TANGERANG, Memoindonesia.co.id – Oknum petugas kargo Bandara Soekarno-Hatta ditangkap terkait kasus pencurian tas merek Lululemon milik perusahaan ekspor dengan kerugian mencapai lebih dari Rp 1 miliar, Jumat 15 Mei 2026.
Lululemon diketahui merupakan merek pakaian dan aksesori olahraga asal Kanada yang menyasar pasar kelas menengah dengan produk premium seperti pakaian yoga, perlengkapan lari, dan berbagai jenis tas.
Tas merek tersebut dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp 1,1 juta hingga Rp 2,5 juta untuk berbagai model seperti crossbody bag, backpack, shoulder bag, hingga tote bag.
Salah satu produk yang dipasarkan ialah City Essentials Mini Shoulder Bag 1L dengan harga sekitar Rp 1,12 juta serta Everyday Backpack 21L yang dijual sekitar Rp 2,05 juta.
Sebelumnya, Satreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta menangkap tiga tersangka berinisial R alias K, A, dan F terkait kasus pencurian tas ekspor merek Lululemon.
Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombespol Wisnu Wardana, mengatakan aksi pencurian tersebut berlangsung selama dua tahun.
“Aksi pencurian itu terjadi dalam kurun waktu dua tahun. Akibatnya, perusahaan ekspor PT Pungkook Indonesia One mengalami kerugian hingga lebih dari Rp 1 miliar,” ujarnya.
Ketiga pelaku ditangkap di wilayah Karawaci, Kota Tangerang, pada Rabu 29 April 2026 sekitar pukul 00.30 WIB.
R diketahui merupakan otak pelaku yang bekerja sebagai tim operasional ekspor di Kargo Bandara Soekarno-Hatta.
Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, menjelaskan korban dalam kasus ini adalah PT Pungkook Indonesia One yang mengirimkan 4.749 tas Lululemon dari Grobogan menuju Shanghai, China.
“Perusahaan tersebut sebelumnya mengirimkan 4.749 tas merek Lululemon dari Grobogan menuju Shanghai, China, melalui kargo Garuda Indonesia,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan CCTV di area pergudangan, polisi menemukan 40 karton sengaja dipisahkan saat proses pemeriksaan X-ray.
“Tersangka F berperan mengondisikan agar 40 karton tersebut dipisahkan dari pemeriksaan dan dimasukkan ke dalam truk boks,” ucap Yandri. HUM/GIT

