BLITAR, Memoindonesia.co.id – Tawaran kerja ke luar negeri dengan gaji menggiurkan tak selalu berujung masa depan cerah. Di balik janji manis tersebut, ancaman perdagangan orang dan eksploitasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) bisa mengintai.
Peringatan itu disampaikan Kantor Imigrasi Blitar bersama Kejaksaan Negeri Blitar saat menggelar Immigration Goes to School di SMAN 4 Kota Blitar, Rabu (26/8/2026).
Ratusan pelajar diajak memahami sejak dini bahwa keberangkatan ke luar negeri bukan sekadar urusan paspor. Prosedur ilegal, tawaran pekerjaan tanpa kejelasan, hingga perekrutan melalui jalur tidak resmi dapat menjadi pintu masuk ke praktik eksploitasi dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Kepala Kantor Imigrasi Blitar Aditya Nursanto menegaskan, edukasi kepada generasi muda menjadi penting karena korban kerap terjebak setelah tergiur iming-iming pekerjaan dan penghasilan besar.
“Keimigrasian bukan hanya tentang paspor, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan informasi yang benar, aman, dan terlindungi ketika akan melakukan perjalanan ke luar negeri,” tegas Aditya.
Menurutnya, pemahaman sejak bangku sekolah dapat menjadi benteng awal agar generasi muda tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan yang menjanjikan keuntungan besar tanpa prosedur yang jelas.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapat pemahaman mengenai fungsi keimigrasian, tata cara perjalanan ke luar negeri yang aman, aturan hukum, serta potensi ancaman kejahatan lintas negara.
Kehadiran Kejaksaan Negeri Blitar turut memperkuat edukasi dari sisi kesadaran hukum. Para pelajar didorong untuk lebih kritis mengenali pola perekrutan yang berpotensi mengarah pada eksploitasi maupun TPPO.
“Harapan kami, para siswa tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan ilegal, mampu mengenali modus yang mengarah pada eksploitasi dan TPPO, serta tumbuh menjadi generasi yang sadar hukum,” kata Aditya.
Tak hanya membahas ancaman migrasi ilegal, Imigrasi Blitar juga memperkenalkan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) sebagai salah satu pilihan pendidikan kedinasan bagi pelajar yang ingin meniti karier di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan.
Kegiatan ditutup dengan pemberian bantuan perlengkapan sekolah berupa tas kepada siswa-siswi SMAN 4 Kota Blitar.
Imigrasi Blitar menargetkan program Immigration Goes to School tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Edukasi serupa diharapkan terus menjangkau sekolah-sekolah lain sehingga pelajar memiliki bekal untuk bersikap kritis, memahami hukum, serta tidak menjadi sasaran empuk jaringan perekrutan ilegal dan kejahatan lintas negara.
Pesannya tegas: jangan sampai mimpi bekerja di luar negeri berubah menjadi mimpi buruk karena terjebak TPPO. HUM/BOY


