MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Gunung Duit Rp 1,3 Triliun: Penampakan Fantastis Sitaan Korupsi Minyak Goreng yang Bikin Melongo

Publisher: Redaktur 3 Juli 2025 3 Min Read
Share
Konferensi pers kasus korupsi minyak goreng.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali membuat publik terperangah dengan penampakan fantastis uang sitaan kasus dugaan korupsi ekspor crude palm oil (CPO) atau bahan baku minyak goreng.

Kali ini, tumpukan uang tunai senilai Rp 1,3 triliun berhasil disita dari enam terdakwa korporasi, yang sebagian besar berasal dari Musim Mas Group dan Permata Hijau Group.

Dalam konferensi pers yang digelar di kantor Kejagung pada Rabu 2 Juli 2025, gepokan duit triliunan rupiah ini ditumpuk bak panggung, tersusun rapi dalam plastik bening. Terlihat jelas uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu menggunung, menjadi bukti nyata keseriusan Kejagung dalam memberantas korupsi yang merugikan negara.

Baca Juga:  Penyuap Eks Dirut Inhutani V Divonis 2 Tahun 4 Bulan Penjara

Direktur Penuntutan (Dirtut) Jampidsus Kejagung RI, Sutikno, menjelaskan bahwa uang pengganti kerugian negara ini berasal dari enam perusahaan yang tergabung dalam dua grup besar.

“Bahwa dalam perkembangannya, dari 12 perusahaan tersebut, terdapat enam perusahaan masing-masing yang tergabung dalam grup, yaitu ini yang melakukan penitipan uang pengganti,” ujarnya.

Secara rinci, Sutikno membeberkan bahwa PT Musim Mas menyumbang bagian terbesar, yakni senilai Rp 1.188.461.774.666 (Rp 1,1 triliun). Sementara itu, lima perusahaan dari Grup Permata Hijau secara keseluruhan telah menitipkan uang sebesar Rp 186.430.960.865 (Rp 186 miliar).

Jika ditotal, uang yang dititipkan dari keenam korporasi ini mencapai angka mencengangkan: Rp 1.374.892.735.527 (Rp 1,3 triliun), yang kini telah dimasukkan ke rekening penampungan Kejagung.

Baca Juga:  Sidang Perdana Praperadilan Nadiem Makarim Digelar di PN Jakarta Selatan

Penampakan uang sitaan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Kejagung juga telah berhasil menyita uang Rp 11,8 triliun dari Wilmar Group yang juga berstatus tersangka korporasi dalam perkara serupa.

Total kerugian negara berdasarkan audit BPKP dan ahli dari UGM, yang mencakup kerugian keuangan negara, illegal gain, dan kerugian perekonomian negara, mencapai Rp 11.880.351.802.619.

Uang triliunan dari Wilmar Group ini dikembalikan oleh lima terdakwa korporasi, di antaranya PT Multimas Nabati Asahan, PT Multinabati Sulawesi, PT Sinar Alam Permai, PT Wilmar Bioenergi Indonesia, dan PT Wilmar Nabati Indonesia.

Keberhasilan Kejagung dalam menyita dan mengembalikan kerugian negara dalam skala triliunan rupiah ini patut diacungi jempol. Ini menjadi sinyal kuat bahwa negara tidak akan main-main dalam menindak para pelaku korupsi yang menggerogoti perekonomian bangsa. HUM/GIT

Baca Juga:  Terungkap Nama SYL Jadi PM di Ponsel Biduan Nayunda
TAGGED: bahan baku minyak goreng, CPO, Kejagung, Korupsi, Musim Mas Group, Permata Hijau Group, PT Multimas Nabati Asahan, PT Multinabati Sulawesi, PT Sinar Alam Permai, PT Wilmar Bioenergi Indonesia, PT Wilmar Nabati Indonesia, Wilmar Group
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Dikenal Baik dan Baru Pulang Haji, Dwi Bagus Diduga Bunuh Dini dan Anaknya di Madiun
27 Oktober 2026
Cekcok di Hotel, Dwi Bagus Diduga Bunuh Dini dan Anaknya di Madiun
27 Oktober 2026
Polisi Olah TKP di Tiga Lokasi Pembunuhan Dini dan Anak, Tungku Diselidiki
27 Oktober 2026
Jasad Istri Siri dan Anak Dibakar hingga Digiling, Dwi Bagus Hendak Buang ke Laut
27 Oktober 2026
Telepon Terakhir Dini sebelum Dibunuh di Madiun, Ingin Rayakan Ultah Anak
27 Oktober 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Dikenal Baik dan Baru Pulang Haji, Dwi Bagus Diduga Bunuh Dini dan Anaknya di Madiun
27 Oktober 2026
Cekcok di Hotel, Dwi Bagus Diduga Bunuh Dini dan Anaknya di Madiun
27 Oktober 2026
Polisi Olah TKP di Tiga Lokasi Pembunuhan Dini dan Anak, Tungku Diselidiki
27 Oktober 2026
Jasad Istri Siri dan Anak Dibakar hingga Digiling, Dwi Bagus Hendak Buang ke Laut
27 Oktober 2026

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Dikenal Baik dan Baru Pulang Haji, Dwi Bagus Diduga Bunuh Dini dan Anaknya di Madiun

Hukum

Cekcok di Hotel, Dwi Bagus Diduga Bunuh Dini dan Anaknya di Madiun

Hukum

Polisi Olah TKP di Tiga Lokasi Pembunuhan Dini dan Anak, Tungku Diselidiki

Hukum

Jasad Istri Siri dan Anak Dibakar hingga Digiling, Dwi Bagus Hendak Buang ke Laut

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?