SIDOARJO, Memoindonesia.co.id – Penanganan kasus pelanggaran keimigrasian yang dilakukan warga negara asing (WNA) oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya berujung peristiwa duka.
Seorang warga negara India Surendar Nithin (SN), yang sebelumnya diamankan karena overstay, ditemukan meninggal dunia di ruang detensi dengan cara gantung diri memakai kabel rol.
SN diketahui melanggar aturan keimigrasian setelah tinggal di Indonesia melebihi masa izin yang diberikan. Berdasarkan data keimigrasian, yang bersangkutan tercatat overstay hingga 248 hari dari izin tinggal kunjungan yang dimilikinya.
Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Sidoarjo terkait persoalan keluarga dan dugaan pemenuhan hak anak yang melibatkan SN.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh petugas Imigrasi melalui pengawasan dan pemeriksaan dokumen resmi.
Pada 6 Mei 2026, SN memenuhi panggilan pemeriksaan di Kantor Imigrasi Surabaya dengan pendampingan pihak PPA.
Dalam proses tersebut, SN mengakui telah melanggar ketentuan keimigrasian sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011.
Sebagai tindak lanjut, Imigrasi Surabaya menjatuhkan sanksi administratif berupa pendetensian pada 11 Mei 2026, sembari menunggu proses deportasi yang telah dijadwalkan pada 17 Mei 2026.
Namun, sebelum proses deportasi terlaksana, kejadian tak terduga terjadi. Pada Kamis pagi (14/05) sekitar pukul 07.50 WIB, petugas yang melakukan kontrol rutin mendapati SN sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam ruang detensi.
Peristiwa ini langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama aparat kepolisian dan tenaga medis. Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung dengan melibatkan Polresta Sidoarjo, Polsek Sedati, serta pihak rumah sakit untuk keperluan visum dan autopsi.
Selain itu, pihak Imigrasi juga telah berkoordinasi dengan Konsulat Kehormatan India di Surabaya guna memastikan informasi sampai kepada keluarga serta penanganan jenazah dilakukan sesuai prosedur internasional.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga transparansi dan profesionalitas dalam penanganan kasus ini.
“Kami menyampaikan duka mendalam atas peristiwa ini. Seluruh proses penanganan terus kami lakukan bersama aparat terkait, sekaligus menjadi bahan evaluasi internal, khususnya terkait pengawasan di ruang detensi,” tegas Agus.
Di sisi lain, Imigrasi memastikan bahwa aspek perlindungan terhadap anak yang terkait dalam perkara ini tetap menjadi prioritas melalui sinergi dengan instansi terkait.
Sementara itu, kepolisian mengungkap hasil penyelidikan awal terkait kematian warga negara India berinisial SN, diduga mengakhiri hidupnya sendiri, dengan motif sementara mengarah pada tekanan ekonomi.
Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko Sesaria Putra Suma, menyatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi kunci yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
“Saksi yang telah kami periksa antara lain ZSL, warga negara Taiwan yang merupakan teman satu kamar korban, serta petugas keamanan dan pegawai komunikasi di Kantor Imigrasi,” ujar Siko.
Selain keterangan saksi, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Di antaranya kabel roll berwarna putih sepanjang kurang lebih tiga meter dan sehelai handuk merah yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Hasil visum dan autopsi juga telah dikantongi untuk memperkuat proses penyelidikan.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, terungkap kronologi singkat sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis pagi (14/05) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, korban masih terlihat tertidur di atas kasur oleh saksi ZSL yang berada dalam satu ruangan. Namun, tak lama kemudian, korban bangun dan duduk menghadap ventilasi jendela.
Beberapa menit setelahnya, saksi masuk ke kamar mandi selama sekitar 10 hingga 15 menit. Ketika kembali ke dalam kamar, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung dan tidak menunjukkan respons.
“Saat saksi keluar dari kamar mandi, korban sudah dalam keadaan tergantung,” jelas Siko. HUM/BAD

