MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Sekeluarga Tewas Laka Probolinggo, Anak Bungsu di Blitar Jadi Sebatang Kara

Publisher: Redaktur 20 April 2026 2 Min Read
Share
Pemakaman empat korban sekeluarga akibat kecelakaan maut di Probolinggo.
Ad imageAd image

BLITAR, Memoindonesia.co.id – Kecelakaan maut di Probolinggo menewaskan satu keluarga asal Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, menyisakan seorang anak bungsu yang kini hidup sebatang kara, Minggu 20 April 2026.

Peristiwa tragis itu terjadi di Jalan Raya Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu 18 April 2026 sekitar pukul 23.30 WIB. Sebuah truk trailer diduga mengalami rem blong dan menabrak lima kendaraan di depannya.

Empat korban tewas merupakan satu keluarga yang berada dalam mobil Toyota Vios Limo, yakni Sutrisno (60), istrinya T. Sri Budiyatni (60), anaknya Devica Friskiara (29), serta cucunya GMI (3).

Baca Juga:  Dirtek PSM Syamsuddin Batola Meninggal Dunia Kecelakaan di Probolinggo

Kepala Desa Jeblog, Arba Hidayatulloh, membenarkan para korban merupakan warganya yang saat itu dalam perjalanan pulang ke Blitar usai menjenguk keluarga di Banyuwangi.

“Informasinya beliau dalam perjalanan mau pulang ke Blitar, setelah menjenguk keluarga yang melahirkan di Banyuwangi. Tapi kemudian mengalami kecelakaan di Probolinggo,” kata Arba, Minggu 20 April 2026.

Selain itu, tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi anak bungsu Sutrisno yang tidak ikut dalam perjalanan tersebut. Ia kini menjadi satu-satunya anggota keluarga yang tersisa.

“Putra Bapak Sutrisno ada dua orang, yang perempuan ikut di dalam mobil itu. Sekarang tinggal satu anak, yang bungsu,” lanjutnya.

Baca Juga:  Polisi Selidiki Dugaan Keracunan, Bekal Barbeque Diperiksa Usai Sekeluarga Tewas di Temanggung

Menurutnya, anak bungsu korban berusia sekitar 23 tahun dan sempat diajak ke Banyuwangi, namun memilih tetap tinggal di rumah.

“Informasinya sempat diajak, tapi nggak ikut. Jadi di rumah sendiri,” terangnya.

Sementara itu, adik korban, Riyanto, menyebut anak laki-laki tersebut memang berada di rumah saat kejadian.

“Iya tinggal dia (anak laki-laki Sutrisno). Di rumah sini. Saya beda rumah, beda dusun. Kami terakhir ketemu Minggu lalu, di rumah saya,” jelasnya.

Ia menambahkan, keseharian korban Sutrisno bekerja sebagai pemilik biro jasa travel dan jual beli mobil, sedangkan istrinya berjualan daging di pasar.

“Kalau suami anaknya (menantunya) kerja di Sulawesi,” imbuhnya.

Baca Juga:  1.000 Jemaah Aboge di Probolinggo Gelar Salat Iduladha Hari Ini, Lebih Lambat dari Umumnya

Adapun keempat jenazah dimakamkan dalam satu liang lahat berdasarkan kesepakatan keluarga.

“Sesuai keputusan bersama, dilakukan untuk memudahkan keluarga saat berziarah ke makam Bapak Sutrisno sekeluarga,” tandasnya. HUM/GIT

TAGGED: desa jeblog, dusun pundensari, kecelakaan maut, kecelakaan tragis, keluarga tewas, korban sekeluarga, laka lantas, Probolinggo, tegalsiwalan, toyota vios limo, tragedi keluarga, truk rem blong
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Dito Ariotedjo Jadi Saksi Sidang Korupsi Kuota Haji, KPK Ungkap Perannya
10 September 2026
Aturan Bagasi Baru Garuda Indonesia Diprotes APJAPI, Penumpang Bisa Kena Biaya Tambahan
10 September 2026
Siswi Keracunan MBG Diduga Hilang Ingatan, DPR Minta BGN Tanggung Biaya Perawatan
10 September 2026
5 Jurnalis Hilang saat Liput Anak Krakatau, DPR Desak Pencarian Maksimal
10 September 2026
Keluarga 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Datangi Posko SAR, Berharap Selamat
10 September 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Dito Ariotedjo Jadi Saksi Sidang Korupsi Kuota Haji, KPK Ungkap Perannya
10 September 2026
Aturan Bagasi Baru Garuda Indonesia Diprotes APJAPI, Penumpang Bisa Kena Biaya Tambahan
10 September 2026
Siswi Keracunan MBG Diduga Hilang Ingatan, DPR Minta BGN Tanggung Biaya Perawatan
10 September 2026
5 Jurnalis Hilang saat Liput Anak Krakatau, DPR Desak Pencarian Maksimal
10 September 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

Dito Ariotedjo Jadi Saksi Sidang Korupsi Kuota Haji, KPK Ungkap Perannya

Nasional

Aturan Bagasi Baru Garuda Indonesia Diprotes APJAPI, Penumpang Bisa Kena Biaya Tambahan

Nasional

Siswi Keracunan MBG Diduga Hilang Ingatan, DPR Minta BGN Tanggung Biaya Perawatan

Peristiwa

5 Jurnalis Hilang saat Liput Anak Krakatau, DPR Desak Pencarian Maksimal

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?