MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Nadiem Makarim Ungkap Asal Nama Grup WA Mas Menteri Core Team di Sidang Tipikor Jakarta

Publisher: Redaktur 11 Maret 2026 4 Min Read
Share
Nadiem Makarim menghadiri sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim menjelaskan asal-usul grup WhatsApp bernama Mas Menteri Core Team saat menjadi saksi mahkota dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa 10 Maret 2026.

Nadiem membantah membuat grup WhatsApp bernama Mas Menteri Core Team sebelum menjabat sebagai menteri. Ia mengatakan grup yang dibuatnya saat itu bernama Edu Org.

“Pada bulan Agustus 2019 sebelum Saudara menjabat sebagai menteri, Saudara ada membentuk grup WhatsApp dengan nama Mas Menteri Core Team?” tanya jaksa.

“Tidak benar,” jawab Nadiem.

“Atau Saudara ikut di dalam grup tersebut?” tanya jaksa.

“Tidak benar. Saya yang membuat grup, tapi namanya itu Edu Org,” jawab Nadiem.

Dalam perkara ini, Nadiem menjadi saksi mahkota dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM).

Baca Juga:  Lima Terdakwa Korupsi Minyak Mentah Divonis 9 hingga 13 Tahun

Terdakwa dalam sidang tersebut ialah Mulyatsyah selaku Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020, Sri Wahyuningsih selaku Direktur Sekolah Dasar Ditjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah 2020–2021, serta Ibrahim Arief alias Ibam selaku tenaga konsultan.

Menurutnya, nama grup Edu Org baru berubah setelah dirinya dilantik menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Edu Org baru berubah namanya grup tersebut di saat saya dilantik menjadi menteri. Grup yang sama itu berubah menjadi Mas Menteri Core Team. Itu sesuai ingatan saya,” ujarnya.

Ia menjelaskan program pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management ditujukan bagi sekolah yang memiliki akses listrik dan internet serta kapasitas memadai, bukan untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.

“Target daripada pengadaan laptop ini hanya untuk daerah yang memiliki akses listrik, memiliki akses internet, tidak pernah menerima laptop sebelumnya, dan punya kapasitas,” kata Nadiem.

Baca Juga:  Pengacara Bantah Eks Mendikbudristek Nadiem Terima Rp 809 Miliar Kasus Chromebook

Menurutnya, dalam rapat yang membahas program tersebut tidak pernah dipaparkan bahwa pengadaan laptop ditujukan untuk wilayah 3T.

“Yang menarik di dalam meeting 6 Mei tidak pernah dipaparkan ke saya bahwa program ini adalah untuk 3T. Dan ternyata melalui proses persidangan semua saksi juga menyebut bahwa target daripada program ini bukan daerah 3T,” ujarnya.

Selain itu, Nadiem juga menjelaskan makna pesan dalam grup WhatsApp Edu Org terkait empat poin strategi transformasi pendidikan.

Poin pertama berbunyi remove humans and replace with software yang menurutnya bertujuan meningkatkan efisiensi anggaran dan waktu melalui sistem otomasi pekerjaan birokrasi.

“Maksudnya di sini tujuannya adalah efisiensi baik anggaran maupun waktu. Banyak pekerjaan manual di birokrasi yang sebenarnya bisa diotomasi dengan software,” jelasnya.

Baca Juga:  6 Fakta Nadiem Makarim Jadi Tersangka Kasus Laptop Rp 1,98 Triliun

Poin kedua, find internal change agents and empower them, menurutnya berarti mencari pegawai terbaik di dalam kementerian dan memberikan mereka tanggung jawab penting dalam proyek perubahan.

“Poin kedua adalah mencari orang-orang terbaik di dalam kementerian yang selama ini mungkin tidak mendapat perhatian pemimpin sebelumnya,” ujarnya.

Ia menambahkan poin ketiga, bring in fresh blood from outside, berarti membuka kesempatan bagi pihak luar yang memiliki semangat memajukan pendidikan untuk ikut berkontribusi.

Sementara poin terakhir, build new teams within ministry to coordinate external allies, dimaksudkan untuk membangun tim baru di kementerian guna memperkuat koordinasi dengan institusi luar yang terlibat dalam reformasi pendidikan. HUM/GIT

TAGGED: Chrome Device Management, edu org, grup wa menteri, kasus Chromebook, korupsi Kemendikbudristek, Mas Menteri Core Team, Nadiem Makarim, pengadaan laptop sekolah, Pengadilan Tipikor, program pendidikan, saksi mahkota, sidang tipikor
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

35 Siswa SDN Kauman 1 Malang Diduga Keracunan MBG, Hasil Lab Temukan Bakteri E. coli pada Olahan Telur
28 Juli 2026
Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bogor Diperiksa Kejagung, Dugaan Penyimpangan Tugas Diselidiki
28 Juli 2026
IDI Usul Jam Kerja Dokter Internship Maksimal 40 Jam per Pekan Usai Kasus Kematian Beruntun
28 Juli 2026
Polisi Dalami Kematian Misterius Sutrimo di Klinik Mordent, Tiga Barang Bukti Dibawa ke Labfor
28 Juli 2026
Band Dewa 19 yang digawangi Ahmad Dhani bakal berkolaborasi dengan Virzha dan Padi Reborn dalam konser di Graha UNESA, 28 November 2026.
Dewa 19 dan Padi Reborn Siapkan Lagu Rahasia, Hanya Dibawakan Sekali di Kota Pahlawan Surabaya
27 Juli 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

35 Siswa SDN Kauman 1 Malang Diduga Keracunan MBG, Hasil Lab Temukan Bakteri E. coli pada Olahan Telur
28 Juli 2026
Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bogor Diperiksa Kejagung, Dugaan Penyimpangan Tugas Diselidiki
28 Juli 2026
IDI Usul Jam Kerja Dokter Internship Maksimal 40 Jam per Pekan Usai Kasus Kematian Beruntun
28 Juli 2026
Polisi Dalami Kematian Misterius Sutrimo di Klinik Mordent, Tiga Barang Bukti Dibawa ke Labfor
28 Juli 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Jawa Timur

35 Siswa SDN Kauman 1 Malang Diduga Keracunan MBG, Hasil Lab Temukan Bakteri E. coli pada Olahan Telur

Kejaksaan

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bogor Diperiksa Kejagung, Dugaan Penyimpangan Tugas Diselidiki

Nasional

IDI Usul Jam Kerja Dokter Internship Maksimal 40 Jam per Pekan Usai Kasus Kematian Beruntun

Hukum

Polisi Dalami Kematian Misterius Sutrimo di Klinik Mordent, Tiga Barang Bukti Dibawa ke Labfor

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?