MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Kejagung Mulai Sidik Dugaan Manipulasi Ekspor CPO

Publisher: Redaktur 26 Mei 2026 2 Min Read
Share
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan perkembangan penyidikan dugaan manipulasi ekspor CPO.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Kejaksaan Agung mulai menyidik dugaan manipulasi harga ekspor atau transfer pricing komoditas Crude Palm Oil (CPO) setelah penyidik menemukan indikasi praktik under invoicing pada sejumlah perusahaan sawit, Senin 26 Mei 2026.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan proses penyidikan telah berjalan lebih dari satu bulan.

“Perkara manipulasi atau transfer pricing itu sekarang sedang dalam tahap penyidikan. Penyidikan itu sudah berjalan sekitar satu bulan lebih,” kata Syarief kepada wartawan di Gedung Bundar Kejagung Jakarta Selatan.

Menurutnya, penyidik juga telah menerima tambahan data dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait 10 perusahaan yang diduga melakukan manipulasi ekspor CPO.

Baca Juga:  Ini Aset Harvey Moeis Dirampas Negara Termasuk Kado Ultah Sandra Dewi

“Nah, ada data dari menteri itu, melengkapi data yang ada di kita,” tuturnya.

Selain itu, Kejagung telah memeriksa sejumlah saksi dalam perkara tersebut. Namun, identitas para saksi belum diungkap karena proses penyidikan masih berjalan.

“Ada, ada beberapa (saksi). Nanti kita sampaikan,” imbuh Syarief.

Hingga kini, status perkara masih berada pada tahap penyidikan umum.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengungkapkan pemerintah telah membentuk tim bersama Kejaksaan Agung dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengusut dugaan manipulasi harga ekspor komoditas sumber daya alam, termasuk kelapa sawit.

Menurutnya, tim gabungan tersebut telah bekerja selama dua hingga tiga bulan untuk menghitung ulang nilai ekspor sejumlah perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga:  Nadiem Makarim Jalani Tahanan Rumah, Kejagung Pasang Gelang Detektor

“Kita sudah jalan sejak 2-3 bulan lalu. Saya kan ada tim dengan Kejaksaan dengan BPPK untuk menghitung ulang nilai ekspor mereka beberapa tahun ke belakang,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Ia menambahkan, pengungkapan kasus under invoicing dinilai akan berdampak positif terhadap penerimaan pajak dan kinerja ekspor nasional.

“Dan itu dampaknya akan bagus kepada pajak, ekspor kita, dan bagi perusahaan yang listing ke bursa,” sebut Purbaya. HUM/GIT

TAGGED: BPKP, CPO, ekspor sawit, Jampidsus, Kejagung, manipulasi ekspor, minyak sawit, penyidikan kejagung, purbaya sadewa, syarief nahdi, transfer pricing, under invoicing
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

KPK Temukan Lima Jam Rolex saat Geledah Rumah Fadia Arafiq di Pekalongan
26 Mei 2026
KPK Dalami Dugaan Fasilitas Kendaraan Importir untuk Pejabat Bea Cukai
26 Mei 2026
Yeka Hendra Diduga Terima Uang dari Korporasi Sawit Kasus CPO
26 Mei 2026
Eks Anggota Ombudsman Jadi Tersangka Suap Manipulasi Laporan CPO
26 Mei 2026
Golongan Darah A Disebut Lebih Berisiko Stroke di Usia Muda
25 Mei 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

KPK Temukan Lima Jam Rolex saat Geledah Rumah Fadia Arafiq di Pekalongan
26 Mei 2026
KPK Dalami Dugaan Fasilitas Kendaraan Importir untuk Pejabat Bea Cukai
26 Mei 2026
Yeka Hendra Diduga Terima Uang dari Korporasi Sawit Kasus CPO
26 Mei 2026
Eks Anggota Ombudsman Jadi Tersangka Suap Manipulasi Laporan CPO
26 Mei 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

KPK Temukan Lima Jam Rolex saat Geledah Rumah Fadia Arafiq di Pekalongan

Korupsi

KPK Dalami Dugaan Fasilitas Kendaraan Importir untuk Pejabat Bea Cukai

Kejaksaan

Yeka Hendra Diduga Terima Uang dari Korporasi Sawit Kasus CPO

Kejaksaan

Eks Anggota Ombudsman Jadi Tersangka Suap Manipulasi Laporan CPO

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?