MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Detik-detik Tragedi Salah Belikan Mi Berujung Hilang Nyawa Serda Ahmad

Publisher: Redaktur 13 September 2026 3 Min Read
Share
Serda Ahmad Muzammul Farisa diduga menjadi korban penganiayaan empat seniornya hingga meninggal dunia.
Ad imageAd image

MAGETAN,  Memoindonesia.co.id – Prajurit TNI AU Serda Ahmad Muzammul Farisa meninggal dunia setelah diduga dianiaya empat seniornya di Asrama Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis 10 September 2026.

Dugaan penganiayaan tersebut disebut dipicu persoalan makanan. Berdasarkan pengakuan ayah korban, Toni Eko Prasetyo, Serda Ahmad sebelumnya diminta seniornya membeli mi kuah, tetapi yang dibawa justru mi goreng.

Berikut kronologi dugaan penganiayaan hingga Serda Ahmad meninggal dunia:

Rabu, 9 September 2026 pukul 23.00 WIB: Penganiayaan Pertama

Peristiwa bermula ketika Serda Ahmad diminta seniornya di asrama untuk membeli makanan. Namun, makanan yang dibawa korban disebut tidak sesuai dengan pesanan.

“Dari informasi yang saya dapat, anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi kuah namun diberikan mi goreng,” tutur Toni kepada detikJatim, Sabtu 12 September 2026.

Baca Juga:  Hakim Dalami Dugaan Operasi Khusus dalam Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Kekecewaan atas pesanan tersebut diduga berujung pada aksi penganiayaan terhadap Serda Ahmad. Empat senior korban diduga melakukan kekerasan fisik terhadap prajurit muda itu di lingkungan asrama sekitar pukul 23.00 WIB.

Kamis, 10 September 2026 pukul 03.00 WIB: Pengeroyokan Berlanjut

Dugaan aksi kekerasan terhadap Serda Ahmad tidak berhenti pada malam sebelumnya. Sekitar pukul 03.00 WIB, pengeroyokan terhadap korban disebut kembali terjadi.

Korban diduga mengalami hantaman benda tumpul pada bagian tubuhnya. Kondisinya kemudian memburuk hingga Serda Ahmad akhirnya meninggal dunia di lokasi.

Kamis, 10 September 2026 pukul 04.00 WIB: Keluarga Mendapat Kabar

Baca Juga:  Hakim Minta Andrie Yunus Dihadirkan di Sidang Kasus Air Keras

Sekitar satu jam setelah Serda Ahmad meninggal dunia, pihak keluarga di Magetan mendapat kabar dari rekan korban.

Namun, informasi awal yang diterima ayah korban menyebut Serda Ahmad meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

“Saya dapat info dihubungi atasannya dan temannya saat sudah meninggal pukul 03.00 WIB Kamis 10 September 2026. Saya dihubungi oleh temannya almarhum pukul 04.00 WIB,” ujar Toni.

“Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan tapi dianiaya senior,” tandasnya.

Jumat, 11 September 2026 pukul 01.00 WIB: Jenazah Tiba di Rumah Duka

Baca Juga:  TNI Surati LPSK untuk Periksa Korban Penyiraman Air Keras

Kecurigaan keluarga mengenai penyebab kematian Serda Ahmad semakin menguat setelah Toni menerima file foto kondisi fisik anaknya.

Dalam foto tersebut, disebut terlihat luka pada bagian dagu dan dada korban.

“Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya,” kata Toni.

Setelah menjalani prosedur medis di Jakarta, jenazah Serda Ahmad Muzammul Farisa dibawa menggunakan ambulans TNI AU menuju rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan.

Jenazah tiba di rumah duka pada Jumat 11 September 2026 sekitar pukul 01.00 WIB untuk kemudian dimakamkan. HUM/GIT

TAGGED: Ahmad Muzammul, Asrama Halim, Halim Perdanakusuma, kematian prajurit, Magetan, mi goreng, mi kuah, penganiayaan TNI, pengeroyokan TNI, prajurit TNI, senior tni, Serda Ahmad, TNI AU
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Hilang, Titik Terakhir Terdeteksi di Pulau Sebesi
13 September 2026
Serda Ahmad Tewas, Pomau Selidiki Dugaan Penganiayaan 4 Senior Gegara Salah Beli Mi
13 September 2026
Foto Terakhir Serda Ahmad dengan Ayah Sebelum Tewas Diduga Dianiaya 4 Senior
13 September 2026
Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq kembali mengungkap cerita pelik di balik kondisi keuangannya.
Fadia di Kursi Terdakwa: Klaim Bukan Terima Uang, Melainkan Punya Utang Miliaran
13 September 2026
Kakanwil Ditjen Imigrasi, Barron Ichsan memberikan keterangan kepada wartawan saat rilis penangkapan WNA.
Tiket Pulang Palsu Bongkar Markas Judol Internasional, 5 WNA Dicokok Imigrasi Tangerang
12 September 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Hilang, Titik Terakhir Terdeteksi di Pulau Sebesi
13 September 2026
Serda Ahmad Tewas, Pomau Selidiki Dugaan Penganiayaan 4 Senior Gegara Salah Beli Mi
13 September 2026
Foto Terakhir Serda Ahmad dengan Ayah Sebelum Tewas Diduga Dianiaya 4 Senior
13 September 2026
Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq kembali mengungkap cerita pelik di balik kondisi keuangannya.
Fadia di Kursi Terdakwa: Klaim Bukan Terima Uang, Melainkan Punya Utang Miliaran
13 September 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Peristiwa

5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Hilang, Titik Terakhir Terdeteksi di Pulau Sebesi

Peristiwa

Serda Ahmad Tewas, Pomau Selidiki Dugaan Penganiayaan 4 Senior Gegara Salah Beli Mi

Peristiwa

Foto Terakhir Serda Ahmad dengan Ayah Sebelum Tewas Diduga Dianiaya 4 Senior

Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq kembali mengungkap cerita pelik di balik kondisi keuangannya.
Hukum

Fadia di Kursi Terdakwa: Klaim Bukan Terima Uang, Melainkan Punya Utang Miliaran

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?