SURABAYA, Memoindonesia.co.id – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi menegaskan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) tidak boleh berhenti sebagai organisasi kepemudaan.
AMPG harus menjadi dapur kaderisasi yang melahirkan generasi baru pemimpin Partai Golkar, termasuk calon kepala daerah dan legislator.
Pernyataan itu disampaikan Ali Mufthi saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) Tingkat I AMPG Jawa Timur di Gedung DPD Partai Golkar Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Ali, kader muda harus mulai dipersiapkan sejak sekarang agar memiliki kapasitas dan pengalaman ketika nantinya dipercaya menempati posisi strategis, baik di internal partai maupun pemerintahan.
“Pikiran DPD Golkar Provinsi ini, AMPG harus menyiapkan anak-anak muda sebagai generasi penerus kepemimpinan Partai Golkar. Siapa tahu nanti lahir calon kepala daerah, anggota DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, atau bupati,” tegas Ali.
Ali menilai regenerasi kepemimpinan tidak cukup hanya dengan menambah jumlah kader. Yang lebih penting adalah memastikan kader muda memiliki kemampuan, loyalitas terhadap organisasi, sekaligus memahami nilai dan garis perjuangan Partai Golkar.
Karena itu, ia meminta kader AMPG tidak terjebak dalam manuver politik yang justru berpotensi memecah soliditas internal. Menurut Ali, kekuatan utama Golkar terletak pada struktur organisasi yang solid dari tingkat pusat hingga daerah.
“Kadang-kadang gerakan manuver ini keluar dari koridor kebersamaan dan nilai yang menjadi kaidah Partai Golkar, sehingga mengurangi soliditas. Golkar itu harus satu dan solid, karena kekuatan Golkar ada di struktur organisasinya,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi penekanan penting di tengah proses regenerasi yang sedang dibangun Golkar Jatim. Bagi Ali, kaderisasi harus berjalan beriringan dengan konsolidasi.
Anak-anak muda yang dipersiapkan menjadi pemimpin tidak hanya dituntut pintar bermanuver, tetapi juga mampu menjaga rumah besar Golkar tetap utuh.
Ali juga mendorong kader muda agar tidak hanya muncul ketika momentum politik tiba. Doktrin kekaryaan, kata dia, harus diterjemahkan dalam kerja nyata di tengah masyarakat.
Berbagai kegiatan seperti olahraga, pelatihan kepemimpinan, Jumat Berkah hingga aksi tanggap bencana dinilai menjadi sarana penting untuk membangun kedekatan kader dengan masyarakat.
“Jangan sampai kader hanya hadir ketika membutuhkan suara. Kader harus hadir dan bekerja bersama masyarakat,” demikian garis besar pesan Ali dalam penguatan peran AMPG.
Diklatda AMPG Jatim sendiri berlangsung hingga Minggu (6/9/2026) dan diikuti perwakilan pengurus dari 38 PD AMPG kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat AMPG Said Aldi Al Idrus mengatakan Jawa Timur menjadi daerah kedua secara nasional yang menggelar Diklatda setelah kepengurusan PP AMPG dilantik Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
Said Aldi menyebut AMPG mendapat target besar untuk memperluas basis kader muda. Salah satunya melalui instruksi perekrutan dua juta kader muda secara nasional.
Ketua PD AMPG Jawa Timur Adiel Muhammad Kanantha menambahkan, peserta Diklatda telah melalui tahapan pendaftaran, penulisan esai hingga wawancara. Mereka juga akan mendapatkan tujuh materi pokok selama pelaksanaan pendidikan.
Dengan penekanan Ali Mufthi tersebut, Diklatda AMPG Jatim menjadi lebih dari sekadar agenda pelatihan.
Golkar Jatim tengah menyiapkan kader muda sebagai investasi politik jangka panjang, dengan harapan dari ruang diklat hari ini lahir pemimpin yang akan mengisi parlemen hingga kursi kepala daerah di masa depan. HUM/BAD


