SEMARANG, Memoindonesia.co.id — Komitmen menghadirkan negara di tengah masyarakat kembali ditegaskan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang. Melalui program inovatif “Si Semar Beraksi” (Imigrasi Semarang Berdayakan Ekonomi Masyarakat Desa Binaan).
Imigrasi turun langsung ke desa dengan menyalurkan bantuan bibit jagung bangkok, alat pertanian kultivator, serta memberikan sosialisasi keimigrasian di Desa Sumberejo dan Desa Kalitengah, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Rabu, 20 Mei 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Kecamatan Mranggen ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, perangkat desa, hingga masyarakat setempat.
Sebanyak 26 peserta hadir dalam kegiatan yang menjadi wujud nyata kolaborasi antara Imigrasi, pemerintah daerah, dan sektor swasta dalam mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis desa.
Camat Mranggen, Ali Mahbub, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas langkah konkret Imigrasi yang tidak hanya hadir sebagai institusi pelayanan, tetapi juga sebagai motor penggerak pemberdayaan masyarakat.
“Program ini sangat tepat sasaran. Kami berharap bantuan ini mampu meningkatkan produktivitas warga sekaligus menekan keinginan bekerja ke luar negeri secara non-prosedural. Masyarakat harus memahami bahwa keselamatan dan legalitas adalah hal utama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan, menegaskan bahwa program ini tidak sekadar bantuan, tetapi bagian dari strategi pencegahan persoalan serius seperti pekerja migran non-prosedural dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Kami ingin masyarakat memiliki alternatif ekonomi di kampung halaman. Ketika kesejahteraan meningkat, dorongan untuk bekerja ke luar negeri secara ilegal dapat ditekan. Inilah wujud nyata ‘Imigrasi untuk Rakyat’,” ujarnya.
Ia menambahkan, tingginya angka warga yang bekerja ke luar negeri menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, penguatan potensi lokal dinilai sebagai langkah preventif yang efektif dan berkelanjutan.
Usai penyerahan bantuan, jajaran Imigrasi bersama pemerintah daerah melakukan peninjauan langsung ke lahan yang akan dimanfaatkan untuk penanaman jagung bangkok, memastikan program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sosialisasi keimigrasian yang disampaikan oleh Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Yasser Bagas Sentono. Dalam sesi ini, masyarakat tampak antusias, aktif bertanya seputar prosedur keimigrasian hingga pengawasan terhadap orang asing.
Imigrasi juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dari potensi pelanggaran hukum.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan yang melibatkan warga negara asing melalui Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa). Partisipasi masyarakat sangat penting dalam pengawasan keimigrasian,” jelas Yasser.
Melalui “Si Semar Beraksi”, Imigrasi Semarang terus memperluas peran, tidak hanya sebagai penyedia layanan administratif, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang hadir langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Program ini pun mendapat respons positif dari warga dan pemerintah desa, yang berharap kegiatan serupa terus berlanjut demi meningkatkan kesejahteraan dan keamanan lingkungan desa. HUM/BAD

