MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Iming-Iming Kerja di Luar Negeri Bisa Berujung TPPO, Imigrasi Blitar Bongkar Modusnya di Hadapan Pelajar

Publisher: Admin 27 Agustus 2026 3 Min Read
Share
Jajaran Kantor Imigrasi Blitar bersama Kejaksaan Negeri Blitar dan para pelajar berfoto bersama di sela-sela Immigration Goes to School bersama pelajar SMAN 4 Blitar.
Jajaran Kantor Imigrasi Blitar bersama Kejaksaan Negeri Blitar dan para pelajar berfoto bersama di sela-sela Immigration Goes to School bersama pelajar SMAN 4 Blitar.
Ad imageAd image

BLITAR, Memoindonesia.co.id – Tawaran kerja ke luar negeri dengan gaji menggiurkan tak selalu berujung masa depan cerah. Di balik janji manis tersebut, ancaman perdagangan orang dan eksploitasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) bisa mengintai.

Peringatan itu disampaikan Kantor Imigrasi Blitar bersama Kejaksaan Negeri Blitar saat menggelar Immigration Goes to School di SMAN 4 Kota Blitar, Rabu (26/8/2026).

Ratusan pelajar diajak memahami sejak dini bahwa keberangkatan ke luar negeri bukan sekadar urusan paspor. Prosedur ilegal, tawaran pekerjaan tanpa kejelasan, hingga perekrutan melalui jalur tidak resmi dapat menjadi pintu masuk ke praktik eksploitasi dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Baca Juga:  Desa Krandon Lor dan Kadirejo Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi Semarang

Kepala Kantor Imigrasi Blitar Aditya Nursanto menegaskan, edukasi kepada generasi muda menjadi penting karena korban kerap terjebak setelah tergiur iming-iming pekerjaan dan penghasilan besar.

“Keimigrasian bukan hanya tentang paspor, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan informasi yang benar, aman, dan terlindungi ketika akan melakukan perjalanan ke luar negeri,” tegas Aditya.

Menurutnya, pemahaman sejak bangku sekolah dapat menjadi benteng awal agar generasi muda tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan yang menjanjikan keuntungan besar tanpa prosedur yang jelas.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapat pemahaman mengenai fungsi keimigrasian, tata cara perjalanan ke luar negeri yang aman, aturan hukum, serta potensi ancaman kejahatan lintas negara.

Baca Juga:  Bekerja sebagai Pemijat dan Pemandu Lagu, 4 WNA Tiongkok Dipulangkan Paksa

Kehadiran Kejaksaan Negeri Blitar turut memperkuat edukasi dari sisi kesadaran hukum. Para pelajar didorong untuk lebih kritis mengenali pola perekrutan yang berpotensi mengarah pada eksploitasi maupun TPPO.

“Harapan kami, para siswa tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan ilegal, mampu mengenali modus yang mengarah pada eksploitasi dan TPPO, serta tumbuh menjadi generasi yang sadar hukum,” kata Aditya.

Tak hanya membahas ancaman migrasi ilegal, Imigrasi Blitar juga memperkenalkan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) sebagai salah satu pilihan pendidikan kedinasan bagi pelajar yang ingin meniti karier di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan.

Kegiatan ditutup dengan pemberian bantuan perlengkapan sekolah berupa tas kepada siswa-siswi SMAN 4 Kota Blitar.

Baca Juga:  Perdana, Pemain dari Negara Peserta Piala Dunia U-17 Gunakan Visa Olahraga untuk Masuk Indonesia

Imigrasi Blitar menargetkan program Immigration Goes to School tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Edukasi serupa diharapkan terus menjangkau sekolah-sekolah lain sehingga pelajar memiliki bekal untuk bersikap kritis, memahami hukum, serta tidak menjadi sasaran empuk jaringan perekrutan ilegal dan kejahatan lintas negara.

Pesannya tegas: jangan sampai mimpi bekerja di luar negeri berubah menjadi mimpi buruk karena terjebak TPPO. HUM/BOY

TAGGED: Aditya Nursanto, Agus Andrianto, Ditjen Imigrasi, Hendarsam Marantoko, Imigrasi Blitar, Immigration Goes to School, Kemenimipas, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kerja di Luar Negeri, Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan, Poltekimipas, TPPM, TPPO
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

KPK Tahan Gatot Heroe, Pejabat Bea Cukai Tersangka Baru Kasus Suap Impor
27 Agustus 2026
KPK Sita Tiga Moge dari Tersangka Bea Cukai, Ada Triumph hingga BMW
27 Agustus 2026
KPK Periksa Gatot Heroe, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai
27 Agustus 2026
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten Barron Ichsan memberikan sambutan dalam Bimbingan Teknis Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) Provinsi Banten Tahun 2026.
Ditjen Imigrasi Banten Perkuat Pimpasa, Desa Jadi Garda Depan Cegah TPPO dan Penyelundupan Manusia
26 Agustus 2026
Menteri PANRB Tegaskan AI Tak Bisa Gantikan ASN: Teknologi Hanya Alat Bantu
26 Agustus 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

KPK Tahan Gatot Heroe, Pejabat Bea Cukai Tersangka Baru Kasus Suap Impor
27 Agustus 2026
KPK Sita Tiga Moge dari Tersangka Bea Cukai, Ada Triumph hingga BMW
27 Agustus 2026
KPK Periksa Gatot Heroe, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai
27 Agustus 2026
Menteri PANRB Tegaskan AI Tak Bisa Gantikan ASN: Teknologi Hanya Alat Bantu
26 Agustus 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

KPK Tahan Gatot Heroe, Pejabat Bea Cukai Tersangka Baru Kasus Suap Impor

Korupsi

KPK Sita Tiga Moge dari Tersangka Bea Cukai, Ada Triumph hingga BMW

Korupsi

KPK Periksa Gatot Heroe, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten Barron Ichsan memberikan sambutan dalam Bimbingan Teknis Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) Provinsi Banten Tahun 2026.
Headlines

Ditjen Imigrasi Banten Perkuat Pimpasa, Desa Jadi Garda Depan Cegah TPPO dan Penyelundupan Manusia

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?