk menghadirkan pengalaman baru dalam pelayanan paspor, pelayanan yang lebih personal, humanis, dan berorientasi pada pendampingan penuh bagi setiap pemohon.
Pelayanan yang Mendampingi dari Awal hingga Akhir
Si Semar Larasati dirancang untuk menghapus berbagai hambatan yang kerap dialami pemohon paspor. Melalui pendekatan pelayanan yang berfokus pada sentuhan manusiawi, petugas akan mendampingi pemohon di setiap tahapan, mulai dari pemeriksaan berkas, proses biometrik, hingga penyelesaian pembayaran.
Selain pendampingan, program ini juga menyediakan fasilitas penunjang kenyamanan, seperti ruang tunggu yang lebih ramah pengguna dan layanan hospitality berupa sajian ringan gratis.
Seluruh aspek ini merupakan wujud nyata komitmen Imigrasi Semarang dalam menghadirkan suasana pelayanan yang inklusif dan mengedepankan kenyamanan masyarakat.
Dukungan Pimpinan dan Semangat Transformasi Pelayanan
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, Ari Widodo, menyampaikan apresiasinya terhadap hadirnya program tersebut.
Ia menyebut Si Semar Larasati sebagai salah satu pilar penting dalam membangun pelayanan publik yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Inovasi ini menjadi bukti bahwa kami tidak hanya bertugas melayani, tetapi melayani dengan hati,” ujar Ari Widodo.
“Kami ingin setiap pemohon pulang bukan hanya membawa paspor, tetapi juga pengalaman positif yang berkesan. Imigrasi Semarang adalah rumah yang ramah bagi masyarakat,” beber Ari.
Diharapkan Menjadi Model Nasional
Sebagai bagian dari implementasi hasil Pelatihan Kepemimpinan Administrator, Si Semar Larasati diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan memperkuat Indeks Persepsi Korupsi (IPK) melalui proses yang transparan dan minim intervensi.
Keberhasilan program ini juga diharapkan dapat menjadi role model bagi unit kerja imigrasi lainnya, menunjukkan bagaimana inovasi berbasis kepemimpinan dapat menghasilkan transformasi pelayanan yang konkret.
Babak Baru Pelayanan Imigrasi Semarang
Dengan resmi diterapkan pada minggu terakhir November 2025, masyarakat kini dapat langsung merasakan perubahan pelayanan yang lebih hangat, profesional, dan empatik.
Si Semar Larasati menandai langkah maju Imigrasi Semarang dalam meninggalkan kesan birokrasi yang kaku dan beralih pada pelayanan yang menyentuh perasaan dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara sepenuh hati. HUM/BAD


