SURABAYA, Memoindonesia.co.id – Partai Golkar menggeber regenerasi politik melalui Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dengan target merekrut 2 juta kader muda di seluruh Indonesia.
Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang bergerak cepat melalui Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) I PD AMPG Jatim.
Diklatda yang berlangsung di Gedung Golkar Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, selama dua hari, 5–6 September 2026, diikuti 130 peserta dari 38 PD AMPG kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum PP AMPG Datuk Said Aldi Al Idrus, Sekjen PP AMPG Ubaydillah, Bendum Muhammad Faqih, Ketua DPD Partai Golkar Jatim Ali Mufthi, serta Ketua PD AMPG Jatim Adiel Muhammad Kanantha.
Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus menegaskan Diklatda tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas kader, tetapi menjadi bagian dari strategi politik Golkar menyiapkan generasi penerus kepemimpinan.
“Forum ini bukan sekadar meningkatkan kapasitas kader, tetapi bagian dari strategi politik Partai Golkar untuk menyiapkan generasi penerus kepemimpinan,” tegas Said Aldi.

Ia menyebut penguatan AMPG merupakan instruksi Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia dengan target besar merekrut 2 juta kader muda.
“Kami diinstruksikan Ketua Umum DPP Partai Golkar untuk merekrut 2 juta kader muda melalui AMPG. Diklat di Jawa Timur ini menjadi yang kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta,” ujarnya.
Sementara Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi menekankan regenerasi tidak boleh sekadar pergantian usia. Regenerasi harus dibarengi transfer pengetahuan, nilai, karakter dan keterampilan politik.
Ali, yang bergabung dengan Golkar sejak 1998, meminta generasi muda mempersiapkan diri secara serius untuk meneruskan estafet perjuangan partai.
“Generasi muda harus menyiapkan diri sebaik mungkin sebagai bagian dari semangat Partai Golkar untuk melakukan pendidikan kader dan regenerasi politik pada masa yang akan datang,” tegasnya.
Menurut Anggota Komisi V DPR RI itu, pendidikan berfungsi menyamakan pengetahuan dan perspektif kebangsaan, sedangkan pelatihan membentuk keterampilan kader dalam menghadapi dinamika organisasi dan politik.
Namun, kemampuan politik tanpa nilai dan karakter yang kuat dinilai tidak cukup, terutama ketika kader kelak masuk ke ruang kekuasaan.
“Kalau kita masuk ke ruang-ruang kekuasaan tanpa nilai, tanpa value dan tata kelola yang baik, kekuasaan yang seharusnya diabdikan untuk bangsa dan negara akan menjadi mubazir,” katanya.
Ali pun mengingatkan kader muda AMPG agar tidak terjebak dalam manuver politik yang tidak perlu maupun sikap oportunistis yang dapat merusak organisasi.
Diklatda kemudian ditutup Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur Blegur Prijanggono. Dari 130 peserta, 17 orang dinyatakan tidak lulus berdasarkan hasil penilaian tim.
Sementara dua peserta terbaik mendapat kesempatan mengikuti pertemuan organisasi kepemudaan di Malaysia bersama kader terbaik AMPG dari berbagai daerah di Indonesia.
Blegur Prijanggono, Sekretaris Partai Golkar Jawa Timur dalam penutupan Diklatda menegaskan, AMPG memiliki peran strategis sebagai pintu masuk Golkar untuk merangkul pemilih pemula dan generasi muda, terutama Generasi Z, menjelang Pemilu 2029.
“Kader AMPG diharapkan dapat membesarkan Partai Golkar di tingkat daerah serta mengajak generasi muda untuk bersama-sama Golkar pada Pemilu 2029 melalui berbagai kegiatan yang relevan,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Jatim itu juga meminta kader muda tidak menjadikan organisasi sebagai jalan pintas mengejar jabatan.
“Jangan merasa bingung. Nikmati prosesnya, karena semuanya membutuhkan proses yang bertahap,” ujarnya.
Menurut Blegur, Golkar terbuka bagi generasi muda dari berbagai latar belakang, mulai seni, pendidikan hingga keagamaan. Namun, kader diminta tidak menjadikan organisasi sekadar agenda seremonial dan harus memiliki target nyata dalam proses berorganisasi.
Sementara Ketua PD AMPG Jawa Timur Adiel Muhammad Kanantha sebelumnya menegaskan Diklatda menjadi bagian dari upaya AMPG Jatim membangun kader yang tidak hanya aktif di struktur organisasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak di daerah masing-masing.
Dengan melibatkan kader dari seluruh 38 kabupaten/kota, Diklatda I AMPG Jatim diharapkan menjadi kawah candradimuka kader muda Golkar dalam menyiapkan regenerasi kepemimpinan dan memperkuat basis generasi muda menuju Pemilu 2029. HUM/BAD


