SIDOARJO, Memoindonesia.co.id – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya tak lagi sekadar tempat mengurus paspor. Kini, layanan publik diinstansi ini naik level setelah resmi menggandeng RSAL dr. Soekantyo Jahja Puspenerbal melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Klinik Kesehatan.
Penandatanganan yang digelar di Aula Kantor Imigrasi Surabaya ini menjadi langkah konkret memperkuat sinergi lintas instansi, sekaligus menjawab kebutuhan layanan publik yang lebih humanis dan menyentuh langsung masyarakat.
Kesepakatan strategis tersebut diteken langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Surabaya, Agus Winarto, bersama Kepala RSAL dr. Soekantyo Jahja Puspenerbal, Letkol Laut (K) dr. Landosar Parsaulian, Sp.An., M.Tr.Opsla.
Tak sekadar seremoni, kegiatan ini juga dihadiri unsur Forkopimka Kecamatan Sedati, mulai dari Koramil, Polsek, Camat, hingga jajaran internal Imigrasi. Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi pelayanan publik kini dituntut lebih terpadu, cepat, dan berdampak nyata.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis menghadirkan layanan kesehatan langsung di lingkungan Kantor Imigrasi. Artinya, masyarakat maupun pemohon paspor tidak hanya dilayani secara administratif, tetapi juga mendapatkan akses dukungan kesehatan secara langsung.
Kepala Kantor Imigrasi Surabaya, Agus Winarto, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik yang tidak lagi kaku dan birokratis.
“Pelayanan publik tidak cukup hanya cepat dan profesional, tetapi juga harus hadir secara manusiawi. Sinergi ini adalah bukti bahwa negara benar-benar hadir untuk masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan, tanpa dukungan lintas instansi, pelayanan publik sulit berkembang maksimal. Karena itu, kolaborasi seperti ini menjadi kunci dalam membangun sistem pelayanan yang adaptif dan responsif.
Selain penandatanganan, kegiatan juga diisi dengan penyerahan dokumen secara simbolis, peninjauan fasilitas klinik kesehatan, hingga ramah tamah sebagai penguat hubungan kelembagaan.
Melalui kerja sama ini, Kantor Imigrasi Surabaya menegaskan arah barunya: pelayanan publik yang tidak hanya administratif, tetapi juga solutif dan berdampak langsung.
Langkah ini sekaligus menjadi implementasi nyata semangat “Imigrasi untuk Rakyat”, bahwa pelayanan negara harus terasa, dekat, dan benar-benar dibutuhkan masyarakat. HUM/BAD

