MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Kabinet Merah Putih Terlalu Gemuk, Freddy: Berpengaruh pada Postur Keuangan APBN

Publisher: Admin 22 Oktober 2024 2 Min Read
Share
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama para Kabinet Merah Putih (KMP) dengan 48 kementerian berfoto bersama usai pelantikan beberapa waktu lalu.
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama para Kabinet Merah Putih (KMP) dengan 48 kementerian berfoto bersama usai pelantikan beberapa waktu lalu.
Ad imageAd image

SURABAYA, Memoindonesia.co.id – Presiden terpilih Prabowo Subianto sangat menghargai jasa bagi mereka-mereka yang terlibat dalam pemenangan Pemilu 2024 beberapa waktu lalu.

Pada Kabinet Merah Putih (KMP) ini, ada 48 kementerian. Padahal sebelumnya dalam pemerintahan Joko Widodo – Makruf Amin (Indonesia Maju) hanya berjumlah 34 kementerian.

Tak heran jika dalam penataan Kabinet Merah Putih (KMP) pemerintahan Prabowo-Gibran, ia memberikan kesempatan bagi orang-orang yang terlibat dalam pemenangan tersebut.

Hasilnya, penataan kementerian KMP membengkak atau gemuk. Banyak yang melihat, kondisi ini mengingkari semangat reformasi birokrasi yang sudah ditata di awal pemerintahan SBY-Budiono.

Salah satunya, anggota DPRD Jawa Timur, dari Fraksi Golkar, Freddy Poernomo. Politisi senior ini melihat jika kondisi tersebut akan berpengaruh pada penataan keuangan APBN.

Baca Juga:  Kursi Gerindra Naik Drastis, Gus Sadad Siap Jika Diberi Tugas Maju Cagub Jatim

“Harusnya tidak menambah kementerian. Sehingga akan berpengaruh pada postur keuangan APBN,” tandas Freddy, Selasa, 22 Oktober 2024.

Politisi yang juga doktor hukum pemerintahan ini, berharap penambahan kementerian tidak membinggungkan organisasi perangkat daerah (OPD) di provinsi, maupun di pemerintahan kabupaten/kota.

“Bisa jadi dalam satu OPD akan berada dalam dua kewenangan kementerian,” sambungnya.

Menurut Freddy yang juga Ketua Balegda DPRD Jatim 2009-2014, ada beberapa hal baik yang patut diapresiasi dari kabinet ini.

Salah satunya adalah tetap adanya orang-orang profesional yang berkapasitas dan berintegritas. Terutama yang berasal dari kalangan akademisi dan perguruan tinggi.

Baca Juga:  Siapa Penyebar Isu Keretakan Prabowo dan Jokowi?

“Sisi baiknya, tetap ada orang-orang profesional berkapasitas dan berintegritas, beberapa dari perguruan tinggi,” ujar dia.
Freddy menilai, penyusunan kabinet dianggap sebagai angin segar di tengah dinamika politik yang sering kali lebih mengutamakan loyalitas politik daripada kompetensi.

Paling mencolok, menuru alumnus doktor ilmu hukum pemerintahan Unair ini adalah jumlah kabinet yang terlalu terlalu gemuk atau obesitas.

“Terlalu gemuk,” cetusnya.

Mantan Ketua Komisi A periode 2014-2019 (membindangi pemerintahan dan hukum) DPRD Jatim, bahwa struktur kabinet yang besar seperti ini bisa berdampak pada efektivitas pemerintahan.

“Mengingat banyaknya posisi yang harus dikoordinasikan. HUM/CAK

TAGGED: 48 Kementerian, DPRD Jatim, Fraksi Golkar, Freddy Poernomo., Gibran Rakabuming Raka, Kabinet Merah Putih, Kabinet Merah Putih Terlalu Gemuk, Keuangan APBN, KMP, Prabowo Subianto, Semangat Reformasi
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

OTT Hakim PN Depok, KPK Usut Dugaan Keterlibatan Pimpinan Pengadilan Sebelumnya
8 Februari 2026
Pandji Pragiwaksono Minta Komika Tak Takut Kritik Imbas Kasus Mens Rea
8 Februari 2026
Rachel Aseelah Viral, Tabung Pink di Kamar Jadi Sorotan Warganet
8 Februari 2026
Prabowo Mengaku Lebih Berani di Tengah Kiai dan Ulama NU
8 Februari 2026
Prabowo Tegaskan Tidak Mundur Setapak Melawan Korupsi
8 Februari 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Pandji Pragiwaksono Minta Komika Tak Takut Kritik Imbas Kasus Mens Rea
8 Februari 2026
Prabowo Mengaku Lebih Berani di Tengah Kiai dan Ulama NU
8 Februari 2026
Prabowo Tegaskan Tidak Mundur Setapak Melawan Korupsi
8 Februari 2026
Prakiraan Awal Puasa Ramadan 2026 Menurut Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan BRIN
7 Februari 2026
Ad imageAd image

TERPOPULER

KPK OTT Hakim PN Depok Terkait Dugaan Suap Pengurusan Perkara
6 Februari 2026
Awal Mula OTT Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Terkait Sengketa Lahan PT KD
7 Februari 2026
KPK Tangkap Hakim dalam Operasi Tangkap Tangan di Depok
6 Februari 2026
KPK Amankan Uang Ratusan Juta dalam OTT Hakim di Depok
6 Februari 2026

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

OTT Hakim PN Depok, KPK Usut Dugaan Keterlibatan Pimpinan Pengadilan Sebelumnya

Hukum

Pandji Pragiwaksono Minta Komika Tak Takut Kritik Imbas Kasus Mens Rea

Gaya Hidup

Rachel Aseelah Viral, Tabung Pink di Kamar Jadi Sorotan Warganet

Pemerintahan

Prabowo Mengaku Lebih Berani di Tengah Kiai dan Ulama NU

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?