MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Adies Kadir Dukung Ketua MA: Hakim Bukan Malaikat, Tapi Jangan Jadi Setan

Publisher: Redaktur 25 Mei 2025 2 Min Read
Share
Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Ketua Mahkamah Agung (MA) Prof Sunarto, yang menyebut bahwa hakim memang bukan malaikat, namun tidak seharusnya semua bersikap seperti setan.

Adies menegaskan pentingnya integritas hakim dalam menghadapi godaan dari pihak-pihak yang beperkara di pengadilan.

Menurut Adies, pernyataan Ketua MA sangat tepat karena menggambarkan realitas bahwa hakim adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan godaan.

“Saya rasa sudah benar Ketua MA menganalogikan seperti itu. Hakim bukan malaikat, mereka juga manusia, sama seperti aparat penegak hukum lainnya. Pasti banyak godaan dan cobaannya,” ujar Adies Kadir, Jumat 23 Mei 2025.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPR Adies Kadir Minta Tidak Berspekulasi Soal Kenaikan PPN 12 Persen

Ia menyebut, dalam proses peradilan, para pihak yang terlibat seringkali menghalalkan segala cara demi memenangkan perkara. Karena itu, hakim perlu waspada dan segera memperbaiki diri jika tergoda.

“Pihak-pihak tertentu pasti akan menggoda hakim, entah dia benar atau salah. Maka jika hakim melakukan kesalahan, harus segera introspeksi dan memperbaiki diri, jangan justru bertindak seperti setan,” lanjutnya.

Adies menekankan bahwa profesi hakim adalah amanah besar. Maka dari itu, hakim harus menjalankan tugasnya dengan menjunjung tinggi moral dan etika.

“Kalau sudah memilih menjadi hakim, berperilakulah sebagai wakil Tuhan di bumi, bukan wakil setan,” tegas politisi Golkar tersebut.

Baca Juga:  Muncul Isu Revisi UU MD3, Waketum Golkar Adies Kadir: Siapa yang Usulkan? Ada yang Usulkan Nggak?

Ia juga mengapresiasi langkah reformasi di tubuh Mahkamah Agung di bawah kepemimpinan Prof Sunarto.

“Saya apresiasi kepada Mahkamah Agung di bawah kepemimpinan Prof. Sunarto yang terus berbenah untuk menciptakan peradilan bersih dan adil tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua MA Sunarto menyampaikan bahwa hakim tidak bisa disamakan dengan malaikat karena tetaplah manusia biasa. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa hakim tidak boleh larut dalam perilaku buruk.

“Memang kita semua, hakim, tidak bisa dipikir menjadi malaikat semua. Hakim juga manusia. Tapi jangan jadi setan semua,” ujar Sunarto dalam acara pembinaan di kantor MA RI, Jakarta Pusat, Jumat 23 Mei 2025.

Baca Juga:  Komisi III DPR RI Raker dengan Kejagung dan Kemenkumham, Adies Kadir: Semoga Penegakkan Hukum ke Depan Semakin Humanis dan Berkeadilan

Ia menyebutkan bahwa menjadi hakim berarti menjalani pertarungan antara sisi baik dan buruk.

“Manusia adalah pertarungan antara malaikat dan setan. Lebih condong ke mana? Itu yang menentukan integritas seorang hakim,” pungkasnya. HUM/GIT

TAGGED: Adies Kadir, Etika hakim, Hakim bukan malaikat, Integritas Hakim, Ketua MA, Mahkamah Agung, Peradilan Indonesia, Pernyataan Ketua MA, Sunarto
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha memberikan bantuan alat musik kepada para pekerja seni binaan Institut Musik Jalanan.
Ironi di Pusara Pencipta “Indonesia Raya”: Makam WR Soepratman Berdampingan dengan Depo Sampah
10 Maret 2026
270 WNA di Bali Ajukan Izin Tinggal Darurat Imbas Konflik Timur Tengah
10 Maret 2026
Nadiem Makarim Jalani Lebaran Perdana di Rutan, Berharap Keluarga Datang Menjenguk
10 Maret 2026
Puan Maharani Soroti Maraknya OTT Kepala Daerah, DPR Dorong Evaluasi Biaya Politik
10 Maret 2026
KPK OTT Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong, 13 Orang Diamankan dan 9 Dibawa ke Jakarta
10 Maret 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha memberikan bantuan alat musik kepada para pekerja seni binaan Institut Musik Jalanan.
Ironi di Pusara Pencipta “Indonesia Raya”: Makam WR Soepratman Berdampingan dengan Depo Sampah
10 Maret 2026
270 WNA di Bali Ajukan Izin Tinggal Darurat Imbas Konflik Timur Tengah
10 Maret 2026
Nadiem Makarim Jalani Lebaran Perdana di Rutan, Berharap Keluarga Datang Menjenguk
10 Maret 2026
Puan Maharani Soroti Maraknya OTT Kepala Daerah, DPR Dorong Evaluasi Biaya Politik
10 Maret 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha memberikan bantuan alat musik kepada para pekerja seni binaan Institut Musik Jalanan.
Headlines

Ironi di Pusara Pencipta “Indonesia Raya”: Makam WR Soepratman Berdampingan dengan Depo Sampah

Imigrasi

270 WNA di Bali Ajukan Izin Tinggal Darurat Imbas Konflik Timur Tengah

Korupsi

Nadiem Makarim Jalani Lebaran Perdana di Rutan, Berharap Keluarga Datang Menjenguk

Nasional

Puan Maharani Soroti Maraknya OTT Kepala Daerah, DPR Dorong Evaluasi Biaya Politik

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?