MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Boyamin: Ratusan Sertifikat Tanah Pagar Laut Tangerang Diteken Dua Menteri ATR/BPN

Publisher: Redaktur 25 Januari 2025 3 Min Read
Share
Pengacara Boyamin Saiman di Gedung Merah Putih KPK.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Pengacara Boyamin Saiman mengungkap bahwa ratusan sertifikat tanah di kawasan pagar laut Tangerang diterbitkan oleh dua Menteri ATR/BPN pada 2022 dan 2023.

Boyamin menyatakan bahwa sertifikat tersebut mencakup Hak Guna Bangunan (HGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM), yang diterbitkan berdasarkan Surat Keputusan level menteri. Meski demikian, ia memastikan kedua menteri tersebut tidak termasuk pihak yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kami mencantumkan Surat Keputusan Menteri ATR/BPN sebagai dasar penerbitan sertifikat itu dalam laporan dugaan korupsi ke KPK. Namun, laporan ini hanya menyasar petugas pencatatan dokumen tanah di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga BPN,” kata Boyamin, Kamis, 23 Januari 2025, di Gedung Merah Putih KPK.

Baca Juga:  KPK Sita 91 Kendaraan Mewah Terkait Kasus TPPU Rita Widyasari: 17 Mercy dan 14 Harley Termasuk dalam Daftar

Menurut Boyamin, menteri pertama menandatangani sekitar 90 persen dari 263 sertifikat, sementara sisanya diterbitkan di era menteri kedua. Ia juga menyebut proses pengajuan sertifikat tersebut kemungkinan sudah berlangsung sejak lama, bahkan sejak 2021.

Namun, Menteri ATR/BPN 2022-2024, Hadi Tjahjanto, mengaku tidak mengetahui penerbitan sertifikat HGB dan SHM di pagar laut Tangerang. Ia baru mengetahui hal tersebut setelah ramai dibahas di media.

Menteri ATR/BPN saat ini, Nusron Wahid, telah membatalkan ratusan SHGB dan SHM di kawasan pagar laut Tangerang. Berdasarkan pemeriksaan, area tersebut berada di luar garis pantai dan tidak boleh menjadi properti pribadi.

Baca Juga:  7 Fakta Penggeledahan KPK di Kemnaker Terkait Dugaan Suap Tenaga Kerja Asing

“Wilayah itu tidak bisa disertifikasi. SHGB dan SHM yang rata-rata terbit pada 2022-2023 dapat otomatis dicabut karena cacat formil dan materiil,” ujar Nusron Wahid.

Dari data Kementerian ATR/BPN, terdapat 263 bidang SHGB atas nama PT Intan Agung Makmur, PT Cahaya Inti Sentosa, dan perseorangan, serta 17 bidang lainnya dengan SHM.

Boyamin melaporkan dugaan korupsi terkait pemalsuan dokumen tanah, seperti Girik, Leter C/D, atau Warkah di kantor desa, kecamatan, dan BPN. Ia berharap KPK dapat mengusut tuntas kasus ini untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat.

“Ini demi transparansi dan keadilan hukum. Sertifikat yang cacat harus dibatalkan dan penyimpangan yang terjadi harus ditindak,” tegasnya.

Baca Juga:  Skandal Surat Kunjungan Eropa: MAKI Desak KPK Panggil Istri Menteri UMKM

Kasus ini menambah sorotan terhadap pengelolaan tanah di Indonesia, terutama di kawasan strategis seperti Tangerang. Ke depan, proses sertifikasi tanah diharapkan lebih transparan dan sesuai aturan hukum. HUM/GIT

TAGGED: Boyamin Saiman, dokumen tanah, Girik, KPK, Leter C/D, Menteri ATR BPN, pagar laut, pemalsuan, Sertifikat Tanah, SHGB, SHM, Tangerang, Warkah
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

KPK Temukan Lima Jam Rolex saat Geledah Rumah Fadia Arafiq di Pekalongan
26 Mei 2026
KPK Dalami Dugaan Fasilitas Kendaraan Importir untuk Pejabat Bea Cukai
26 Mei 2026
Yeka Hendra Diduga Terima Uang dari Korporasi Sawit Kasus CPO
26 Mei 2026
Eks Anggota Ombudsman Jadi Tersangka Suap Manipulasi Laporan CPO
26 Mei 2026
Kejagung Mulai Sidik Dugaan Manipulasi Ekspor CPO
26 Mei 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

KPK Temukan Lima Jam Rolex saat Geledah Rumah Fadia Arafiq di Pekalongan
26 Mei 2026
KPK Dalami Dugaan Fasilitas Kendaraan Importir untuk Pejabat Bea Cukai
26 Mei 2026
Yeka Hendra Diduga Terima Uang dari Korporasi Sawit Kasus CPO
26 Mei 2026
Eks Anggota Ombudsman Jadi Tersangka Suap Manipulasi Laporan CPO
26 Mei 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

KPK Temukan Lima Jam Rolex saat Geledah Rumah Fadia Arafiq di Pekalongan

Korupsi

KPK Dalami Dugaan Fasilitas Kendaraan Importir untuk Pejabat Bea Cukai

Kejaksaan

Yeka Hendra Diduga Terima Uang dari Korporasi Sawit Kasus CPO

Kejaksaan

Eks Anggota Ombudsman Jadi Tersangka Suap Manipulasi Laporan CPO

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?