MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Golongan Darah A Disebut Lebih Berisiko Stroke di Usia Muda

Publisher: Redaktur 25 Mei 2026 4 Min Read
Share
Ilustrasi
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology mengungkap pemilik golongan darah A memiliki risiko lebih tinggi mengalami stroke sebelum usia 60 tahun, Senin 25 Mei 2026.

Penelitian tersebut memperkuat dugaan bahwa faktor biologis bawaan, termasuk golongan darah, ikut memengaruhi risiko stroke.

“Temuan penelitian yang penting dan mengejutkan ini menambah pengetahuan kita saat ini tentang faktor risiko stroke yang tidak dapat dimodifikasi, termasuk golongan darah seseorang,” kata dokter sekaligus ilmuwan Maryland University, Amerika Serikat, Mark Gladwin.

Golongan darah A, B, AB, dan O ditentukan oleh antigen atau penanda kimia yang terdapat pada sel darah merah. Selain itu, terdapat variasi genetik lain yang turut memengaruhi respons biologis tubuh.

Dalam studi tersebut, peneliti menganalisis data dari 48 penelitian genetik yang melibatkan sekitar 17 ribu pasien stroke dan hampir 600 ribu orang tanpa riwayat stroke. Seluruh peserta berada pada rentang usia 18 hingga 59 tahun.

Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan kuat antara gen subgolongan darah A1 dengan kejadian stroke dini.

Penulis senior studi sekaligus ahli neurologi vaskular Maryland University, Steven Kittner, mengatakan kasus stroke usia muda kini semakin banyak ditemukan.

“Jumlah orang yang mengalami stroke dini meningkat,” kata Kittner.

“Orang-orang ini lebih mungkin meninggal karena kejadian yang mengancam jiwa, dan para penyintas berpotensi menghadapi kecacatan selama beberapa dekade. Meskipun demikian, hanya sedikit penelitian tentang penyebab stroke dini,” lanjutnya.

Penelusuran genom dalam penelitian tersebut menemukan dua lokasi genetik yang berkaitan erat dengan risiko stroke usia muda. Salah satunya berada pada area gen penentu golongan darah.

Dari hasil analisis lanjutan, orang dengan variasi gen golongan darah A diketahui memiliki risiko 16 persen lebih tinggi mengalami stroke sebelum usia 60 tahun dibandingkan golongan darah lain.

Sebaliknya, pemilik gen golongan darah O memiliki risiko 12 persen lebih rendah terkena stroke dini.

Meski demikian, peneliti menekankan tambahan risiko tersebut tergolong kecil sehingga pemilik golongan darah A tidak perlu terlalu khawatir atau menjalani pemeriksaan khusus hanya karena faktor golongan darah.

“Kita masih belum tahu mengapa golongan darah A memberikan risiko yang lebih tinggi,” beber Kittner.

“Tetapi kemungkinan besar hal itu berkaitan dengan faktor pembekuan darah seperti trombosit dan sel-sel yang melapisi pembuluh darah serta protein sirkulasi lainnya, yang semuanya berperan dalam pembentukan bekuan darah.”

Peneliti juga menyoroti kemungkinan adanya mekanisme berbeda antara stroke usia muda dan stroke pada usia lanjut.

Saat membandingkan pasien stroke usia di bawah 60 tahun dengan kelompok usia di atas 60 tahun, kaitan peningkatan risiko pada golongan darah A ternyata tidak lagi signifikan pada kelompok usia lebih tua.

Menurut peneliti, stroke usia muda cenderung berkaitan dengan proses pembentukan bekuan darah. Sementara stroke pada usia lanjut lebih sering dipicu penumpukan lemak di arteri atau aterosklerosis.

Tak hanya golongan darah A, studi tersebut juga menemukan orang dengan golongan darah B memiliki kemungkinan sekitar 11 persen lebih tinggi mengalami stroke dibandingkan kelompok kontrol tanpa stroke, tanpa memandang usia.

Sebelumnya, sejumlah penelitian lain juga mengaitkan gen ABO penentu golongan darah dengan risiko kalsifikasi arteri koroner, gangguan aliran darah, hingga serangan jantung.

