MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Ivan Sugiamto Divonis 9 Bulan Penjara atas Kasus Kekerasan Anak di Surabaya

Publisher: Redaktur 27 Maret 2025 3 Min Read
Share
Terdakwa Ivan Sugiamto dikawal petugas Kejari Surabaya di ruang sidang Cakra PN Surabaya.
Ad imageAd image

SURABAYA, Memoindonesia.co.id – Ivan Sugiamto divonis 9 bulan penjara dalam kasus kekerasan terhadap anak yang melibatkan siswa SMA Kristen Gloria 2 Surabaya. Putusan ini dibacakan pada sidang yang digelar Kamis, 27 Maret 2025. Selain hukuman badan, Ivan juga dijatuhi denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan.

Ketua Majelis Hakim Abu Achmad Sidqi Amsya dalam amar putusannya menyatakan bahwa Ivan Sugiamto terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan kekerasan terhadap anak, sebagaimana diatur dalam Pasal 80 ayat (1) jo Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ivan Sugiamto selama 9 bulan dan denda Rp 5 juta. Apabila tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan,” ujar Hakim Abu Achmad Sidqi Amsya.

Baca Juga:  Ibu Muda Mojokerto Jadi Tersangka Usai Maki Pemotor dan Toyor Anak

Dalam pertimbangannya, hakim menilai bahwa perbuatan Ivan Sugiamto yang dalam kondisi marah dan membentak korban termasuk kekerasan verbal yang dapat dikategorikan sebagai kekerasan psikis.

“Perbuatan terdakwa yang sempat mendorong orang tua korban juga berdampak pada kondisi psikis anak, karena merasa orang tuanya dalam keadaan terancam,” jelas Hakim Abu Achmad Sidqi Amsya.

Selain itu, majelis hakim menolak pembelaan yang diajukan dalam pledoi terdakwa dan menegaskan bahwa hukuman yang dijatuhkan sudah sesuai dengan unsur kekerasan terhadap anak dalam dakwaan alternatif.

“Mematahkan argumentasi hukum dalam pledoi terdakwa. Bersalah harus diberikan pidana setimpal,” tegas hakim.

Baca Juga:  Timnas Indonesia Ditahan Imbang Palestina 0-0 hingga Babak Akhir

Usai sidang, Ivan Sugiamto bersama penasihat hukumnya Billy Handiwiyanto menyatakan masih akan pikir-pikir terhadap putusan tersebut.

“Kami pikir-pikir dulu,” singkat Ivan Sugiamto.

Billy Handiwiyanto menambahkan bahwa pihaknya akan berdiskusi lebih lanjut dengan keluarga sebelum mengambil langkah hukum selanjutnya.

“Kami masih konsultasi dengan keluarga terkait kemungkinan banding. Sebab, ada konsekuensi hukum yang bisa membuat hukuman naik atau turun,” ujar Billy.

Saat ini, Ivan Sugiamto telah menjalani 4 bulan masa tahanan, sehingga ia masih memiliki 5 bulan masa tahanan yang harus dijalani jika tidak mengajukan banding atau upaya hukum lainnya.

Sebelumnya, dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta agar Ivan Sugiamto dijatuhi hukuman 10 bulan penjara serta denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan. Namun, majelis hakim memutuskan hukuman 9 bulan penjara dengan denda yang sama. HUM/GIT

Baca Juga:  Pimpinan Dewan dan Wali Kota Surabaya Tabur Bunga di TMP untuk Memperingati Hari Pahlawan
TAGGED: 9 Bulan Penjara, divonis, Ivan Sugiamto, kasus kekerasan anak, kekerasan anak, SMA Kristen Gloria 2 Surabaya, Surabaya, vonis 9 bulan
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Kepala Kantor Imigrasi Semarang, Ari Widodo bersama Direktur Kerjasama Arif Munandar menyaksikan penandatanganan kerjasama dengan pemerintah setempat dalam layanan keimigrasian di MPP Salatiga.
Tak Perlu Jauh ke Semarang, Kini Urus Paspor Bisa di MPP Salatiga
10 Juli 2026
KPK Sita SGD 12 Ribu Diduga Berasal dari Amplop Bupati Kuansing yang Dikembalikan Raja Juli
10 Juli 2026
Kejagung Tegaskan SE Peningkatan Kewaspadaan untuk Jaga Integritas, Bukan Terkait Penggeledahan
10 Juli 2026
KPK Buka Peluang Jerat Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono dengan Pasal TPPU
10 Juli 2026
Profil Rachmat Gobel, Anggota DPR RI Fraksi NasDem yang Meninggal Dunia
10 Juli 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

KPK Sita SGD 12 Ribu Diduga Berasal dari Amplop Bupati Kuansing yang Dikembalikan Raja Juli
10 Juli 2026
Kejagung Tegaskan SE Peningkatan Kewaspadaan untuk Jaga Integritas, Bukan Terkait Penggeledahan
10 Juli 2026
KPK Buka Peluang Jerat Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono dengan Pasal TPPU
10 Juli 2026
Profil Rachmat Gobel, Anggota DPR RI Fraksi NasDem yang Meninggal Dunia
10 Juli 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Kepala Kantor Imigrasi Semarang, Ari Widodo bersama Direktur Kerjasama Arif Munandar menyaksikan penandatanganan kerjasama dengan pemerintah setempat dalam layanan keimigrasian di MPP Salatiga.
Imigrasi

Tak Perlu Jauh ke Semarang, Kini Urus Paspor Bisa di MPP Salatiga

Nasional

KPK Sita SGD 12 Ribu Diduga Berasal dari Amplop Bupati Kuansing yang Dikembalikan Raja Juli

Kejaksaan

Kejagung Tegaskan SE Peningkatan Kewaspadaan untuk Jaga Integritas, Bukan Terkait Penggeledahan

Korupsi

KPK Buka Peluang Jerat Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono dengan Pasal TPPU

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?