MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Dugaan Saham Gorengan

Publisher: Redaktur 4 Februari 2026 2 Min Read
Share
Petugas Bareskrim Polri menggeledah kantor sekuritas di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Bareskrim Polri menggeledah kantor PT Shinhan Sekuritas Indonesia di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, terkait dugaan tindak pidana pasar modal saham gorengan, Selasa 3 Februari 2026.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri melakukan penggeledahan dengan menurunkan sekitar 20 personel yang membawa sejumlah boks untuk mengangkut barang bukti.

“Barang bukti: perkara tindak pidana pasar modal dan tindak pidana pencucian uang,” tertulis pada boks yang dibawa petugas.

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjenpol Ade Safri Simanjuntak membenarkan penggeledahan tersebut dilakukan di kantor PT Shinhan Sekuritas Indonesia.

“Benar perkara pasar modal, di kantor PT Shinhan Sekuritas, yang merupakan penjamin emisi efek PT MML saat IPO,” kata Ade Safri.

Baca Juga:  KPK Periksa Asisten Pribadi Ridwan Kamil Terkait Dugaan Korupsi Iklan BJB

Selain itu, Ade Safri menjelaskan penggeledahan merupakan pengembangan dari perkara yang telah diputus pengadilan terkait PT Multi Makmur Lemindo Tbk dengan kode saham PIPA.

“Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di kantor PT Shinhan Sekuritas Indonesia untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti,” ujarnya.

Menurutnya, PT Shinhan Sekuritas Indonesia berperan sebagai perusahaan penjamin emisi efek dalam proses penawaran umum perdana PT MML.

Ade Safri menyebut terpidana Junaedi menyampaikan fakta material palsu dalam perdagangan saham sehingga memperdaya investor untuk membeli saham tersebut.

“Dengan modus PT MML menggunakan jasa advisory PT MBP yang merupakan perusahaan konsultan milik salah satu pegawai PT BEI yaitu terpidana MBP,” jelasnya.

Baca Juga:  Puncak Bulan Inklusi Keuangan: Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Serahkan Tabungan Emas dan KUR

Penyidik menemukan fakta bahwa PT MML dengan kode saham PIPA tidak memenuhi persyaratan untuk melantai di bursa karena valuasi aset perusahaan tidak layak.

Adapun perolehan dana PT MML saat melantai di bursa mencapai Rp 97 miliar dengan PT Shinhan Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi efek.

Sementara itu, Dittipideksus Bareskrim Polri telah menetapkan tiga tersangka baru yang berasal dari pihak PT MML dan eks pejabat PT Bursa Efek Indonesia.

Ketiganya yakni BH selaku eks staf Unit Evaluasi dan Pemantauan Perusahaan Tercatat 2 Divisi PP3 PT BEI, DA sebagai financial advisor, serta RE selaku project manager PT MML dalam rangka IPO.

Baca Juga:  KPK Ungkap Pengepul Uang Pemerasan Sudewo Pejabat Pemkab Pati

Ade Safri menegaskan peran dan dugaan keterlibatan PT Shinhan Sekuritas Indonesia masih terus didalami penyidik. HUM/GIT

TAGGED: Bareskrim Polri, bursa efek, Dittipideksus, ipo saham, Jakarta, kasus pipa, pasar modal, penggeledahan kantor, pt mml, saham gorengan, Senayan, shinhan sekuritas, tindak pidana ekonomi
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Tiga Terdakwa Kasus Kredit Sritex Divonis Bebas, Kejagung Hormati Putusan Hakim
9 Mei 2026
Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Miliki Satu Mobil di Garasi, Harta Capai Rp 5,7 Miliar
9 Mei 2026
5 Coffee Shop Asal Indonesia Ekspansi ke Luar Negeri, Tuku Buka Gerai di Amsterdam
9 Mei 2026
23 Pasien Hantavirus di Indonesia Alami Demam hingga Tubuh Menguning
9 Mei 2026
23 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, DKI Jakarta dan DIY Tertinggi
9 Mei 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Tiga Terdakwa Kasus Kredit Sritex Divonis Bebas, Kejagung Hormati Putusan Hakim
9 Mei 2026
Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Miliki Satu Mobil di Garasi, Harta Capai Rp 5,7 Miliar
9 Mei 2026
5 Coffee Shop Asal Indonesia Ekspansi ke Luar Negeri, Tuku Buka Gerai di Amsterdam
9 Mei 2026
23 Pasien Hantavirus di Indonesia Alami Demam hingga Tubuh Menguning
9 Mei 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

Tiga Terdakwa Kasus Kredit Sritex Divonis Bebas, Kejagung Hormati Putusan Hakim

Hukum

Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Miliki Satu Mobil di Garasi, Harta Capai Rp 5,7 Miliar

Ekbis

5 Coffee Shop Asal Indonesia Ekspansi ke Luar Negeri, Tuku Buka Gerai di Amsterdam

Nasional

23 Pasien Hantavirus di Indonesia Alami Demam hingga Tubuh Menguning

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?