JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Komisi XII DPR mengusir perwakilan PT Jababeka Infrastruktur dari rapat membahas persoalan pipa limbah karena Direktur Utama PT Jababeka Tbk tidak hadir, Senin 7 September 2026.
Rapat digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dan dipimpin Wakil Ketua Komisi XII DPR Bambang Haryadi.
Rapat tersebut dihadiri Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Irjen Rizal Irawan dan Direktur Utama PT Mastertama Adhi Propertindo (MAP) Alex Widjaja.
Sementara dari pihak Jababeka, yang hadir adalah Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi.
Bambang Haryadi mengatakan pihaknya telah dua kali mengundang PT Jababeka Tbk untuk menghadiri rapat tersebut.
Dia menilai ketidakhadiran Direktur Utama PT Jababeka Tbk sebagai bentuk penghinaan terhadap DPR.
“Direktur Utama, nah mana, Setyono Djuandi Darmono, tadi yang hadir bukan kan? Ini menghina, kita tidak peduli di antara mereka siapa yang bersalah, tapi intinya kita mau cari jalan tengah bahwa mereka yang bersalah,” kata Bambang.
Bambang juga menyoroti hasil laboratorium terkait limbah yang ditunjukkan pihak Jababeka.
Dia menyebut hasil laboratorium tersebut diduga telah dimanipulasi dan meminta persoalan itu menjadi perhatian serius.
“Tapi ada satu hal yang unik, mungkin ini sebuah penghinaan, bayangin aja hasilnya bisa diubah, hasil lab bos, Dirjen LH aja bingung kan hasil lab bisa diubah. Ini sebuah penghinaan, kalau ini benar nggak apa, tapi ini pertaruhan buat labnya,” ujarnya.
Bambang juga mengecam Jababeka yang dinilainya merasa tidak tersentuh hukum.
“Jadi saya pikir teman-teman semua bahwa Jababeka Tbk ini sudah merasa paling hebat, paling kuat, paling tidak tersentuh hukum, paling bisa menindas orang-orang di bawahnya,” imbuh Bambang.
Dia mengaku kecewa karena dalam undangan kedua, PT Jababeka Tbk kembali tidak menghadirkan direktur utamanya.
“Iya, kita kan, kita yang undang kan Jababeka Tbk. Mereka itu dua kali lho, kemarin kita udah undang, ini undangan kedua kali. Nah sekarang undangan kedua kali yang datang cuma anak perusahaannya,” kata Bambang.
Menurut Bambang, Komisi XII DPR berupaya menjadi pemecah masalah dan mencari jalan tengah dalam persoalan tersebut.
Jababeka Buka Suara
Usai diminta meninggalkan ruang rapat, Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi buka suara.
Didik menyebut sejumlah pihak juga tidak hadir dalam rapat tersebut, termasuk Direktur Utama PT Mastertama Adhi Propertindo.
“Ya pada nggak hadir ininya katanya dari Mastertama nggak hadir, Dirutnya juga gak hadir,” kata Didik.
Dia mengatakan rapat tersebut ditunda dan Komisi XII DPR akan kembali mengirimkan undangan rapat berikutnya.
“Ya nanti ditunda, rencana demikian (ditunda), nanti ada undangan berikutnya,” ucapnya.
PT MAP Beri Penjelasan
Sementara itu, pihak PT Mastertama Adhi Propertindo (MAP) membenarkan pengusiran perwakilan Jababeka Infrastruktur dari rapat Komisi XII DPR.
Markus Nababan mengatakan PT Jababeka Tbk merupakan pihak yang diundang dalam rapat tersebut.
“PT Jababeka Tbk yang diundang malah yang hadir Jababeka Infrastruktur dan tadi pimpinan Komisi XII memerintahkan untuk dari perwakilan PT Jababeka Infa untuk keluar dari rapat karena tidak memenuhi undangan Komisi XII,” tutur Markus. HUM/GIT


