MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

23 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, DKI Jakarta dan DIY Tertinggi

Publisher: Redaktur 9 Mei 2026 2 Min Read
Share
Ilustrasi hantavirus yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus dan celurut.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Kementerian Kesehatan RI mencatat 23 kasus hantavirus dengan tiga kematian di sembilan provinsi Indonesia dalam tiga tahun terakhir, Kamis 7 Mei 2026.

Seluruh kasus hantavirus di Indonesia terkonfirmasi sebagai jenis Seoul virus, bukan Andes virus seperti yang ditemukan pada wabah di kapal pesiar mewah MV Hondius.

Virus tersebut umumnya ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus dan celurut melalui gigitan, saliva, urine, feses, maupun debu yang terkontaminasi.

Belakangan, hantavirus menjadi perhatian dunia setelah menginfeksi sejumlah penumpang kapal pesiar MV Hondius hingga menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Korban meninggal dilaporkan merupakan pasangan suami istri asal Belanda dan seorang warga Jerman.

Baca Juga:  Polri Bentuk Satgas Penyelundupan Tindaklanjuti Perintah Presiden

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut lima dari delapan suspek yang terkait kapal tersebut telah terkonfirmasi positif hantavirus.

Menurut data Kemenkes RI, kasus hantavirus jenis Seoul virus paling banyak ditemukan pada 2025 dengan 17 kasus.

Sementara itu, pada 2024 hanya ditemukan satu kasus dan hingga Mei 2026 terdapat tambahan lima kasus baru.

Sebaran kasus hantavirus di Indonesia meliputi Sumatera Barat satu kasus, Banten satu kasus, DKI Jakarta enam kasus, Jawa Barat lima kasus, Jawa Timur satu kasus, DIY enam kasus, NTT satu kasus, Kalimantan Barat satu kasus, dan Sulawesi Utara satu kasus.

Baca Juga:  Kepala BNN: 3,3 Juta Warga Indonesia Gunakan Narkoba, Mayoritas Usia Produktif

“23 positif tapi 20 sembuh, tiga meninggal,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman.

Menurutnya, risiko penularan Andes hantavirus antarmanusia di Indonesia masih tergolong rendah karena kasus tersebut umumnya terjadi di Amerika Selatan.

“Penilaian risiko Indonesia pada importasi kasus pada penularan Hantavirus Andes yang antarmanusia tergolong rendah, jarang terjadi, terbatas umumnya di Amerika Selatan,” tuturnya.

Ia menambahkan, tingginya angka kematian juga dipengaruhi kondisi penyerta seperti kanker hati dan kegagalan multiorgan.

Kelompok yang berisiko tertular antara lain petugas kebersihan, petani, pekerja konstruksi, pengendali hama, pembersih selokan, hingga pekerja laboratorium yang sering kontak langsung dengan tikus.

Baca Juga:  23 Pasien Hantavirus di Indonesia Alami Demam hingga Tubuh Menguning

Penularan dapat terjadi melalui gigitan, ekskresi dan sekresi, saliva, urine, feses, hingga aerosol dari debu yang terkontaminasi.

Meski demikian, Kemenkes menegaskan hingga kini belum ditemukan kasus hantavirus yang menular antarmanusia di Indonesia. HUM/GIT

TAGGED: andes virus, diy, DKI Jakarta, hantavirus, Indonesia, kasus hantavirus, Kemenkes RI, mv hondius, seoul virus, virus tikus, who, zoonosis
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

210 WNA Diduga Terlibat Scam Investasi di Batam, Imigrasi Sita Ratusan Perangkat Elektronik
9 Mei 2026
Tiga Terdakwa Kasus Kredit Sritex Divonis Bebas, Kejagung Hormati Putusan Hakim
9 Mei 2026
Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Miliki Satu Mobil di Garasi, Harta Capai Rp 5,7 Miliar
9 Mei 2026
5 Coffee Shop Asal Indonesia Ekspansi ke Luar Negeri, Tuku Buka Gerai di Amsterdam
9 Mei 2026
23 Pasien Hantavirus di Indonesia Alami Demam hingga Tubuh Menguning
9 Mei 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

210 WNA Diduga Terlibat Scam Investasi di Batam, Imigrasi Sita Ratusan Perangkat Elektronik
9 Mei 2026
Tiga Terdakwa Kasus Kredit Sritex Divonis Bebas, Kejagung Hormati Putusan Hakim
9 Mei 2026
Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Miliki Satu Mobil di Garasi, Harta Capai Rp 5,7 Miliar
9 Mei 2026
5 Coffee Shop Asal Indonesia Ekspansi ke Luar Negeri, Tuku Buka Gerai di Amsterdam
9 Mei 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Imigrasi

210 WNA Diduga Terlibat Scam Investasi di Batam, Imigrasi Sita Ratusan Perangkat Elektronik

Korupsi

Tiga Terdakwa Kasus Kredit Sritex Divonis Bebas, Kejagung Hormati Putusan Hakim

Hukum

Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Miliki Satu Mobil di Garasi, Harta Capai Rp 5,7 Miliar

Ekbis

5 Coffee Shop Asal Indonesia Ekspansi ke Luar Negeri, Tuku Buka Gerai di Amsterdam

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?