Variasi genetik pada golongan darah A dan B juga disebut berkaitan dengan peningkatan risiko trombosis vena atau pembekuan darah pada pembuluh vena.

Meski begitu, peneliti menegaskan masih dibutuhkan studi lanjutan untuk memahami lebih jauh bagaimana golongan darah dapat memengaruhi risiko stroke.

“Kita jelas membutuhkan lebih banyak studi lanjutan untuk memperjelas mekanisme peningkatan risiko stroke,” tutup Kittner. HUM/GIT

TAGGED: gen ABO, golongan darah, golongan darah A, kesehatan jantung, kesehatan pembuluh, neurologi, pembekuan darah, penelitian stroke, risiko stroke, stroke dini, stroke muda, stroke usia muda
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Inspektur Jenderal Kemenimipas Komjen Pol Rudi Setiawan dalam sebuah kegiatan di Surabaya.
WN Korea Lolos dari Ngurah Rai Meski Sudah Berstatus SOI, Irjen Kemenimipas: Ditindak Cepat!
30 Agustus 2026
Kuasa hukum terduga pelaku kekerasan seksual, SSK, yakni Ben Hadjon, memberikan keterangan kepada wartawan.
Bos Restoran Korea Son Ga Bantah Dugaan Kekerasan Seksual, Klaim Tak Bersalah dan Janji Pulang ke Surabaya
30 Agustus 2026
Direktorat Kepatuhan Internal, Ditjen Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
SOI Sudah Masuk Sistem, WN Korea Tetap Terbang: Lima Petugas Imigrasi Ngurah Rai Diperiksa
30 Agustus 2026
Imigrasi Sulsel menggelar Program Quick Win Penguatan Penyelenggaraan Fungsi Keimigrasian, dan implementasi SIGAP yang digelar di Hotel Gammara, Makassar, Jumat-Minggu (28-30/8/2026).
Imigrasi Sulsel Gebrak Layanan Pengaduan, SIGAP Target Keluhan Masyarakat Direspons Maksimal 15 Menit
30 Agustus 2026
Gedung Merah Putih KPK Disebut Tak Kebakaran, Asap Muncul dari Sistem Pemadam Otomatis
29 Agustus 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Gedung Merah Putih KPK Disebut Tak Kebakaran, Asap Muncul dari Sistem Pemadam Otomatis
29 Agustus 2026
153 Anak Diamankan Usai Demo DPR Ricuh, Polisi Imbau Orang Tua Perketat Pengawasan
29 Agustus 2026
Rusuh Usai Demo DPR, 322 Orang Diamankan, 45 Jadi Tersangka
29 Agustus 2026
Dirjen Imigrasi Pimpin Patroli Dharma Dewata di Canggu Bali, 5 WNA Overstay Diamankan
29 Agustus 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Inspektur Jenderal Kemenimipas Komjen Pol Rudi Setiawan dalam sebuah kegiatan di Surabaya.
Imigrasi

WN Korea Lolos dari Ngurah Rai Meski Sudah Berstatus SOI, Irjen Kemenimipas: Ditindak Cepat!

Kuasa hukum terduga pelaku kekerasan seksual, SSK, yakni Ben Hadjon, memberikan keterangan kepada wartawan.
Hukum

Bos Restoran Korea Son Ga Bantah Dugaan Kekerasan Seksual, Klaim Tak Bersalah dan Janji Pulang ke Surabaya

Direktorat Kepatuhan Internal, Ditjen Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Headlines

SOI Sudah Masuk Sistem, WN Korea Tetap Terbang: Lima Petugas Imigrasi Ngurah Rai Diperiksa

Imigrasi Sulsel menggelar Program Quick Win Penguatan Penyelenggaraan Fungsi Keimigrasian, dan implementasi SIGAP yang digelar di Hotel Gammara, Makassar, Jumat-Minggu (28-30/8/2026).
Imigrasi

Imigrasi Sulsel Gebrak Layanan Pengaduan, SIGAP Target Keluhan Masyarakat Direspons Maksimal 15 Menit

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?