MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Diskusi Pejabat di UGM Digeruduk Mahasiswa, Kabakom Qodari Tegaskan Demokrasi Harus Dialog

Publisher: Redaktur 17 Juni 2026 2 Min Read
Share
Mahasiswa membentangkan spanduk saat diskusi pejabat negara di GIK UGM.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) RI Muhammad Qodari menegaskan pentingnya dialog dalam demokrasi setelah diskusi yang menghadirkan sejumlah pejabat negara di UGM digeruduk mahasiswa, Rabu, 17 Juni 2026.

Qodari merespons peristiwa yang terjadi dalam diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta, Senin 15 Juni 2026 malam, yang menghadirkan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

“Yang namanya demokrasi itu bisa terjadi kalau ada dialog. Kalau tidak ada dialog, hanya tuntutan, kan bukan demokrasi namanya. Itu namanya semua gue, maunya dia saja,” kata Qodari.

Baca Juga:  Sekjen ATR/BPN Tegaskan Layanan Tak Boleh Lumpuh di Tengah Sorotan Internal Pasca OTT oleh KPK

Menurutnya, dialog harus menjadi jalan utama dalam menyelesaikan perbedaan pandangan di ruang demokrasi.

“Saya kira dialog itu, ya, dijawab dengan dialog yang lain, kan tidak susah. Saya kira itu jawaban yang paling proporsional. Kalau kita bicara mengenai demokrasi dan bicara mengenai dialog,” ujarnya.

Qodari juga menilai terdapat anomali dalam peristiwa tersebut karena sebagian mahasiswa yang melakukan aksi diketahui berada di lingkungan kampus.

“Jadi sebetulnya kan ada anomali di situ, ada interupsi,” ujarnya.

Sementara itu, aksi penggerudukan terjadi saat forum diskusi tengah berlangsung. Sejumlah mahasiswa naik ke panggung dan membentangkan spanduk penolakan terhadap para pembicara.

Baca Juga:  Guru Besar UGM Tersandung Skandal Kekerasan Seksual, Terancam Skors atau Pemberhentian Tetap

Situasi kemudian memanas hingga diskusi dihentikan. Ketiga pejabat negara dievakuasi setelah terjadi pelemparan gelas plastik dan ratusan mahasiswa menghadang mereka di luar area GIK UGM.

Nusron Wahid dan Sudaryono sempat berdialog dengan massa aksi. Namun, pembicaraan tidak mencapai kesepakatan sehingga ketegangan kembali terjadi saat keduanya meninggalkan lokasi dengan pengawalan petugas.

Perwakilan Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM, Mesa, menyebut aksi tersebut merupakan bentuk kritik terhadap pemerintah.

“Mereka tidak layak membicarakan Pancasila selagi Indonesia masih membungkam suara rakyat, selama mereka menganggap kritik sebagai gangguan, selama mereka masih membuang-buang uang rakyat dengan program nirmanfaat, program MBG, Kopdes Merah Putih, dan banyak hal yang sekarang terjadi,” kata Mesa.

Baca Juga:  KPK Amankan 17 Orang dalam OTT HGB, Tiga Nama Punya Jejak dengan Nusron Wahid

Mahasiswa menilai kritik publik terhadap berbagai program pemerintah harus mendapat ruang dan tidak dianggap sebagai gangguan terhadap jalannya pemerintahan. HUM/GIT

TAGGED: aksi mahasiswa, budiman sudjatmiko, demokrasi dialog, diskusi ugm, kabakom ri, mahasiswa ugm, Muhammad Qodari, Nusron Wahid, program MBG, Sudaryono, UGM, Yogyakarta
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Kapolda Metro Kantongi Data Bandar Narkoba Kampung Bahari, Buronan Diburu
2 November 2026
1.800 Personel Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan dan Narkoba Disita
2 November 2026
Polri-BNN Gerebek Kampung Bahari Naik KRL, Tiga Perjalanan Terganggu
2 November 2026
Investor Tarik Dana Rp 65,9 Triliun, Binance Mulai Pulihkan Layanan Usai Diretas
2 November 2026
Hasto PDI-P Singgung Hak Angket DPR Usai Putusan MA soal Suket SMA Gibran
1 November 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Kapolda Metro Kantongi Data Bandar Narkoba Kampung Bahari, Buronan Diburu
2 November 2026
1.800 Personel Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan dan Narkoba Disita
2 November 2026
Polri-BNN Gerebek Kampung Bahari Naik KRL, Tiga Perjalanan Terganggu
2 November 2026
Investor Tarik Dana Rp 65,9 Triliun, Binance Mulai Pulihkan Layanan Usai Diretas
2 November 2026

Baca Berita Lainnya:

Bareskrim

Kapolda Metro Kantongi Data Bandar Narkoba Kampung Bahari, Buronan Diburu

Bareskrim

1.800 Personel Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan dan Narkoba Disita

Bareskrim

Polri-BNN Gerebek Kampung Bahari Naik KRL, Tiga Perjalanan Terganggu

Ekbis

Investor Tarik Dana Rp 65,9 Triliun, Binance Mulai Pulihkan Layanan Usai Diretas

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?