MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Desa Krandon Lor dan Kadirejo Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi Semarang

Publisher: Admin 24 Juli 2025 3 Min Read
Share
Kepala Kantor Imigrasi Semarang, Ari Widodo memberikan Sertifikat Pengukuhan sebagai Desa Binaan Imigrasi kepada perwakilan Desa Kadirejo.
Kepala Kantor Imigrasi Semarang, Ari Widodo memberikan Sertifikat Pengukuhan sebagai Desa Binaan Imigrasi kepada perwakilan Desa Kadirejo.
Ad imageAd image

SALATIGA, Memoindonesia.co.id – Kantor Imigrasi Semarang secara resmi menetapkan Desa Krandon Lor, Kecamatan Suruh dan Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang sebagai Desa Binaan Imigrasi dalam kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Wahid Prime Salatiga, Rabu, 24 Juli 2024.

Program ini merupakan bagian dari upaya strategis membangun kemitraan yang berkelanjutan antara Imigrasi dan masyarakat desa dalam pengawasan keberadaan orang asing, peningkatan pemahaman hukum keimigrasian, serta pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Pelaksana, Haryono Susilo selaku Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian.

Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa pembentukan desa binaan ini merupakan langkah konkret dalam memperluas pengawasan keimigrasian berbasis partisipasi masyarakat.

Baca Juga:  Tak Main-main dengan TPPO, Kakanim Malang Tegaskan Syarat Dokumen Paspor Harus Sesuai

“Kami berharap keberadaan desa binaan dapat menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi, mencegah potensi pelanggaran keimigrasian, dan membangun kesadaran hukum di tingkat desa,” ujar Haryono.

Dalam sambutan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, Ari Widodo menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan kesiapan desa-desa yang ditunjuk. Beliau menegaskan pentingnya membangun hubungan sinergis antara lembaga negara dan masyarakat.

“Masyarakat desa bukan sekadar objek kebijakan, tetapi merupakan mitra aktif dalam menjaga integritas wilayah dari aspek keimigrasian,” tegasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keputusan Kepala Kantor, sertifikat desa binaan, dan miniatur plang nama desa sebagai simbolisasi peresmian dan komitmen bersama.

Baca Juga:  Kakanim Semarang Kunjungi Rektor Undip, Program Magang Studi Independen Bersertifikat Dipandang Strategis

Sesi sosialisasi keimigrasian menjadi bagian utama dari rangkaian kegiatan, dipandu oleh Bramantyo Andhika Putra selaku Kepala Seksi Intelijen Keimigrasian.

Adapun narasumber utama adalah Markus Lenggo Rindingpadang selaku Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian.

Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan urgensi pelaporan orang asing, pentingnya pemahaman regulasi, serta mekanisme koordinasi antara masyarakat desa dan pihak Imigrasi dalam mendeteksi potensi pelanggaran secara dini.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para peserta yang terdiri dari kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta unsur aparat setempat.

Penetapan Desa Krandon Lor, Kec. Suruh dan Desa Kadirejo, Kec. Pabelan, Kabupaten Semarang sebagai desa binaan imigrasi diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pengawasan keimigrasian yang inklusif, responsif, dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Konsul Jenderal Australia Kunjungi Imigrasi Semarang, Perkuat Kolaborasi Keimigrasian Indonesia–Australia

“Dengan langkah ini, Imigrasi Semarang menegaskan komitmennya dalam menjadikan pengawasan orang asing sebagai tanggung jawab bersama,” pungkasnya. HUM/CAK

TAGGED: Ari Widodo, Desa Binaan Imigrasi, Desa Krandon Lor, Ditjen Imigrasi Jawa Tengah, Imigrasi Semarang, Kadirejo, Tindak Pidana Perdagangan Orang, TPPO
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Petugas Imigrasi Semarang melayani pembuatan paspor program layanan “Si Semar Paling Paten” pada Sabtu (2/5/2026).
Paspor Tak Lagi Ribet, “Si Semar Paling Paten” Diserbu Warga di HUT ke-479 Kota Semarang
2 Mei 2026
Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, KAI Siap Dukung Proses Hukum
2 Mei 2026
May Day 2026, Polisi Amankan 101 Orang dan Sita Molotov serta Sajam
2 Mei 2026
CEO Daeng Banna, Chandra, menyebut Surabaya sebagai “panggung besar” bagi pelaku usaha kuliner untuk berkembang cepat.
Daeng Banna Menggoda Lidah Surabaya, Kuliner Makassar Hadir Dekat Masjid Al Akbar, depan Puskesmas Gayungan
2 Mei 2026
May Day 2026, Buruh Sampaikan Tuntutan Daycare hingga Hapus Outsourcing ke Prabowo
2 Mei 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, KAI Siap Dukung Proses Hukum
2 Mei 2026
May Day 2026, Polisi Amankan 101 Orang dan Sita Molotov serta Sajam
2 Mei 2026
May Day 2026, Buruh Sampaikan Tuntutan Daycare hingga Hapus Outsourcing ke Prabowo
2 Mei 2026
Prabowo Dorong Potongan Tarif Ojol di Bawah 10 Persen, Gojek dan Grab Koordinasi
2 Mei 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Petugas Imigrasi Semarang melayani pembuatan paspor program layanan “Si Semar Paling Paten” pada Sabtu (2/5/2026).
Imigrasi

Paspor Tak Lagi Ribet, “Si Semar Paling Paten” Diserbu Warga di HUT ke-479 Kota Semarang

Hukum

Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, KAI Siap Dukung Proses Hukum

Hukum

May Day 2026, Polisi Amankan 101 Orang dan Sita Molotov serta Sajam

CEO Daeng Banna, Chandra, menyebut Surabaya sebagai “panggung besar” bagi pelaku usaha kuliner untuk berkembang cepat.
Gaya Hidup

Daeng Banna Menggoda Lidah Surabaya, Kuliner Makassar Hadir Dekat Masjid Al Akbar, depan Puskesmas Gayungan

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?