MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Produser Buka Suara Usai Film Vina Banjir Kritik Netizen

Publisher: Redaktur 18 Mei 2024 3 Min Read
Share
Dheeraj Khalwani.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Produser film Vina: Sebelum 7 Hari, Dheeraj Khalwani atau K.K. Dheeraj, buka suara terkait gelombang kritik yang muncul terhadap film tersebut. Film ini dinilai mengeksploitasi tragedi dan berisi adegan yang dianggap tidak berempati.

Dheeraj menegaskan bahwa cerita dan adegan dalam film tersebut sudah diizinkan oleh keluarga dan sesuai dengan peristiwa yang dialami mendiang Vina Dewi Arsita. Ia juga menilai bahwa sebagian pihak yang kontra justru mengkritik tanpa menonton film itu lebih dulu.

“Masalah yang kontra, pertama, banyak dari mereka yang belum menonton filmnya. Bagi yang sudah menonton, [mereka] kontra mengenai eksploitasi,” ungkap Dheeraj dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Barat, Kamis 16 Mei 2024. “Sebenarnya bukan eksploitasi. Ini sudah mendapat izin dari keluarga. Ini kami buat apa yang sebenarnya terjadi dengan almarhum,” lanjutnya.

Baca Juga:  Pegi Tersangka Pembunuh Vina Terancam Hukuman Mati!

Dheeraj mengklaim bahwa film ini sangat penting bagi keluarga Vina, korban kasus pembunuhan di Cirebon pada 2016 silam. Menurutnya, film horor ini justru mengangkat kasus yang sudah tenggelam selama delapan tahun. Ia juga mengingatkan kesedihan yang dirasakan oleh keluarga karena tiga tersangka pembunuhan masih belum ditangkap. Dheeraj mengatakan bahwa film ini membantu membuka asa bagi keluarga supaya para pelaku ditemukan.

“Mereka harus pikirkan, kalau tidak ada film ini, kasus ini sudah tenggelam. Ini sudah delapan tahun, kasus ini sudah tenggelam kalau tidak ada film ini,” ungkap Dheeraj. “Kasihan keluarga. Belum tahu siapa yang membunuh, belum pernah ketemu juga dengan tiga pelaku.”

Baca Juga:  1 Saksi Kasus Pembunuhan Vina Cirebon Ajukan Perlindungan ke LPSK

Produser 38 tahun itu menegaskan bahwa film ini diproduksi untuk meningkatkan kesadaran publik. Menurut Dheeraj, Vina: Sebelum 7 Hari mengangkat berbagai isu sosial yang penting, seperti perundungan dan geng motor liar yang masih marak di Indonesia. Selain itu, keluarga juga mendapat keadilan usai film tersebut dirilis pekan lalu.

“Saya buat film ini untuk membangkitkan awareness. Salah satunya mengenai bully, geng motor liar. Saya lihat di sini keluarganya juga mendapat keadilan,” ungkap Dheeraj.

Kasus ini meninggalkan berbagai kejanggalan meski sudah berlalu delapan tahun, termasuk tiga tersangka yang masih buron. Namun, gelombang protes dan kritik juga muncul di media sosial mengenai penggambaran tragedi lewat cerita dan adegan dalam film. Film ini dinilai mengeksploitasi tragedi karena menggambarkan kekerasan secara eksplisit dan dianggap tidak etis.

Baca Juga:  Pegi Akan Ajukan Praperadilan Status Tersangka Kasus Pembunuhan Vina

Meski begitu, tidak sedikit netizen yang membela film tersebut karena menganggapnya berhasil mengangkat kembali kasus yang belum selesai demi mengejar keadilan untuk korban. HUM/GIT

TAGGED: Dheeraj Khalwani, fil vina, produser, vina, Vina: Sebelum 7 Hari
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Kampung Vietnam Jayapura Digerebek, 10 Orang Diciduk dan 2 Karung Diduga Ganja Disita
25 Oktober 2026
Jejak Jaringan China di Balik Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Dipantau Sejak Februari
25 Oktober 2026
Widodo AS Meninggal Dunia, Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut
25 Oktober 2026
Mantan Panglima TNI Widodo AS Meninggal Dunia, Ini Rekam Jejaknya
25 Oktober 2026
Karhutla Indonesia 2026: 26 Ribu Hektare Belum Padam, Kalteng Terparah
25 Oktober 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Kampung Vietnam Jayapura Digerebek, 10 Orang Diciduk dan 2 Karung Diduga Ganja Disita
25 Oktober 2026
Jejak Jaringan China di Balik Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Dipantau Sejak Februari
25 Oktober 2026
Widodo AS Meninggal Dunia, Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut
25 Oktober 2026
Mantan Panglima TNI Widodo AS Meninggal Dunia, Ini Rekam Jejaknya
25 Oktober 2026

Baca Berita Lainnya:

Badan Narkotika Nasional

Kampung Vietnam Jayapura Digerebek, 10 Orang Diciduk dan 2 Karung Diduga Ganja Disita

Badan Narkotika Nasional

Jejak Jaringan China di Balik Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Dipantau Sejak Februari

Nasional

Widodo AS Meninggal Dunia, Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut

Nasional

Mantan Panglima TNI Widodo AS Meninggal Dunia, Ini Rekam Jejaknya

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?